Tampilkan postingan dengan label Polda Sumut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polda Sumut. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2018

Viral Polda Sumut, Berantai Polisi Gelar Razia, Khusus Kendaraan Mati Pajak

by

Viral Polda Sumut, Berantai Polisi Gelar Razia, Khusus Kendaraan Mati Pajak



BERITA HARIAN
- Polisi yang dikabarkan akan melakukan razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Menurut informasi yang telah beredar di grup WhatsApp razia ini akan dimulai pada 1 Oktober 2018.

Razia ini juga yang akan dilakukan karena ada ratusan ribu kendaraan baik motor maupun mobil yang belum bayar pajak kendaraan.

Terkait masalah ini, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dengan tegas menampik kabar tersebut. Ia yang mengatakan, kabar yang tersebar secara berantai melalui aplikasi whatsapp tersebut merupakan kabar hoax.

"Nggak benar, hoax kabar itu," katanya, kepada wartawan, Senin (1/10/2018).

Dalam pesan yang tersebar itu yang akan disebutkan, jika Pemda, Dishub bekerjasama dengan Polri akan menggelar razia pajak STNK mobil dan motor diseluruh Kabupaten, Kotamadya, dan Provinsi diseluruh Indonesia.

Bagi kendaraan yang telat bayar pajak 3 tahun atau lebih, akan langsung dikandangin. Sedangkan untuk bayar derek dan parkir, dalam sehari akan dikenakan tarif Rp 400 ribu.

Dikatakan Tatan, dalam pesan hoax itu juga yang disampaikan jika razia digelar pada pagi hari pukul 09.00 WIB - 12.00 WIB, siang hari pukul 14.00 - 17.00 WIB, dan malam hari pukul 20.00 - 24.00 WIB.

Baca juga : KPK Akan Terbitkan DPO Anggota DPRD Sumut Ferry Suando Tanuray Kaban

Razia ini juga yang akan dilakukan secara gabungan dengan Polsek dan Polres seluruh Indonesia.

"Kita dari Kepolisian tidak ada melakukan razia seperti yang disebutkan dalam berita hoax tersebut," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, informasi hoax serupa juga pernah terjadi Januari dan Juli 2018 lalu. Kabar ini sebelumnya, juga dibantah oleh Polri.

Selasa, 25 September 2018

Komite Tani Yang Menggugat, Minta Polda Sumut Untuk Berantas Mafia Tanah

by

Komite Tani Yang Menggugat, Minta Polda Sumut Untuk Berantas Mafia Tanah



BERITA HARIAN - Seribuan massa tani yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM) yang menggelar aksi unjuk rasa yang di Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Senin (24/9/2018).

Kedatangan massa yang ini dilakukan untuk meminta dan menyampaikan dukungan mereka ke Polda Sumut dalam memberantas para mafia tanah yang merajalela di Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

"Tanah, bumi, air dan seluruh kekayaaan yang terkandung untuk di dalam sepenuhnya dikuasai Negara dan sebesar-besarnya untuk yang akan kemakmuran rakyat. Hal ini termaktub dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1954. Namun mayoritas kekayaan alam, terutama yang akan dikuasai oleh para konglomerat, pengusaha, developer, preman dan mafia," kata koordinator aksi, Unggul Tampubolon, Senin (24/9/2018)

Lanjut Unggul, selama ini, kelompok tani kerap mendapat sebuah ancaman dari pihak preman maupun Organisaai Kelompok Pemuda (OKP) dalam yang akan bisa memperjuangkan dan mempertahanakan tanah mereka.

Untuk itu, mereka yang akan berharap agar Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bisa segera memberantas para mafia tanah tersebut.

"Kita Komite Tani Menggugat, yang akan mendukung penuh pemberatasan para mafia tanah dan menangkap preman mafia tanah, mafia pradilan dan developer yang menjual belikan tanah eks HGU maupun HGU," ujarnya.

Menanggapi itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang akan mengaku akan menindaklanjuti laporan masyarakat yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM) ini.

Karenanya Kapolda meminta agar massa yang akan bisa saja yang menginventarisir data mereka dan menyerahkannya ke Polda Sumut. Sehingga kemudian bisa kita koordinasikan dengan BPN.

Baca juga : Lobi Kursi Wagub ke Ketua DPRD DKI, PKS Diberi Buku Kebijakan Ahok

"Kalau ternyata data inventarisir tidak masuk HGU, maka harus yang akan dinyatakan di persil mana. Hal ini agar nanti pendataan oleh tim 9 yang dibentuk gubernur bisa diajukan hak kepemilikannya," ungkap Kapolda.

Terkait mafia tanah, Agus menyatakan, mereka tidak bisa apa-apa bila masyarakat tidak membantunya. Karenanya, Agus mengatakan, masyarakat juga jangan mau menjadi alat para mafia tanah.

"Tentunya mafia tanah tidak bisa apa-apa kalau tidak dibantu masyarakat. Makanya masyarakat jangan mau jadi alat mereka untuk menguasai lahan," pungkas Agus.

Selasa, 03 Juli 2018

698 Personel Polri Dan ASN Polda Sumut Telah Naik Pangkat

by

698 Personel Polri Dan ASN Polda Sumut Telah Naik Pangkat



BERITA HARIAN - Sedikitnya 698 personel Polri dan ASN yang mendapat kenaikan pangkat setingkat khusus yang di lingkungan Satker Poldasu, Selasa (3/7/2018) pagi.

Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, dalam amanatnya yang mengatakan, kenaikan pangkat bukanlah hak mutlak yang melekat pada setiap anggota Polri, tetapi yang merupakan penghargaan berdasarkan proses dan penilaian periode waktu tertentu dari institusi Polri.

“Oleh karena itu, kenaikan pangkat yang merupakan anugerah dan penghargaan yang perlu harus disyukuri,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Kenaikan pangkat akan didikuti dengan tuntutan peningkatan kinerja dan rasa tanggung-jawab yang perlu diperhatikan.

“Jangan sampai saudara yang menerima reward [kenaikan] pangkat saat ini, ke depan justru menunjukkan kinerja dan tanggungjawab yang menurun. Karena hal itu akan mencederai acara kenaikan pangkat pada hari ini,” tegas Kapolda.

Pada kesempatan kali ini Polda Sumut telah memutuskan untuk memberikan penghargaan kepada beberapa personel Polri yang berprestasi dalam pelaksanaan tugas Kepolisian yakni:
- Brigadir Dian Octo Pratama Lumban Tobing, ps Kasubbag Humas Polres Nias Selatan, dengan keberhasilan mengamankan kotak suara akibat terjadi keributan di TPS yang disebabkan adanya pemotongan honor anggota PPS oleh KPPS.

- Bripda Reando Prambudi, Ditsabhara Polda Sumut, dengan keberhasilan membuat TPS baru dan mengamankan kotak suara akibat pelarangan pemungutan suara di TPS oleh Sekdes lama karena honor yang belum dibayar.

- Brigadir Rudi Amsyah, Ditsabhara Polda Sumut, dengan keberhasilan menangkap 2 orang pelaku tindak pidana pencurian dan kekerasan di depan Mako Ditsabhara Polda Sumut di Jalan Jamin Ginting Medan pada hari Minggu (1/7/2018) sekira jam 13.30 Wib.

- Brigadir Rendi Alpiandi, Ditsabhara Polda Sumut dengan keberhasilan menangkap 2 orang pelaku tindak pidana pencurian dan kekerasan di depan Mako Ditsabhara Polda Sumut di Jalan Jamin Ginting Medan pada hari Minggu (1/7/2018) sekira jam 13.30 Wib.

- Ipda Zainuddin, Pama Polres Tanjungbalai, terpilih sebagai juara I Polisi Teladan dengan keberhasilan aktif dalam peran kemasyarakatan yang berdampak positif pada masyarakat dan Polri. Aktif sebagai pengurus di MUI, kwartir cabang penggerak pramuka, komisi penanggulangan HIV/AIDS, Lembaga Konsultasi kesejahteraan keluarga (LK3) Pembina Tanjungbalai Children Community (TC2) dan Pamong Saka Bhayangkara.

- Ipda Amal, Kanit Binmas Polsek Tanjung Morawa Polres Deliserdang, dengan keberhasilan berperan aktif dalam membangun kemitraan dengan cara membina masyarakat melalui kelompok industri rumah tangga, sekolah-sekolah, yayasan maupun masyarakat dan bekerjasama dengan Toga, Tomas dan Toda dalam menyelenggarakan problem solving di wilayah hukum Polsek Tanjung Morawa.

Baca juga : Arsenal Yang Akan Resmi Perpanjang Kontrak Calum Chambers

- AKP Anggun Adhika Putra SIK, dengan keberhasilan menjadi polisi yang dibutuhkan masyarakat, penjaga kehidupan dan disegani oleh masyarakat melalui kegiatan silaturahmi.

“Saya mengucapkan selamat kepada personel yang menerima penghargaan ini, pertahankan dan tingkatkan terus prestasi kinerja yang telah saudara-saudara raih untuk memajukan Kepolisian Daerah Sumatera Utara,” sebut Irjen Paulus.

“Kepada Polisi yang mendapat penghargaan sebagai polisi prestasi dan terpilih sebagai Polisi Teladan tingkat Polda Sumut tahun 2018 agar tidak berpuas diri karena ada tugas yang belum selesai. Ini adalah awal yang positif untuk melanjutkan fungsi dan peran Polri dalam meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Bangsa dan Negara,” pungkas Kapolda.

Sabtu, 06 Januari 2018

Polda Sumut Yang Ditembak Mati 3 Pria Barkoba Jaringan Internasioanl Diamankan 15kg Sabu

by

Polda Sumut Yang Ditembak Mati 3 Pria Barkoba Jaringan Internasioanl Diamankan 15kg Sabu



BERITA HARIAN - Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut berhasil membekuk sindikat narkoba jaringan internasional dengan barang bukti sabu seberat 15 kg dari tanggal 3 hingga 5 Januari 2018.

Diketahui sabu yang masuk dari Malaysia melalui pelabuhan Pekanbaru yang menuju Kota Medan.

Salah seorang pelaku, Azhari (35) warga Jalan Pemasyarakatan, Medan Sunggal,yang berhasil diamankan petugas di Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat, Medan, Sumut.

Dari tangan pelaku yang diamanakn sabu seberat 4 kg.

Sabu dikemas dengan bungkusan yang berwarna kuning dengan tulisan Guanyinwang.

Selain sabu, juga yang diamankan dua buah Hp, tujuh buku rekening, dan juga satu unit sepeda motor merek

Yamaha Mio Soul dengan nomor polisi BK 2599 CW.

Petugas yang terus melakukan pengembangan jaringan sindikat narkoba yang akan dikategorikan golongan I ini.

Dari hasil pengembangan pelaku Azhari, polisi yang telah berhasil melakukan penangkapan kedua pada tanggal 4 hingga 5 Januari 2018 di Jalan Asia dan juga Jalan Imam Bonjol.

Empat orang pelaku yang berhasil diamankan yaitu Tan Siong Tiong alias Tiong (45), Joni alias Aguan(47), Susantono alias Santo(37),  dan Chin Yoo Fah alias Acin (57).

Barang bukti yang sudah diamanakan 11 bungkus plastik warna kuning dengan tulisan Guanyinwang, masing-masing bungkusan yang memiliki berat 1kg, 8 unit hp, satu buah KTP, dan satu buah Paspor.

Baca juga : Astaga! Seorang Kakek Usia 86 Tahun Yang Gantung Diri Di Pohon Jeruk

Diresnarkoba Polda Sumut Kombes pol Hendri Marpaung yang mengatakan, mulai dari 3 Januari hingga 5 Januari, tim terus yang melakukan pengembangan yang akan terkait sindikat jaringan narkoba internasional dan yang berhasil mengamankan 15kg sabu serta lima orang pelaku.

"Kami terus yang berupaya memberantas jaringan sabu internasional, dan tim yang berhasil mengamankan 15 kg sabu dan lima orang pelaku. Adapun tiga di antaranya meninggal dunia dan dua ditembak yang di bagian kaki," ujarnya Jumat (5/1/2018).

Ketiga pelaku yang meninggal dunia adalah Chin Yoo Fah alias Acin, Joni alias Aguan, dan Tan Siong Tiong alias Tiong.

Sementara dua pelaku lagi yang ditembak di bagian kakinya.

Sabtu, 23 Desember 2017

Natal Pada Polda Sumut, Kaum Difable Yang Dapat Untuk Dibingkisan Dan Juga Tali Asih

by

Natal Pada Polda Sumut, Kaum Difable Yang Dapat Untuk Dibingkisan Dan Juga Tali Asih



BERITA HARIAN - Perayaan Natal yang akan bisa saja yang dilaksanakan di ruang Tribrata TV, Mapolda Sumut, Jumat (22/12/2017), dihadiri Wakapolda Brigjen Agus Ardianto, wartawan, kaum Difable, dan empat panti asuhan yan di Medan. Dalam perayaan Natal, panitia yang akan bisa saja yang membagi bingkisan dan tali asih kepada kaum difable dan anak yatim.

Pidato Kapolda Sumut Irjen pol Paulus Waterpauw yang akan bisa saja yang akan dibacakan oleh Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto yang akan bisa saja yang akan mengatakan, keluarga besar Kristen Polda Sumut dapat untuk bisa saja yang akan menjadi motor pada penggerak manusia baru yang memiliki kasih, damai sejahtera dan juga percaya iman.

"Keluarga besar ini, semoga yang akan menjadi contoh yang sebagai motor penggerak yang menciptakan manusia yang akan memiliki kasih, damai sejahtera dan juga percaya dalam iman.Saya berharapkan yang kedepannya perayaan ini tidak hanya yang akan bisa saja yang akan menjadi rutinitas, tapi berubah menjadi hubungan yang baik antara Polda Sumut dan wartawan, dalam yang akan bisa saja yang akan menjalankan tugas dan pekerjaan," ujarnya.

Agus yang akan bisa saja yang akan menambahkan, dengan mengakui profesi wartawan dengan yang sebagai salah satu pilar demokrasi, Kapolda yang akan berharap personel Polri dan juga wartawan menjadi mitra kerja yang membawa yang kedamaian, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dalam menjalankan tugas kepolisian dan juga yang akan pemberitaan yang telah membawa damai sejahtera, menjauhkan masyarakat dari perbuatan kriminal dan juga sasaran korban kejahatan.

Baca juga : Guardiola Yang Katakan City Tidak Akan Bisa Terus terusan Menang

Dalam perayaan Natal yang akan bersama keluarga besar Polda Sumut dan wartawan, mengangkat tema "Biarlah Damai Sejahtera Kristus yang Memerintahkan dalam Hati".

Dalam khotbah yang akan bisa saja yang disampaikan Pdt Daniel Tanzil, dikutip dari Kolose 3 : 15. Ia mengatakan, esatuan dan juga dengan kerukunan tidak akan bisa dipisahkan, khususnya dalam pelaksanaan tugas wartawan dan Poldasu yang sebagai mitra kerja setiap harinya.

Diharapkan, mitra kerja ini yang akan bisa saja yang dapat menanamkan kasih disertai damai sejahtera sehingga tercipta kerukunan dan kesatuan, yang dimulai dari keluarga, antar sesama jemaat, lingkup antar gereja, hingga antar umat yang beragama. Selain dimulai dengan ibadah yang berisi pujian dan liturgi(cr3).

Jumat, 15 Desember 2017

Polda Sumut Yang Periksa Orangtua Siswa Siluman SMA Negeri 2 Medan

by

Polda Sumut Yang Periksa Orangtua Siswa Siluman SMA Negeri 2 Medan



BERITA HARIAN - Sejumlah orangtua siswa ilegal atau juga siswa 'siluman' di SMA Negeri 2 yang akan diperiksa penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut.

Pemeriksaan yang akan dilakukan Jumat (15/12/2017) sejak pukul 09.00 WIB tadi.

Sayangnya, sejumlah staff dan juga pegawai di SMA Negeri 2 yang terkesan untuk menutupi yang di ruang mana pemeriksaan yang akan dilakukan.

Beberapa pegawai wanita yang akan diwawancarai kompak untuk yang mengatakan tidak tahu.

"Memang bapak (Kepala sekolah) ada tamunya. Tapi kami enggak taHu  yang di mana (pemeriksaan). Karena kan ruang bapak masih pindah-pindah," ungkap seorang wanita yang berjilbab hijau yang ditemui di samping ruang Tata Usaha, Jumat (15/12/2017).

Pegawai lainnya yang kebetulan berada yang di dekat ruang Tata Usaha yang akan bisa saja yang mengatakan petugas yang datang ada sekitar enam orang. Namun, pegawai perempuan bertubuh gempal tersebut juga yang akan mengaku tak tahu dimana pemeriksaan yang dilakukan.

"Kurang tau kami yang dimana. Tapi memang bapak (Kepala sekolah) ada tamunya (dari Polda Sumut)," katanya.

Dari informasi yang di lapangan, beberapa orangtua siswa yang akan dimintai keterangannya terkait dugaan suap siswa sisipan yang di SMA Negeri 2. Akibat siswa sisipan ini, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 yang lalu, yakni Sutrisno yang akan dicopot dari jabatannya.

Baca juga : Pihak Setya Novanto Yang Akan Tanyakan Hilang Nama Yasonna Dan Ganjar Didakwan

Posisi Sutrisno yang akan digantikan oleh Buang Agus, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan yang di SMA Negeri 1.

Saat dikonfirmasi wartawan, Agus membenarkan dirinya tengah bertemu dengan petugas Subdit III Tipikor Polda Sumut.

Hingga saat ini, pemeriksaan masih berlangsung. Sayangnya, sejumlah pegawai enggan menunjukkan dimana pemeriksaan sejumlah orangtua siswa itu dilakukan.

Kamis, 29 Juni 2017

Penguburan Jenazah Yang Di Polda Sumut Bergerak Cepat

by

Penguburan Jenazah Yang Di Polda Sumut Bergerak Cepat



BERITA HARIAN
-Jenazah Ardial Ramadhana, penyerang petugas yang jaga di Polda Sumut, dimakamkan satu liang dengan kakek, nenek, dan juga abangnya. Permakaman Ardial yang berlangsung cepat dan juga akan dihadiri sekitar 15 orang kerabatnya.

Keluarga yang memakamkam jenazah Ardial yang di pekuburan Muslim di Jalan Kemiri, Kecamatan Medan Kota, Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Em, penggali kubur yang di pemakaman Kemiri yang mengatakan, jenazah Ardial yang dikuburkan oleh kerabatnya yang di bawah kawalan oleh petugas kepolisian.

Ardial yang telah menebar teror di Mapolda Sumut yang mengejutkan Budi, anggota jemaah dalam sebuah masjid di Medan.

Budi yang mengenal Ardial yang berjualan jus di dekat masjid. Ia kerap bertemu dengan Ardial saat salat Jumat. Pertemuan yang terakhir Budi dan Ardial sekitar sebulan sebelum Ramadan.

Pada pertemuan-pertemuan itu, Ardial dan juga Budi sering sekali terlibat obrolan ringan. "Ardi suka menyapa saya. Bahkan yang dia kerap menanyakan kabar anak saya dan juga istri saya," kata dia.

Budi yang tidak menyangka di balik sikap ramah Ardial yang memiliki paham berbeda dari kebanyakan umat Muslim.

"Di balik sikapnya yang ramah, ternyata Ardial yang telah menganut paham radikal," Budi yang menambahkan. 

Tetangga Ardial yang juga terkejut. Selama ini, Ardial dan juga orangtuanya tinggal di rumah kontrakan di Gang Dahlia, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Warga yang tak mengenalnya karena Ardial yang jarang bersosialisasi.

"Kalau pulang, selalu malam. Saya sendiri yang kurang begitu mengenal dengan sosoknya seperti apa," kata Mega (43), penghuni rumah yang di depan rumah Ardial.

Wanita yang berambut pendek ini telah mengatakan, biasanya pagi-pagi Ardial yang sudah pamit berangkat kerja ke orangtuanya.

"Kalau pagi cuma lihat begitu aja, dia pamit sama mamaknya, kemudian dia pergi," katanya. Mega menambahkan, sepengetahuannya, Ardial yang bekerja sebagai pedagang.

Sesekali, Mega dan juga Ardial berpapasan yang di depan rumah. Namun, keduanya hanya sebatas melempar senyumnya.

"Selebihnya yang saya tidak tahu dia yang seperti apa. Hanya begitu saja yang saya tahu," ungkap Mega.

Hal senada yang telah disampaikan Kepala Dusun V, Sulisno (50). Menurut dia keluarga Ardial yang belum lama tinggal di Dusun V.

"Mereka yang belum lama tinggal di sini. Saya sendiri enggak begitu mengenalnya dan seperti apa," ungkap Sulisno.

Sepengetahuan Sulisno, Ardial yang tinggal bersama ayah tirinya, yang sering sekali dipanggil Pak Tri. "Kami kaget begitu tahu dia teroris. Makanya kamu yang sepakat untuk menolak kedatangan jenazahnya," kata Sulisno tersebut.

Rabu, 21 Juni 2017

Tertangkap 48 Preman, Polda Sumut Yang Akan Lakukan Razia Terus Sampai Lebaran

by

Tertangkap 48 Preman, Polda Sumut Yang Akan Lakukan Razia Terus Sampai Lebaran



BERITA HARIAN -Demi yang mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif yang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Polda Sumut yang membentuk dua tim untuk memburu pelaku tindak kejahatan selama Operasi Ramadniya Toba 2017.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang mengatakan kedua tim itu yang terdiri dari 47 personel dan 52 personel.

Tim yang pertama bertugas menangkap sejumlah orang yang melakukan pemerasan dengan modus mengajukan proposal ke perusahaan untuk meminta THR, uang yang berbuka bersama, santunan fakir miskin dan serta pungli.

"Tim yang pertama ini telah berhasil mengamankan 14 orang dengan barang bukti uang yang senilai Rp 1.015.000," ungkap Nainggolan, Rabu (21/6/2017). 

Sedangkan, tim kedua yang telah berhasil menangkap 34 orang yang berperan sebagai calo penumpang taksi gelap dengan modus yang meminta tips kepada sopir.

"Jadi total yang ada 48 orang yang sudah diamankan, dan seluruhnya digelandang ke Mapolda Sumut untuk dibina agar tidak mengulangi lagi dalam perbuatan yang sama," jelasnya.

Razia preman ini yang akan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah lebaran 2017 yang sesuai dengan instruksi Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian.

Top Ad 728x90