Tampilkan postingan dengan label Begal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Begal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2018

Polisi Hadiahi Timah Panas Untuk Begal, Usai Kabaru Saat Pengejaran

by

Polisi Hadiahi Timah Panas Untuk Begal, Usai Kabaru Saat Pengejaran



BERITA HARIAN - Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan yang terpaksa harus menembak kedua kaki Nasrulah Pratama Ungerer (23) alias Nasrul, pelaku kejahatan begal, karena telah melawan petugas dan berusaha kabur saat dibawa pengembangan kasus.

"Saat yang dibawa pengembangan, tersangka mencoba melarikan diri, sehingga kita beri tindakan tegas dan terukur," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (9/10/2018).

Penangkapan Nasrulah, kata Putu, bermula dari laporan warga yang bernama Maryati Lumbanbatu pada bulan Mei 2018 lalu.

Dalam laporannya, Maryati mengaku yang dirampok tasnya oleh penjahat saat melintas di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung.

Setelah tiga bulan menyelidiki, polisi akhirnya berhasil menemukan dan menangkap Nasrul di rumahnya, Jalan Gurilla Gang Tunggal, Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (25/9/2018).

Dari penangkapan Nasrul, polisi menyita barang bukti berupa Kartu Tanda Penduduk dan kartu debit Bank Mandiri milik/atas nama Maryati Lumbanbatu.

"Tersangka mengaku sudah menjual handphone milik korban (Maryati Lumbanbatu) kepada seseorang bernama Amek seharga Rp900 ribu," kata Putu.

Di hadapan penyidik, Nasrulah mengaku telah beberapa kali melakukan aksinya itu.

Baca juga : Harga Premium Batal Naik, Presiden Jokowi Minta Ditunda Hingga Pertamina Siap

"Pengakuan tersangka, sudah 10 kali dia melakukan aksinya, antara lain di Jalan Sutomo, Jalan Krakatau, Jalan Pancing, Jalan Wahidin, Jalan Gedung Arca, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Cemara, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Cirebon," sebut Putu.

Putu menambahkan, pihaknya masih akan mendalami kasus ini. Nasrul dikenakan Pasal 365 Ayat (2) Ke-1 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara.

Selasa, 25 September 2018

Pascatertangkapnya Komplotan Begal di Sunggal, Ini Fakta Yang Terungkap

by

Pascatertangkapnya Komplotan Begal di Sunggal, Ini Fakta Yang Terungkap



BERITA HARIAN - Tertangkapnya komplotan begal Gank Pompa X Door oleh Polsek Sunggal, tampaknya tidak yang akan bisa saja yang membuat masyarakat serta merta menjadi tenang.

Pasalnya komplotan ini yang akan bisa saja yang mengungkap fakta baru, bahwa masih ada jaringan begal lain yang berkeliaran di luar.

Ketua Komplotan Gank Pompa X Door atau yang sering mereka sebut PXD, Angga Nasution (18) yang akan bisa saja yang mengatakan bahwa di luar sana masih ada kelompok begal lain yang berkeliaran.

Hal itu yang akan bisa saja yang diungkapkan Angga, setelah ia beserta 7 anggotanya dan 1 Ketua Gank Cadaz atasnama Jericho Jeremia Sidabutar yang akan ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Sunggal.

Angga yang akan bisa saja yang menyebut dari Gank PXD sendiri yang secara keseluruhan berjumlah 30 orang, masih ada 21 anggota lain yang belum tertangkap.

"Ada grup lain namanya Simple Life (SL), Ketuanya yang akan bisa saja yang bercabang-cabang. Markas mereka di Jalan Ayahanda," kata Angga di Polsek Sunggal saat paparan, Senin (24/9/2018).

Angga menambahkan bahwa kelompoknya PXD selalu beraksi setiap pukul 24.00 WIB saat Malam Minggu.

"Biasa uang hasil pencurian sepeda motor untuk jajan saja," ujarnya.

Baca juga : Warga Terkejut Kapolsek Sunggal Tunjukkan Wajah Para Pelaku Begal

Perlu diketahui, Gank PXD tertangkap setelah melakukan pencurian dengan kekerasan (Begal), di Jalan Setiabudi depan SPBU Setiabudi, Minggu (23/9/2018) sekitar pukul 03.30 WIB dinihari.

Unit Reskrim Polsek Sunggal langsung bereaksi cepat menanggapi laporan yang masuk. Alhasil 9 tersangka diamankan beserta dengan barang bukti 10 unit sepeda motor dan 7 buah balok, 1 buah batu, 2 buah HP, 1 buah bendera dan 1 buah kaos serta 1 buah Bruce Knuckle.

Minggu, 19 Agustus 2018

Kapolrestabes Sarankan Untuk Begal Tidak Macam-macam di Medan Atau Terima Nasib Buruk

by

Kapolrestabes Sarankan Untuk Begal Tidak Macam-macam di Medan Atau Terima Nasib Buruk



BERITA HARIAN - Maraknya kejahatan jalanan yang sering disebut Begal, sangat meresahkan warga Kota Medan. Apalagi para pelaku begal tak segan-segan yang melukai para korbannya, yang tak menyerahkan sepeda motor dan barang berharganya saat yang dibegal.

Akibatnya banyak korban pelaku begal, yang telah mengalami luka-luka karena mempertahankan sepeda motor dan barang berharganya saat yang dibegal. Bahkan terkadang ada korban hingga meninggal dunia, dihajar oleh komplotan begal.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat yang memaparkan kasus Begal di Mapolrestabes Medan, mengaku bersyukur atas terungkapnya kasus kompolotan Cinai CS.

Karena dari kompolotan Cinai CS ini, diperoleh informasi bahwa kawanan begal ini yang sudah beraksi sebanyak tujuh kali dengan TKP yang berbeda.

"Untuk komplotan Cinai CS ini, tidak ada lagi anggotanya, para komplotan sudah yang ditangkap semua," kata Dadang di Polrestabes Medan, Sabtu (18/8/2018).

"Mereka ini merupakan komplotan sadis yang tega melukai korban. Karena salah satu korban Diky Fadli Siregar (25) warga Jalan Kapten Muslim Gang Keluarga I, Medan, masih selamat setelah ditikam berulangkali membabi-buta menggunakan Sangkur, hingga alami 41 jahitan," terang Dadang.

Baca juga : MUI Sumut Yang Masih Kaji Pada Penggunaan Istilah Islam Nusantara

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa Polrestabes Medan dan jajaran akan terus konsen untuk memberantas para kawanan begal yang meresahkan warga masyarakat.

"Kita akan kejar terus berantas kawanan begal yang meresahkan warga, kalau melawan akan kita tindak tegas. Ini sekaligus peringatan. Siapapun yang coba-coba jadi begal di Medan, akan kami kejar," tegas Dadang.

Kamis, 09 Agustus 2018

2 Begal Jalanan Beraksi di Kota Medan di Tembak Mati

by

2 Begal Jalanan Beraksi di Kota Medan di Tembak Mati



BERITA HARIAN - Maraknya aksi begal yang di Kota Medan yang menelan korban jiwa dan harta membuat Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) tak tinggal diam.

Komplotan begal kelompok RAS alias Raja yang akan berhasil ditangkap Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur. Saat yang akan dilakukan pengembangan ke beberapa lokasi kejadian, Raja berusaha kabur dan juga yang akan mengancam petugas dengan senjata tajam.
Raja kabur meski sudah yang diberi peringatan oleh pihak kepolisian. Peringatan tersebut tak diindahkan oleh pelaku, sehingga dengan tegas dan terukur polisi menembak pelaku, dibagian paha dan juga dada kiri.

“Tembakan mengenai paha dan dada sebelah kiri tersangka. Akibatnya, tersangka yang meninggal dunia,” kata Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira.

Lebih lanjut Putu yang menjelaskan, tersangka AS alias Bangun ini yang ditangkap karena diduga terlibat serangkaian aksi pembegalan yang di wilayah Kota Medan.

Salah satunya di Jalan Mabar, Kecamatan Medan Perjuangan pada Rabu, 13 Desember 2017 sekitar pukul 05.30 WIB dengan korbannya atas nama Rudi Wanto (38) warga Jalan Timah Putih A-II-04 Sukaramai II, Kecamatan Medan Area.

Bangun kerap yang bersaksi bersama temannya RAS alias Raja, warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Kecamatan Medan Denai, MRP alias Ridho, warga Jalan Beringin Pasar VII Gang Duku Tembung dan N yang masuk kategori daftar pencarian orang (DPO).

“Jadi kawanan begal yang berhasil kami amankan yakni Ridho yang ditembak di kedua kakinya. Sementara Raja dan Bangun karena mencoba kabur dan juga yang akan mengancam petugas dengan senjata tajam terpaksa diberi tindakan tegas dan terukur sehingga keduanya meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha.

Dari ketiga tersangka polisi berhasil amankan satu buah helm berwarna merah yang digunakan Raja, satu buah helm berwarna hitam yang digunakan Ridho.


Uang tunai Rp 180 ribu hasil penjualan sepeda motor Raja, uang tunai Rp 650 ribu hasil penjualan sepeda motor Ridho.

Satu unit Honda sepeda motor Honda CB 150 R Hitam yang digunakan Raja, satu unit sepeda motor Revo yang digunakan Bangun dan sebilah golok.

Komplotan begal ini beraksi di beberapa jalan di Kota Medan. Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, adapun aksi mereka yakni, Jalan Mabar Kecamatan Medan Perjunagan Medan, mencuri Honda Beat. Jalan Selam IV Medan, mencuri Honda Beat.

Baca juga : Polres Simalungun Telah Ungkap Dalam Sindikat Curanmor

Jalan STM Medan, mencuri Honda Supra X 125, Jalan Brigjen Katamso Medan, mencuri Honda Beat, Jalan Sisingamangaraja di Makam pahlawan Medan, mencuri Honda Supra X 125.

Jalan Pukat Banting Medan menxuri Honda Vario 150, Jalan Pukat/ Selam Medan, mencuri Honda beat hitam, Jalan Jermal XV Medan, mencuri Honda Supra X 125 Hitam.

Asia Simpang Amplas Medan, mencuri Honda Beat Merah Putih, Jalan Sumatera Medan, mencuri Honda Beat Biru Putih, Jalan HM Joni Medan, mencuri Honda Vario.

Jalan Sisingamangaraja fly over amplas Medan, mencuri Honda CB 150 Hitam, Jalan Lintas Tanjung Morawa Medan (sebanyak 7 kali sehingga lupa hasilnya) dan Jalan Irian Barat Medan, mencuri Honda Beat.

Kamis, 19 Juli 2018

Warga Sebut Jalan MT Haryono Sangat Rawan Dan Banyak Begal

by

Warga Sebut Jalan MT Haryono Sangat Rawan Dan Banyak Begal



BERITA HARIAN - Peristiwa pembegalan ini yang telah kembali marak terjadi di Kota Medan. Seorang pedagang mie pangsit, bernama Loei Wie Loen (66) warga Jalan Sungai Deli Kampung Masjid, Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat.

Loei yang sudah berumur lebih setengah abad ini, tewas karena yang dibegal di Jalan MT Haryono, Kecamatan Medan Timur atau depan Uniland Plaza. Menurut keterangan tetangga korban yang mengaku yang bernama Uli, ia yang mengatakan korban hendak mau belanja.

"Saya enggak tahu persis memang. Tapi dia udah jualan lima tahun di sini, dan kayaknya dia mau belanja. Memang daerah depan Uniland itu sepi, dan rawan. Pokoknya saya dengar kabar, dia udah tewas yang di pinggir jalan," ucap ibu penjual kelapa muda itu.

Peristiwa pembegalan tersebut yang terjadi pada Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 05.30 WIB. Sambung Uli, ia yang menuturkan bahwa peristiwa pemebegalan yang di depan Uniland Plaza sudah dua kali terjadi.

"Setahu saya udah dua kali itu. Inilah yang kedua kalinya. Pokoknya rawanlah di sana," ucapnya lagi.

Sementara, warga sekitar yang telah mengaku bernama Andri, membenarkan bahwa depan Uniland Plaza memang daerah sana rawan yang kerapa terjadi aksi kriminal.

"Memang betul itu. Di situ sepi kali, apalagi sekitar pukul 04.00 - 05.00 WIB. Saya pernah lewat dari situ sekitar pukul 04.30 WIB, memang sepi kali, enggak ada polisi yang patroli, makanya rawan di situ," ucap pria yang mengenakan kemeja berwarna hitam itu.

Hingga saat ini, korban yang sering jualan mie pangsit di Pajak Beruang, Kelurahan Pandahulu 1, Kecamatan Medan Kota itu, sudah tak berjualan.

Toko mie pangsit yang kerap ia pergunakan untuk jualan tertutup rapat dan tidak ada aktifitas apapun.

Kejahatan begal semakin merajalela saja akhir-akhir ini. Bahkan Tim Pegasus yang dibentuk oleh Polrestabes Medan, belum bisa menyikat habis tindak kejahatan yang terjadi di jalanan Kota Medan.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw beberapa waktu lalu sempat saja yang mengatakan, para pelaku kejahatan begal akan diberikan tindakan tegas.

Saat ditemui di Mall Center Point, Kamis (19/7/2018) malam, Kapolda memastikan tidak lupa dengan ucapannya. 

Paulus mengakui belakangan ini  mendengar dua kejadian yang diduga kasus begal di Medan. Namun ia menyebut satu di antara informasi yang beredar di media sosial ternyata hoax.

Baca juga : Rizal Diringkus Polisi Usai Buang 18,67 Gram Sabusabu, Akui Beli Dari Ardiansyah

"Kalau yang anak kecil itu jelas hoax karena itu kecelakaan murni, orang tuanya juga sudah mengakui itu," kata Paulus usai menonton berjudul Film 22 Menit yang berkisah tentang kisah heroik polisi yang bisa melumpuhkan para tersangka kasus teror bom hanya dalam waktu 22 menit.

Masih kata Paulus, terkait informasi itu artinya memberikan sebuah sounding kepada pihak kepolisian khususnya di kota besar Medan untuk semakin sigap mengantisipasi agar kasus begal tidak marak kembali.

"Jangan pernah ragu-ragu, artinya selama ini kita sibuk dengan Pemilihan Umum. (Pemilu) dan sebagainya. Jadi sekarang kita harus fokus untuk menangani pemberantasan kejahatan jalanan," katanya.

"Saya dari awal sejak di sini sudah katakan tidak ada toleransi untuk kelompok-kelompok begal. Jadi kita akan tindak tegas terukur dan tetap. Kalau mau coba-coba monggo silahkan. Nanti kalau kami tindak tegas jangan salahkan Pak Paulus," ucapnya.

Sekadar diketahui, pada Rabu (18/7/2018) kemarin, sekitar pukul 05.30 WIB, ada seorang penjual Mie Balap bernama Loei Wie Loen (66) warga Jalan Sungai Deli Kampung Mesjid No 16-E/2 Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat ke RS Murni Teguh yang ditemukan dalam keadaan luka lebam dibagian mata, kaki dan sesak nafas.

Barang yang hilang diantaranya, sepeda motor milik korban Honda Supra hitam Nomor Polisi BK 2902 KM dan uang milik korban hilang di Jalan MT Hartono Kecamatan Medan Timur dirampas oleh begal.

Personel Polsek Medan Timur langsung menghubungi saudara korban melalui HP korban dan membawa korban ke RS Murni Teguh Medan.

Tak lama berselang, sekitar pukul 10.00 WIB didapatkan informasi dari RS Murni Teguh Medan bahwa korban sudah dalam keadaan sekarat dan pada pukul 10.00 Wib korban telah meninggal dunia.

Seorang pria tua bernama Loei Wie Loen (66 tahun), tewas mengenaskan akibat ulah penjahat di Kota Medan. Ia mengalami luka serius, dan ditinggal dalam kondisi setengah sadar di tepi Jalan Madong Lubis dekat Pasar Beruang depan Uni Plaza Kota Medan, Rabu (18/7/2018) dinihari.

Menurut pengakuan Tiffany Wendy melalui akun Instagramnya, Loei Wie Loen adalah pamannya.

Loei Wie Loen tewas akibat dipukul pakai balok kayu, saat melintasi jalan itu mengnedarai sepeda motornya.

"Ini paman saya. Kondisi Medan sangat nggak aman. Katanya tergeletak di jalan. Motor sudah diambil, mustinya bisa cepat ditangkap begalnya," tulis Tiffany menanggapi pertanyaan yang datang kepadanya menggunakan akun milik media sosialnya.

Peristiwa perampokan yang terhadap Loei Wie Loen terjadi sebelum polisi datang pada pukul 05.45 WIB, namun korban tetap yang dibiarkan tergeletak di tepi jalan tidak ada yang menolongnya.

"Dah nggak ada yang nolongin sampai jam 05.45 baru polisi datang," ungkap Tiffany.

Jumat, 01 Juni 2018

Terungkap, 2 Pelaku Begal Yang Dihabisi Oleh Irfan Dengan Jurusnya

by

Terungkap, 2 Pelaku Begal Yang Dihabisi Oleh Irfan  Dengan Jurusnya



BERITA HARIAN - Latihan Ilmu bela diri yang di Pondok Pesantren selama dua tahun berbuah manis.

Mohammad Irfan Bahri, remaja berusia 19 tahun yang berhasil melumpuhkan dua begal bersenjata tajam.

Satu begal tewas, sementara yang lainnya luka parah.

Ditemui oleh Mapolrestro Bekasi Kota, Irfan yang mengaku mempelajari ilmu silat Joko Tole Naga Putih selama dua tahun terakhir.

"Bela diri silat khas Madura yaitu Joko Tole Naga Putih. Belajar ya kurang lebih dua tahunan,"ujar Irfan, Kamis (31/5/2018).

Atas yang tindakannya, pemuda asli Pamekasan, Madura itu yang akan mendapatkan penghargaan piagam kehormatan dari Polres Metro Bekasi Kota.

Setelah gelar perkara dengan ahli pidana, polisi yang memutuskan Irfan murni tidak bersalah karena melakukan pembelaan diri.

Polres Metro Bekasi Kota yang akan memberikan piagam penghargaan kepada Moh Irfan Bahri (19) karena keberanian yang melawan pelaku begal.

Baca juga : Daulay Ditangkap Polisi Hendak Rudapaksa Terhadap Seorang Gadis

Piagam itu yang diberikan Berdasarkan keputusan Kapolres Metro Bekasi Kota nomor kep/34/5/2018 tanggal 30 mei 2018 tentang pemberian piagam pengharagaan kepada anggota Polri dan juga Anggota Masyarakat.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kapolres Metro BekasiKota, Kombes Indarto disaksikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nica Afinta, yang di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018).

"Berkat doa ibu bapak sama guru yang di pondok semuanya dan dukungan semuanya yang akhirnya bisa beres sampai selesai. Bersyukur bisa dapat penghargaan dari pak polisi," paparnya.

Sabtu, 12 Mei 2018

Sadis! Seorang Ibu Bersama Putrinya Menjadi Korban Begal di Kota Malang

by

Sadis! Seorang Ibu Bersama Putrinya Menjadi Korban Begal di Kota Malang



BERITA HARIAN - Begal yang beraksi di di Jalan Tlogowaru dekat kawasan SMK Taruna Nala, Kota Malang, Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 18.30 wib

Akibatnya Nabila (15) murid SMPN 12 Malang warga Jalan Prenjak, bersama ibunya yang harus mendapatkan perawatan.

Begal juga yang membawa kabur sepeda motor dan satu tas yang berisi uang tunai ratusan ribu.

Dijelaskan Novian ayah Nabila, Nabila yang dijemput ibunya saat pulang sekolah.

Sebelum pulang, keduanya sempat yang mempir ke toko sepatu. Dari toko sepatu, mereka langsung pulang.

Dalam perjalanan pulang, ada dua orang dengan satu motor yang langsung memepet.

Salah satu dari dua orang itu lalu yang menendang Nabila hingga keduanya terjatuh.

"Setelah terjatuh, kedua orang tersebut langsung mendekat dan juga merampas motor serta tas. Satu di antara keduanya membawa kabur motor," ujar Novian, Sabtu (12/5/2018).

Diterangkan Novian, akibat dengan tendangan itu, Nabila mengalami yang luka pada bibirnya.

Sedangkan ibunya mengalami luka ringan.

"Namun alhamdulilah anaknya tidak apa-apa, itu anaknya lagi istirahat," tambah Novian.

Novian yang mengikhlaskan barang yang telah dirampas.

Baginya, keselamatan keluargalah yang sangat terpenting.

"Tadi setelah kejadian langsung saya bawa ke RS Aisiyah. Sudah ya, saya tidak mau yang memperpanjang. Biarlah barang yang hilang bisa dicari, yang penting anak saya selamat," jelasnya.

Baca juga : Inilah Kronologis Perempuan Yang Nekat Menusuk Anggota Brimob Menggunakan Gunting

Polsek Kedungkandang saat yang dikonfirmasi memang belum mendapat laporan masyarakat atas kasus begal yang terjadi di Tlogowaru.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha yang akan mengungkapkan, pihaknya juga belum menerima informasi laporan terkait aksi begal tersebut.

"Belum ada informasi begal yang Tlogowaru, " ungkapnya singkat (12/5/2018).

Beberapa waktu lalu Ambuka yang akan bisa saja yang akan menjelaskan Polres Malang Kota telah membentuk Tim Hunter. Tim ini memburu pelaku kejahatan jalanan seperti begal dan curanmor. Bahkan polisi telah melumpuhkan beberapa pelaku yang melawan saat dilakukan pengamanan.

Kamis, 26 April 2018

Polda Ringkus Empat Begal Sadis di Kota Medan, Tiga Lagi Masih Buronan

by

Polda Ringkus Empat Begal Sadis di Kota Medan, Tiga Lagi Masih Buronan



BERITA HARIAN - Ditreskrimum Polda Sumut yang berhasil mengamankan empat orang pelaku begal yang sering beraksi di Kota Medan karena sudah yang meresahkan masyarakat.

"Dari keempat tersangka yang akan diamankan satu diantaranya sebagai penadah,"kata DirKrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian yang didampingi Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (25/4/2018).

Ia yang mengatakan sebenarnya ada tujuh tersangka dengan satu penadah, namun baru empat orang yang berhasil diamankan. "Tiga orang lagi masih dalam tahap pencarian,"katanya.

Adapun keempat tersangka yang telah diamankan masing-masing Ridwan (27) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegal Sari II, kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul, Febrianto Simanjuntak (20) warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai mencari target, Arnold warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala berperan sebagai penadah dan Christian Simangunsong (25) warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan yang sebagai membantu tersangka lain untuk melancarkan aksi mereka.

"Ada tiga yang tersangka lagi yang sedang dalam buronan, dengan masing-masing yang berinisial DD, FR dan KP,"kata Andi Rian.

Mengenai di mana tempat para tersangka yang melancarkan aksinya, Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan para tersangka merupakan bandit jalanan yang acapkali beraksi yang di seputaran Jalan Serdang, Jalan Asia, Jalan Letda Sujono, dan juga Jalan Helvetia.

"Mereka ini merupakan jaringan begal yang sudah sangat bisa saja yang meresahkan masyarakat. Sebenarnya ini wilayah hukum dari masing-masing Polsek. Namun karena yang sudah sangat meresahkan, maka kita mengambil peran untuk yang akan melakukan pengembangan dan penangkapan,"kata Maringan saat disambangi yang di ruang kerjanya didampingi Kanit Ranmor DitKrimum Polda Sumut Kompol Anjas.

Dikatakan Maringan mereka ini jaringan begal motor. "Jadi, kalau ada kawan mereka yang sudah ditangkap, mereka akan yang mengubah lokasi dan juga yang akan menunggu paling cepat dua bulan setelah mereka mendapat kabar kawan mereka yang akan ditangkap petugas,"ujarnya.

Tiga dari empat pelaku yang sudah diamankan ini terbilang sadis. Karena, sambung Maringan, mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

"Banyak TKP mereka ini. Sangkin banyaknya, para tersangka lupa  yang menyebutkan di manamana saja mereka beraksi,"katanya.

Sementara itu, satu dari empat tersangka yang akan diamankan bernama Ridwan mengaku kalau dirinya sudah empat kali yang melakukan begal.

"Uang dari begal aku gunakan untuk beli sabu bang. Sudah empat kali saya yang lakukan itu bang. Biasanya saya melakukan aksi kalau lagi pengen nyabu bang,"ujarnya.

Baca juga : Anggota DPR Dimintai Hakim Rp 100 Miliar Supaya Ibunya Yang Tidak Ditahan

Mengenai apakah dirinya tidak kasihan yang melihat korban, pria dengan baju tahanan warna merah ini yang akan menyatakan kasihan.

"Setelah saya yang berhasil mengambil sepeda motor korban. Saya langsung kepikiran bagaimana korban yang ia begal,"katanya.

Saat ditanya bagaimana kalau orangtuanya yang di begal sama orang lain, pria berusia 27 tahun ini mengaku jangan.

"Aku gak pengen orangtuaku yang di begal. Kasihan,"ujarnya seraya menundukkan kepala.

Sementara itu, Kompol Anjas menyatakan kalau dirinya berhasil mengamankan keempat pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengetahui ciri-ciri dari pelaku.

"Jadi kita menyebarkan informasi mengenai para tersangka ini dan dapat informasi dari masyarakat mengenai ciri-ciri tersangka. Langsung kita lakukan pengejaran dan berhasil mengamankan keempat tersangka,"kata Anjas seraya menyatakan keempat tersangka diamankan di tempat dan waktu yang berbeda.

Selasa, 19 Desember 2017

Kapolrestabes Medan Yang Harus Serius Untuk Tangani Begal Dan Teroris

by

Kapolrestabes Medan Yang Harus Serius Untuk Tangani Begal Dan Teroris



BERITA HARIAN - Kapolrestabes Medan yang baru, Kombes Dadang Hartanto yang akan mengatakan, kejahatan jalanan (perampokan, begal, dll) dan yang akan aksi teroris untuk yang akan menjadi perhatian dan atensi utama dalam program kerjanya.

Ia yang akan bisa saja yang akan mengimbau masyarakat tetap waspada dan juga yang akan bekerjasama dalam memberikan informasi yang akan bisa saja yang terkait dua kasus yang di atas.

"Tindakan tegas tetap kami lakukan bagi mereka yang telah saja yang akan bisa saja yang akan meresahkan masyarakat. Apalagi, bila aksinya sampai yang akan bisa saja yang akan melukai dan menimbulkan ketakutan," ungkap Dadang usai melepas pejabat Kapolrestabes Medan yang lama, Kombes Sandi Nugroho yang di Polrestabes Medan Jalan HM Said, Selasa (19/12/2017) sore.

Terkait aksi terorisme, Selasa dini hari sekitar pukul 00.05 WIB, SPBU 11.201.101 yang di Jalan KL Yos Sudarso, diteror orang yang tak dikenal.

SPBU yang tengah sepi yang berusaha dibakar seorang pelaku.

Sayangnya, sejumlah pegawai SPBU yang akan diwawancarai wartawan enggan yang memberikan keterangan.

Mereka yang mengatakan, salah satu pomppa pengisian bahan bakar yang dikabarkan sempat dilempar bom molotov.

"Kami juga yang berharap masyarakat untuk memasang kamera CCTV agar yang memudahkan mengungkap kasus kejahatan. Namun, CCTV yang ada sejauh ini yang masih kurang bagus, karena gambarnya sedikit kabur," ungkap Dadang.

Menyangkut masalah ini, Dadang juga akan berkordinasi dengan Pemerintah Kota Medan agar mengeluarkan perda untuk pemasangan CCTV. Ia mengatakan, tiap bangunan baru semestinya diminta untuk memasang CCTV.

Baca juga : Liverpool Yang Ternyata Menjadi  Mimpi Terburuk Oleh Petr Cech

"Kalau bisa, ada peraturan dimana bangunan baru harus memasang CCTV. Sehingga ketika terjadi aksi kejahatan, lebih mudah menangkap pelakunya," ungkap Dadang.

Terkait aksi terorisme, ia juga meminta peran aktif dari masyarakat dan kepala lingkungan.

Bila ada orang-orang baru yang mencurigakan, lanjut Dadang, silahkan dilapor ke Polrestabes Medan.

"Pencegahan dini itu kan lebih baik. Ketika ada yang dicurigai, laporkan saja. Kepala lingkungan juga harus memantau rumah kos-kosan," katanya.

Rabu, 08 November 2017

Polisi Yang Menangkap Komplotan Anggota Begal Yang Di Mampang

by

Polisi Yang Menangkap Komplotan Anggota Begal Yang Di Mampang



BERITA HARIAN - Polrestro Jakarta Selatan yang akan bisa saja meringkus kawanan begal motor yang kerap beraksi yang bersama-sama. Empat dari total dan juga sembilan pelaku yang telah berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso pada Selasa (7/11/2017) yang mengatakan, para pelaku yang akan melakukan perampokan sepeda motor dan juga harta benda korban dengan cara yang sangat cukup unik sekali.

"Jadi semua para pelaku yang akan beraksi dan juga bersembilan yang akan bersama-sama. Mereka tidak bawa senjata api atau juga senjata tajam. Hanya yang akan bisa saja mengintimidasi dengan jumlah saja," kata Bismo.

Bismo yang akan bisa saja yang mengatakan, mereka kala itu dan yang akan merampok seorang pengendara sepeda motor yang bernama Rizky pada tanggal 1 November lalu.

Rizky, kata Bismo, kala itu yang sedang berhenti di SPBU perempatan Jalan Raya Mampang.

"Para pelaku lalu yang akan menyambangi korban. Salah satu pelaku lalu duduk yang di motor korban, dan juga yang akan meminta korban mengikuti kawan-kawannya," kata Bismo.

Rizky yang pasrah pun dan juga yang akhirnya hanya bisa saja yang mengikuti para penjahat. Digiring hingga TPU Jeruk Purut, para pelaku yang lalu meminta Rizky untuk menyerahkan motornya.

"Korban rupanya tidak mau menyerahkan motornya yang begitu saja. Akhirnya terjadi perkelahian. Korban kalah yang dikeroyok pelaku. Kesembilan pelaku yang melarikan diri setelah korban yang berteriak minta tolong," kata Bismo.

Dari hasil penyelidikan, polisi yang mengamankan empat pelaku yang berinisial E, W, L, dan Y.

"Lima lagi yang masih kami kejar, berikut sepeda motor curian mereka," kata Bismo

Jumat, 27 Oktober 2017

Empat Orang Pria Diduga Begal Yang Menewaskan Karyawati BNI Ditangkap

by

Empat Orang Pria Diduga Begal Yang Menewaskan Karyawati BNI Ditangkap



BERITA HARIAN - Empat pria ini yang diduga bagian komplotan jambret yang diamankan, diperiksa yang di Mapolres Siantar, Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB, (27/10/2017)

"Komplotan (jambret) orang Si N semua itu. yang Diperiksa semua itu. Dicurigai yang terlibat, mengetahui," kata seorang polisi yang berseragam casual yang di depan ruang Unit Perlindungan Perempuan dan juga Anak.

Keempat pria yang telah diamankan yakni AH alias Ompong, AR, PR, dan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

Pria ini yang belum diketahui identitasnya yang ditangkap bersama seorang wanita yang berambut pendek, dan yang berkulit putih.

"Enggak ada aku jambret (Pegawai Bank BNI, Rara Sitta Stefanie). Aku yang dicurigai," ujar Ompong.
Keempat pria ini yang beserta wanita tersebut yang akan diperiksa di ruang Jatanras Polres Siantar. Pada Saat yang diamankan AR tampak gugup sekali dan yang mencurigakan baru saja yang memakai narkotika.

"Kapan yang terakhir kau makai (narkotika). Jujur kau, tes urine berani kau?" tanya petugas itu.

"Sudah lama pak. Sudah setahun yang lalu," ujarnya gelagapan.

Pegawai Bank BNI Rara Sitta Stefanie yang akan menjadi korban penjambretan yang telah berujung kecelakaan lalu lintas yang akan saja merenggut nyawanya usai yang akan terseret-seret yang di Jalan Melanthon Siregar pukul 19.30 WIB, Rabu (25/10/2017).

Bagian kepala Rita yang telah bersimbah darah dan juga kondisi wajahnya yang tragis, terdapat pada luka robek parah yang di atas mata kirinya. Jasadnya yang dibawa ke ruang Instalansi Jenazah dan Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Djasamen Saragih.

Jenazahnya yang akan bisa saja dibersihkan sejak pukul 21.00 WIB dan langsung yang diformalin hingga pukul 22.44 WIB.

Berstatus perantau yang ke Siantar, Rita Sitta Stefanie yang dikebumikan di Semarang.

Hal ini  yang tekah diketahui Beritaharianduniakita ,setelah pihak yang petinggi Bank BNI yang  berkomunikasi dengan Ibu kandung Rita dan juga Suaminya Hendri Kukuh.

Selasa, 10 Oktober 2017

Dua Pria Ini Yang Ditangkap Ketakutan, Ternyata Membuat Benda Tajam Untuk Begal

by

Dua Pria Ini Yang Ditangkap Ketakutan, Ternyata Membuat Benda Tajam Untuk Begal



BERITA HARIAN  - Mengantisipasi maraknya aksi begal yang di jalanan, semua jajaran polsek yang akan melakukan patrol yang secara rutin di wilayah yang rawan kejahatan.

Meski yang tak menemukan begal, namun polisi juga yang akan melakukan patroli kerap untuk menangkap mereka yang telah membawa narkoba.

Seperti halnya yang akan dilakukan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru. Saat itu yang melakukan patroli rutin, petugas juga yang akan menangkap dua orang pecandu narkoba.

Adapun pecandu yang ditangkap dengan masing-masing Mario Sihombing (25) warga Jl Datuk Kabu dan Igun Gunawan (29) warga Jl Alumunium. Keduanya yang ditangkap saat kebut-kebutan yang di Jalan Putri Hijau.

"Dari tangan yang keduanya, anggota menyita paketan sabu yang seharga Rp250 ribu. Saat ini keduanya yang masih dalam pemeriksaan," ungkap Kapolsek Medan Baru, Kompol Victor Ziliwu, Senin (9/10/2017).

Mantan Kapolsek Medan Barat yang ini mengatakan, pihaknya yang masih saja mendalami siapa pengedar sabu yang akan memberikan narkoba itu pada kedua tersangka. Sejauh ini, keduanya yang masih belum mengaku.

"Masih kami dalami dari siapa mereka yang beli narkobanya. Anggota yang sedang lidik di lapangan," pungkas mantan Wakasatreskrim Polrestabes Medan ini.

Senin, 09 Oktober 2017

Membegal Perempuan Yang Ditengah Malam, Dab Beginilah Nasib Kedua Pelaku

by

Membegal Perempuan Yang Ditengah Malam, Dab Beginilah Nasib Kedua Pelaku



BERITA HARIAN
- Senin (2/10/2017) yang tengah malam, masyarakat dihebohkan dengan kejadian perampokan yang telah dialami oleh Wita Astuti (31) Warga Tembung.

Saat yang melintas di Jalan Putri Hijau, Medan Barat, Astuti yang telah mengendarai sepeda motor dirampok oleh kedua orang pria. Ia yang jatuh ke aspal dan juga tak sadarkan diri.

Setelah kejadian, petugas Unit Reskrim Polsek Medan Barat yang telah menerima laporan suami korban kemudian yang akan membentuk tim dibantu petugas Polrestabes Medan. Setelah yang beberapa hari melakukan penyelidikan, hasilnya dua pelaku yang ditangkap.

Satu yang diantara tersangka yang juga merupakan otak pelaku yang bernama Andi Roban warga Jl Satria Barat, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan yang terpaksa ayng akan ditembak mati.

Pria yang telah berusia 25 tahun itu yang ditindak tegas karena yang berusaha untuk melarikan diri saat ditangkap.

Setelah yang mengamankan Andi, polisi yang melakukan pengembangan dan juga menangkap Zularmain Siringoringo alias Armen (29) warga Jalan Sentosa Lama, Gang Antara No26, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan.

Tersangka Armen juga yang ditembak di bagian kaki kirinya karena berusaha untuk kabur ketika ditangkap.

"Adapun tersangka yang telah meninggal dunia ini berperan sebagai eksekutor yang telah merampas tas korban. Sementara tersangka ZS berperan yang sebagai joki," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah didampingi oleh Kapolsek Medan Barat, Kompol Revi Nurvelani, Senin (9/10/2017) sore.

Febri mengatakan, pengungkapan ini berawal dari pemeriksaan rekaman CCTV yang ada di lokasi. Dari rekaman CCTV terlihat ciri-ciri dua orang pelaku.

"Dua tersangka lainnya yang kami amankan merupakan penadah. Selanjutnya kasus ini ditangani oleh Polsek Medan Barat," kata Febri.

Adapun dua orang penadah yang ikut disergap masing-masing Juli Andika Pohan (25) warga Jl Cokroaminoto, Gang Sabun No18, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan dan Dina Mutiara Putri (22) warga Jl Lubuk Kuda.

Dalam kasus ini, ada tiga unit handphone yang diamankan.

Kamis, 05 Oktober 2017

Seorang Wanita Yang Dibegal Didepan Kantor Samsat, Dengan Kondisi Wita Yang Sekarang Ini

by

Seorang Wanita Yang Dibegal Didepan Kantor Samsat, Dengan Kondisi  Wita Yang Sekarang Ini



BERITA HARIAN - Wita yang dibegal pada Senin (2/10/2017) Pukul 23.00 WIB yang di Jalan Putri Hijau, Medan tepatnya yang di depan Kantor Samsat.

Awalnya ia yang telah menyadari kalau sedang diikuti pengendara yang lain, namun ia yang tidak mempunyai firasat bakal dibegal.

Selepas lampu merah simpang Hotel JW Marriott ia yang tancap gas naik sepeda motor Vario. Tepat yang ada di depan kantor Samsat, tas ransel yang akan miliknya dan juga dirampok oleh pengendara yang mengikutinya tadi.

Witapun yang terjatuh dan tak sadarkan diri. Tas ransel yang akan dompet, HP, dan dokumen penting miliknya dibawa kabur.

Wanita 32 tahun ini yang kemudian bawa polisi yang sedang tugas piket yang di Samsat ke IGD RS Putri Hijau Medan.

Wita yang mengalami luka yang di dahi hingga harus mendapat delapan jahitan. Kaki, lengan dan bibirnya dan juga terluka serta dan yang beberapa giginya patah.

Kolonel CKM Dr Farhaan Abdullah SPTHT, Kepala Rumah Sakit Putri Hijau yan akan mengatakan pihak Rumah Sakit yang langsung membawa korban yang ke IGD untuk bisa mendapat pertolongan.

"Kami yang lebih mengutamakan keselamatan korban yang ketimbang proses administrasi,” ujarnya.

Bram Hadinata, suami korban mengaku tak menyangka pada kejadian ini menimpa pada istrinya. Begitu mendengar kabar ini dari juga rumah sakit, saya bergegas langsung yang ke IGD.

"Saya yang melihat kondisi istri yang seperti itu, badan ini lemas. Padahal itu jalan yang akan selalu ia lewati yang ketika pulang kerja, namun ini yang akan  terjadi,” ujar pria 31 tahun ini.

Selasa, 03 Oktober 2017

Enam Anak Remaja Membegal Warga, Dan Mengambil Motor Yamaha Mio

by

Enam Anak Remaja Membegal Warga, Dan Mengambil Motor Yamaha Mio



BERITA HARIAN - Enam orang anak yang di bawah umur yang sering yang membuat onar dan meresahkan dan pengendara yang di jalan Dapur 12 Sagulung yang akan diamankan oleh Polsek Sagulung, Batam yang di tempat mangkal mereka yang di Kavling Kamboja, Senin (2/10/2017) sekitar pukul 12.00 WIB.

Ke enam anak yang di bawah umur yang akan diamankan oleh Polsek Sagulung yang tersebut yakni Rn (16), Ra (14), Np (16), Mt (17) dan Ri (15). Penangkapan yang tersebut yang akan dilakukan setelah Polisi yang akan mendapat laporan dari warga yang motornya yang akan dirampas di jalan Dapur 12 Sagulung.

"Ada laporan dari warga yang motor Yamaha Mio yang akan miliknya dirampas oleh sekelompok anggota begal yang di jalan Dapur 12, jadi anggota yang langsung saja bergerak dan langsung mengamankan keenam pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Bonar Hutapea, Selasa (3/10/2017).

Bonar yang akan mengatakan, dari hasil penyidikan yang sementara ke enam pelaku yang tersebut baru saja melaksanakan aksinya pertama kali. "Kita masih saja kembangkan, kita yang masih saja mencari laporan yang modusnya sama," kata Bonar.

Modus yang akan dilakukan pelaku adalah dengan yang mengintai korbannya yang di jalan yang sepi dan saat korbannya lewat pelaku yang langsung saja mencegat dan juga yang akan merampas motor serta barang berharga milik korbannya. "Keterangan dari pelaku persis seperti yang telah dialami korban yang kita terima,"kata Bonar.

Dari tangan pelaku, polisi yang berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio milik korban. "Motor yang kita amankan yang masih utuh, dipakai dengan para pelaku," lanjut Bonar.

Saat ini Polsek Sagulung, masih saja melakukan pengejaran yang terhadap satu orang pelaku yang sempat saja memisahkan diri dari kemplotannya."Masih ada temannya satu lagi yang belum kita amankan, kita yang masih lakukan pencarian,"kata Bonar.

Untuk sementara atas tindakan yang telah dilakukan pelaku yang akan dikenakan pasal pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Senin, 02 Oktober 2017

Sembilan RemajaYang Ditangkap Di Denpasar, Dengan Kasus Begal

by

Sembilan RemajaYang Ditangkap Di Denpasar, Dengan Kasus Begal



BERITA HARIAN
- Sembilan remaja yang dibekuk Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan karena yang menjadi dalang dari serangkaian kejahatan jalanan.

Mereka adalah, MAD (15),  KAP (15), RZL (15), IKR (15), IKA (15), IWRM (15), IK (17), SDC (15) dan yang IGAP (15) yang dikenal yang sadis selama yang beraksi.

Komplotan yang remaja ini ternyata juga yang pernah tersangkut kasus penusukan yang terhadap seorang pengendara yang bernama Nurhadi Imam Khoiri (21) yang di Jalan Tukad Barito pada Kamis (24/8/2017) lalu.

Imam yang mengalami luka parah pada bagian kepala dan lengan kiri yang setelah yang ditusuk dan dianiaya dan sejumlah pelaku.

“Pelaku yang meneriaki korban maling, dan juga kemudian yang menghajarnya,” tutur Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Bangkit Dananjaya, Denpasar, Senin (2/10/2017).

Bahkan yang kasus penusukan yang terhadap Imam yang sendiri sampai yang diatensi langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

Kemudian mereka juga yang mengaku pernah melakukan aksi pembegalan seorang yang mahasiswa, Langi di depan bengkel Karya Motor, Jalan Raya Sidakarya (28/9/2017).

Pelaku yang merampas dompet berisikan uang tunai yang sebesar Rp 400 ribu dan dengan sebuah handphone.

“Awalnya kami yang menangkap enam orang pelaku dan yang berdasarkan hasil pengembangan ada tiga tersangka lain yang kami tangkap,” cetusnya.

Kata dia, kelompok yang remaja ini diotaki oleh MAD.

Kata Bangkit, mereka yang beraksi secara berkelompok pada malam ataupun dini hari.

Kawanan remaja yang ini juga dan membekali diri dengan sejumlah senjata tajam.

“Mereka yang selalu membawa dua pisau dan lipat stainless yang akan ditaruh pada dashboard motor. Ada juga sebuah rantai kalung dan juga potongan besi yang berkuran 30 cm yang kami sita dari tangan pelaku,” terangnya.

Selain sajam, kawanan ini juga yang membawa sebuah strapless yang berwarna kuning saat yang mengincar korban.

Iptu Bangkit, yang mengatakan, strapless warna kuning yang digunakan untuk menakut-nakuti semua para korban karena yang memiliki suara mirip dengan tembakan pistol.

“Ini (stapless) yang dipakai untuk menakut-nakuti korban,” tuturnya.

Bahkan, agar aksi yang begal berjalan dengan lancar, plat motor yang akan digunakan pelaku yang tak lupa untuk yang akan ditutupi dengan plastik hitam oleh pelaku.

Itu yang akan dilakukan agar korban ataupun pihak kepolisian yang kesulitan mengidentifikasi mereka.

“Uang yang hasil kejahatan mereka yang digunakan untuk makan-makan,” terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan yang menegaskan para pelaku yang tidak termasuk dalam geng motor.

Selain yang terlibat di tiga TKP yang di wilayah hukum Denpasar Selatan, ada beberapa tersangka yang juga terlibat pada kasus perampasan yang di Denpasar Barat hingga Kuta.

Senin, 04 September 2017

Dua Pemuda Membawa Parang Dan Tendang Polisi Pada Saat Mau DiTangkap

by

Dua Pemuda Membawa Parang Dan Tendang Polisi Pada Saat Mau DiTangkap



BERITA HARIAN - Tim 1 Elang Polrestabes Semarang yang menangkap dua pemuda yang di kawasan Jalan Mayjend Sutoyo, Semarang Tengah, Senin (4/9/2017) dini hari.

Dua pemuda itu yang membawa parang sepanjang 60 sentimenter.

Keduanya adalah Yusuf Efendhi (22) warga Jalan Wiroto Dalam, Krobokan, Semarang Barat; dan Anggi (22) warga Jalan Ronggolawe, Semarang Barat.

Semula, para personel Elang yang sedang patroli di kawasan Jalan Mataram yang ke arah perempatan Gajah Mada.

Ada dua pemuda yang mengendarai motor Yamaha Jupiter tanpa pelat nomor.

"Saat saya coba untuk berhentikannya, malah kena tendang pemboncengnya. Lalu kami kejar," kata Kasubnit II Dalmas, Aiptu Aris Mulyo Sugiarto.

Ketika pengejaran, Aris yang melihat salah satu pemuda yang mengeluarkan sebilah parang.

Parang itu lantas dibuang yang di sekitaran Jalan Mayjend Sutoyo.

"Mereka lari berpencar. Ada yang ke arah Simpanglima, satunya ke Gajah Mada," imbuh Aris.

Belum beruntung, dua pemuda itu pun diringkus para personel Elang.

Mereka pun yang digelandang para polisi ke Mapolrestabes Semarang.

Tiba di kantor polisi, para pemuda itu wajib jalan jongkok, kemudian yang berguling-guling sejauh 10 meter.

"Saat kami periksa, mereka mengaku pernah membegal yang di wilayah Semarang. Ini sedang kami dalami," kata Kepala Tim 1 Elang, AKP Nengah Suamba.

Minggu, 03 September 2017

Seorang Pria Gagal Rampas, Begal Ini Nyaris Tewas Dihakimi Massa Di Bekasi

by

Seorang Pria Gagal Rampas, Begal Ini Nyaris Tewas Dihakimi Massa Di Bekasi



BERITA HARIAN - Seorang begal yang nyaris tewas diamuk massa pada saat beraksi yang di Jalan Raya Cikarang-Sukatani, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Minggu (3/9/2017) dini hari.

Pelaku yang belum saja diketahui dengan identitasnya itu, masih saja diperiksa oleh petugas di Mapolsek Cikarang Kota.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Asep Adisaputra yang membenarkan hal itu. Namun Asep enggan menjelaskan identitas pelaku dan korban pembegalan itu.

Polisi yang mengaku masih mendalami kasus ini tersebut. "Pelaku lainnya masih dalam pengejaran oleh tim Polres dan Polsek," ujar Asep, Minggu (3/9/2017).

Asep memastikan, korban dalam kondisi baik dan selamat meski menjadi korban kejahatan.

Dalam kesempatan itu, Asep juga enggan yang berspekulasi apakah pelaku pembegalan itu geng motor atau memang spesialis pencuri dengan kekerasan.

"Masih kita dalami dengan apakah geng motor atau bukan," kata Asep.

Berdasarkan dengan data yang diperoleh Warta Kota, pelaku diduga berjumlah lebih dari dua orang.

Saat beraksi, mereka sempat saja membacok kepala korban menggunakan sebilah celurit sampai korban dan temannya

Korban kemudian yang berteriak meminta bantuan, sementara warga yang mendengar teriakan korban langsung bergegas menolongnya.

Dibantu warga, korban yang berhasil menangkap salah satu pelaku kejahatan. Sayangnya, sepeda motor korban berhasil yang dibawa kabur oleh pelaku lain. Massa yang kesal dengan ulahnya, langsung menghakimi tersangka dengan tangan kosong.

Tim reserse mobile Polsek Cikarang Kota yang sedang observasi yang di wilayah bergegas ke lokasi untuk mengevakuasi tersangka dari amukan massa itu.

Hingga Minggu siang, polisi yang masih menggali keterangan tersangka untuk mengungkap identitas temannya dan sepak terjang mereka.

Apabila berhasil ditangkap, mereka yang akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara yang di atas lima tahun.

Top Ad 728x90