Tampilkan postingan dengan label Polda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2018

Polda Ringkus Empat Begal Sadis di Kota Medan, Tiga Lagi Masih Buronan

by

Polda Ringkus Empat Begal Sadis di Kota Medan, Tiga Lagi Masih Buronan



BERITA HARIAN - Ditreskrimum Polda Sumut yang berhasil mengamankan empat orang pelaku begal yang sering beraksi di Kota Medan karena sudah yang meresahkan masyarakat.

"Dari keempat tersangka yang akan diamankan satu diantaranya sebagai penadah,"kata DirKrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian yang didampingi Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (25/4/2018).

Ia yang mengatakan sebenarnya ada tujuh tersangka dengan satu penadah, namun baru empat orang yang berhasil diamankan. "Tiga orang lagi masih dalam tahap pencarian,"katanya.

Adapun keempat tersangka yang telah diamankan masing-masing Ridwan (27) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegal Sari II, kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul, Febrianto Simanjuntak (20) warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai mencari target, Arnold warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala berperan sebagai penadah dan Christian Simangunsong (25) warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan yang sebagai membantu tersangka lain untuk melancarkan aksi mereka.

"Ada tiga yang tersangka lagi yang sedang dalam buronan, dengan masing-masing yang berinisial DD, FR dan KP,"kata Andi Rian.

Mengenai di mana tempat para tersangka yang melancarkan aksinya, Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan para tersangka merupakan bandit jalanan yang acapkali beraksi yang di seputaran Jalan Serdang, Jalan Asia, Jalan Letda Sujono, dan juga Jalan Helvetia.

"Mereka ini merupakan jaringan begal yang sudah sangat bisa saja yang meresahkan masyarakat. Sebenarnya ini wilayah hukum dari masing-masing Polsek. Namun karena yang sudah sangat meresahkan, maka kita mengambil peran untuk yang akan melakukan pengembangan dan penangkapan,"kata Maringan saat disambangi yang di ruang kerjanya didampingi Kanit Ranmor DitKrimum Polda Sumut Kompol Anjas.

Dikatakan Maringan mereka ini jaringan begal motor. "Jadi, kalau ada kawan mereka yang sudah ditangkap, mereka akan yang mengubah lokasi dan juga yang akan menunggu paling cepat dua bulan setelah mereka mendapat kabar kawan mereka yang akan ditangkap petugas,"ujarnya.

Tiga dari empat pelaku yang sudah diamankan ini terbilang sadis. Karena, sambung Maringan, mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

"Banyak TKP mereka ini. Sangkin banyaknya, para tersangka lupa  yang menyebutkan di manamana saja mereka beraksi,"katanya.

Sementara itu, satu dari empat tersangka yang akan diamankan bernama Ridwan mengaku kalau dirinya sudah empat kali yang melakukan begal.

"Uang dari begal aku gunakan untuk beli sabu bang. Sudah empat kali saya yang lakukan itu bang. Biasanya saya melakukan aksi kalau lagi pengen nyabu bang,"ujarnya.

Baca juga : Anggota DPR Dimintai Hakim Rp 100 Miliar Supaya Ibunya Yang Tidak Ditahan

Mengenai apakah dirinya tidak kasihan yang melihat korban, pria dengan baju tahanan warna merah ini yang akan menyatakan kasihan.

"Setelah saya yang berhasil mengambil sepeda motor korban. Saya langsung kepikiran bagaimana korban yang ia begal,"katanya.

Saat ditanya bagaimana kalau orangtuanya yang di begal sama orang lain, pria berusia 27 tahun ini mengaku jangan.

"Aku gak pengen orangtuaku yang di begal. Kasihan,"ujarnya seraya menundukkan kepala.

Sementara itu, Kompol Anjas menyatakan kalau dirinya berhasil mengamankan keempat pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengetahui ciri-ciri dari pelaku.

"Jadi kita menyebarkan informasi mengenai para tersangka ini dan dapat informasi dari masyarakat mengenai ciri-ciri tersangka. Langsung kita lakukan pengejaran dan berhasil mengamankan keempat tersangka,"kata Anjas seraya menyatakan keempat tersangka diamankan di tempat dan waktu yang berbeda.

Sabtu, 24 Juni 2017

Polda Yang Menangkap Anggota OKP Karena Pungli Kepada Warga

by

Polda Yang Menangkap Anggota OKP Karena Pungli Kepada Warga



BERITA HARIAN -Setelah yang hampir sepekan untuk melaksanakan Operasi Ramadniya Toba 2017, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Jumat (23/6/2017) kembali lagi yang menangkap puluhan preman yang melakukan pungutan liar (pungli) dan pemerasan yang terhadap dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan yang telah menyebutkan polisi mengungkap 26 kasus pungli dan pemalakkan yang teah terjadi di sejumlah lokasi yang di Medan.

"Ya, kemarin ada 41 orang yang telah diamankan dan saat ini seluruhnya yang sudah didata serta telah yang diberikan dalam pembinaan agar tidak bisa untuk melakukan dalam kegiatan yang dapat bisa mengganggu Kamtibmas," kata MP Nainggolan, Sabtu (24/6/2017).

Adapun yang barang bukti yang berhasil disita dari kegiatan ilegal yang telah dilakukan oeh para preman tersebut senilai Rp 266.000.

"Satu unit sepeda motor yang milik juga diamankan," sebutnya. 

Sebelumnya, sejak Senin (19/6/2017) Polda Sumut dalam operasi Ramadniya Toba sudah berhasil mengamankan pada ratusan preman dan jukir liar yang di terminal, pasar serta yang beberapa pusat keramaian lainnya. Beberapa kasus pencurian dan juga perjudian juga yang berhasil diungkap selama operasi tersebut yang berlangsung.

Operasi Ramadniya Toba yang ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari yang setelah lebaran 2017 sesuai dengan instruksi Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian. Hal itu yang dilakukan untuk memberikan rasa aman dan juga nyaman kepada masyarakat yang tengah merayakan kebersamaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Top Ad 728x90