Tampilkan postingan dengan label PDIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PDIP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2018

Menghina PDIP di Medsos, Seorang Pria Ini Terkait Dengan Gerakan Politik Tertentu

by

Menghina PDIP di Medsos, Seorang Pria Ini Terkait Dengan Gerakan Politik Tertentu



BERITA HARIAN - Purwanto (30), warga Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengaku membagikan postingan bernada menghina PDIP dari sejumlah grup ke beranda Facebook-nya, Wanto Ajie. Meski demikian, polisi menyebut Purwanto tak terkait dengan gerakan politik tertentu.

"Tidak ada sangkut pautnya dengan gerakan politik. Dia pribadi. Motifnya karena kecewa dengan kepemimpinan sekarang," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso,Jumat (7/8/2018).

Hal itu juga ditegaskan Purwanto usai ditetapkan sebagai tersangka. Karyawan swasta ini mengaku tak memahami dunia politik.

"Itu hanya bentuk protes dan ketidakpuasan saya terhadap kepemimpinan yang sekarang. Selebihnya saya bukan musuh politik atau apa," ujar Purwanto.

Protes tersebut diajukan karena kesulitan ekonomi yang dihadapinya. Sebagai anak petani, ia merasakan kesulitan orang tuanya saat menjual gabah hasil panen.

Kendati demikian, berdasarkan penelusuran di akun Facebook Wanto Ajie yang dikonfirmasi polisi sebagai akun Purwanto, tersangka sering membagikan postingan dari sejumlah grup ke berandanya.

Postingan tersebut bisa berupa video, gambar dan meme yang bernada melecehkan dan menghina PDIP dan orang-orang yang berkaitan dengan partai berlambang banteng itu, seperti Ketua PDIP Megawati Soekarno Putri hingga Presiden Joko Widodo. Bahkan anggota Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi juga tak luput dari "serangan" tersangka.

"Saya tidak suka sama kepemimpinan yang sekarang. Makanya begitu ada gambar atau berita yang sesuai dengan perasaan saya ya saya bagikan. Saya hanya yang akan membagikan postingan dari grup Indonesia News dan Prabowo For NKRI, saya hanya yang akan bisa saja yang membagikan saja," terang Purwanto.

Baca juga : M Taufik Yang Telah Laporkan KPU ke DKPP

Purwanto lantas dilaporkan oleh pengurus PDIP Kabupaten Pasuruan sejak tanggal 4 September 2018 kepada pihak berwajib. Polisi kemudian mengamankan Purwanto sehari setelahnya dan langsung menetapkan sebagai tersangka.

Namun selama proses penyidikan, Purwanto tak ditahan karena bersikap koperatif. Purwanto dijerat pasal 45 Undang-undang nomor 19 tahun 2016, perubahan UU atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Selasa, 12 Juni 2018

KPK Membela Tudingan PDIP Tentang Bermain Politik

by

KPK Membela Tudingan PDIP Tentang Bermain Politik



BERITA HARIAN - KPK menangkis tudingan 'bermain' politik oleh PDIP. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK berdasar pada pembuktian.

"Kita lebih pada pembuktiannya dan juga adanya peristiwa pidana di situ," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Selasa (12/6/2018).

Peristiwa pidana yang akan dimaksud Saut yaitu tentang operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat 2 kader PDIP yaitu Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar dan mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Urusan 2 kader PDIP itulah yang membuat partai berlambang banteng itu menyebut KPK main mata dalam perpolitikan nasional untuk menargetkan PDIP. Namun KPK yang  membantahnya.

"Apalagi menyasar parpol tertentu, (tentu saja) jauh hal (dugaan) itu. KPK malah lebih banyak perhatian untuk membangun parpol yang cerdas dan berintegritas," kata Saut.

Alih-alih KPK yang memilih target, Saut menyatakan ini lebih ke probabilitas seseorang tertangkap karena melakukan tindak pidana. Soal adanya lawan politik yang misalnya melapor, Saut menyebut itu di luar ranah KPK.

"Jadi kalau Anda korup, risiko kena KPK pasti ada. Soal KPK didukung masyarakat atau katakan adanya lawan politik ngintip-ngintip yang kemudian memang bermain, itu soal lain yang di luar ranah KPK. Jadi jalan amannya hentikan korupsi," tuturnya.

Baca juga : Supir Travel Tewas di Dalam Mobilnya, Dan Sempat Diantar  ke Rumah Sakit

Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto sebelumnya menuduh KPK berpolitik. Dia menduga proses hukum yang menjerat kadernya tidak lepas dari dinamika pilkada.

"Karena di masa lalu itu, oknum-oknum KPK tidak terlepas kepentingan politik di luarnya. Siapa yang bisa memastikan bahwa tidak ada pesanan terkait hal tersebut," ucap Hasto di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Minggu, 27 Mei 2018

Ribuan Kader PDI Perjuangan, Djarot Yang Mengajak Warga Untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyah

by

Ribuan Kader PDI Perjuangan, Djarot Yang Mengajak Warga Untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyah



BERITA HARIAN - Tensi politik yang semakin panas membuat Cagub Sumut mengimbau yang kepada seluruh warga untuk tetap saja yang menjaga kedamaian dan juga yang akan bisa saja yang meningkatkan persaudaraan dalam Islam (ukhuwah Islamiyah).

Hal tersebut yang akan bisa saja yang disampaikan Djarot saat memberikan kata sambutan yang di hadapan ribuan kader dalam Acara Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Kota Padangsidimpuan dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (26/5/2018).

“Kita saudara. Tujuan kita baik. Niat kita adalah untuk yang akan bisa saja yang menguatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam). Jangan mau diadu domba hanya untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Calon Gubernur Sumut nomor urut dua itu juga yang akan mengajak seluruh kader, pencinta Djoss dan warga Sumatera Utara secara keseluruhan menciptakan kedamaian dan toleransi antar umat beragama.

"Karena Indonesia, prototipe Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Baca juga : Pengembangan Pelabuhan Sibolga Molor, Walikota Syarfi Sampai Ditanya Oleh Jokowi 

Mantan Wali Kota Blitar dua periode ini kembali menyampaikan niat baiknya membenahi Sumut.

Acara Rakercabsus DPC PDIP Kabupaten Tapsel dan Kota Padangsidempuan tersebut juga dirangkai dengan menyantuni fakir miskin dan anak yatim.

Rabu, 18 April 2018

Politisi PDIP Ini Yang Tidak Merasa Partainya Disebut Dengan Amien Rais

by

Politisi PDIP Ini Yang Tidak Merasa Partainya Disebut Dengan Amien Rais



BERITA HARIAN - Pernyataan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) terkait adanya 'partai setan' dan 'partai Allah', ternyata masih menjadi pembahasan dikalangan pengamat dan politisi tanah air.

Seperti yang akan disampaikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira.

Ia yang akan menilai apa yang disampaikan Amien merupakan masalah 'tokoh nasional itu dengan dirinya sendiri'.

Andreas pun yang tidak merasa bahwa Amien menyebut partai dalam berlambang kepala banteng itu dalam isi ceramahnya.

"Pak Amien Rais tidak yang akan menyebut PDIP, itu masalah dengan dirinya sendiri," ujar Andreas, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Ia pun enggan yang akan menanggapi lebih lanjut pernyataan kontroversial mantan Ketua MPR RI itu.

Andreas yang akan bisa saja yanga menegaskan partainya tidak memiliki urusan dengan pernyataan Amien, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Kami nggak ada urusan dengan itu," tegas Andreas.

Sebelumnya, pernyataan Amien Rais itu yang akan disampaikan dalam sebuah ceramah beberapa waktu lalu.

Ia mendikotomikan adanya 'Partai Setan' dan 'Partai Allah'.

Baca juga : Juve Dan Napoli Yang Tertarik Dengan Sime Vrsaljko

Pada awalnya ia mengajak seluruh pihak, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN) berjuang membela agama, bersama umat Islam.

Kemudian ia menyebutkan pula ada partai besar yang bergabung dengan partai setan.

Saat ditanya terkait partai apa yang dimaksud, Amien pun enggan menjawab.

Sabtu, 14 April 2018

Suara Dari PDI Perjuangan Soal Prabowo Cawapres Jokowi

by

Suara Dari PDI Perjuangan Soal Prabowo Cawapres Jokowi



BERITA HARIAN - Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno yang akan bisa saja yang membenarkan adanya dengan sebuah keinginan untuk memasangkan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019.

Tujuannya yakni yang akan bisa saja yang akan menghindari perpecahan antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo.

"Karena platform ke depan, persatuan nasional lebih penting lagi yang dibanding siapa yang akan jadi Presiden. Itu sebabnya muncul salah satu pandangan seperti itu (memasangkan Jokowi dan Prabowo)," kata Hendrawan, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Hendrawan, saat ini yang akan wacana tersebut masih terus saja yang akan dibahas oleh Jokowi dan parpol koalisi. Belum ada keputusan final yang sudah disepakati.

"Komunikasi politik (dengan Prabowo) masih saja yang terus berlangsung. Sekarang pun masih terus berlangsung," kata Hendrawan.

Hendrawan menyadari, belakangan Prabowo yang sudah menyatakan kesiapannya untuk menerima mandat kader Partai Gerindra dan maju sebagai calon presiden.

Hal itu yang akan bisa saja yang disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra yang di kediamannya, 11 April lalu.

Namun, Hendrawan menilai pernyataan Prabowo yang akan bisa mengaku siap nyapres itu tidak berarti apa pun.

"Semua partai politik ketua umumnya siap dong," kata anggota Komisi XI DPR ini.
Oleh karena itu, Hendrawan yang akan meyakini peluang Jokowi untuk berduet dengan Prabowo masih terbuka lebar. Semuanya tergantung kesepakatan antara Jokowi, parpol koalisi, dan Prabowo sendiri.

"Kalau persepsinya sama, kepentingan bangsa yang akan ditempatkan diatas kepentingan partai, tentu tidak ada yang tidak bisa," kata Hendrawan.

Baca juga : Prabowo Layak Gandeng Anis Matta Untuk Sebagai Cawapres

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi mengungkapkan, Jokowi sempat yang akan bisa saja yang menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo yang akan sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Romy pada saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018), Romi yang akan mengaku menyambut baik ide Jokowi tersebut.

Prabowo, kata Romi, juga yang akan bisa saja yang mengapresiasi tawaran Jokowi. Romi menyampaikan, saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres.

Ia mengatakan, dua pekan yang lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran cawapres.

Namun, kata Romi, Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua ketua umum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai.Ihsanuddin)

Selasa, 10 April 2018

PDIP Mengakatan Kita Tidak Ikut Campur Tangan Dengan Gerindra

by

PDIP Mengakatan Kita Tidak Ikut Campur Tangan Dengan Gerindra



BERITA HARIAN - Sekjen Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto enggan yang mengomentari terbelahnya internal Partai Gerindra terkait rencana yang pencalonan sang Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ia yang akan bisa saja yang mengaku tidak ingin turut campur dalam urusan internal partai oposisi tersebut.

Apalagi saat awak media yang akan bisa saja yang menanyakan komentar Hasto mengenai kemungkinan Prabowo batal 'nyapres'.

Hanya pernyataan singkat yang ia telah sampaikan.

"Kita tidak campur tangan yang terhadap kedaulatan partai Gerindra," ujar Hasto, di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Baca juga : Menuju Pilpres 2019, Cak Imin Yang Akan Resmikan Pokso Join

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Desmond Junaidi Mahesa yang akan bisa saja yang mengungkapkan kemungkinan Prabowo Subianto tidak maju dalam Pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang akan bisa saja yang menegaskan bahwa Ketum Gerindra tersebut tetap maju menjadi lawan Jokowi pada Pilpres mendatang.

"Tidak ada, masalah, saya kira (itu) pendapat pribadi (Desmond) dan tidak mewakili partai," kata Fadli, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa tadi.

Senin, 12 Februari 2018

Djarot-Sohar Yang Akan Prioritaskan Revitalisasi Pasar Tradisional

by

Djarot-Sohar Yang Akan Prioritaskan Revitalisasi Pasar Tradisional



BERITA HARIAN - Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDIP Sutrisno Pangaribuan yang akan bisa saja yang akan menjelaskan satu yang di antara agenda utama pasangan Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus.

Baginya, revitalisasi pasar tradisional, untuk yang akan bisa saja yang akan menjadi hal yang prioritas dalam rencana kerja pasangan yang tersebut.

"Kunjungan Sihar yang ke Petisah kemarin, melengkapi kunjungan yang ke pasar-pasar tradisional sebelum dan sebuah upaya melihat secara langsung ekonomi riil masyarakat," ujarnya Minggu (10/2/2018).

Menurutnya, pasar selain yang sebagai tempat transaksi ekonomi, juga yang akan sebagai wadah interaksi sosial.

Sihar pada saat itu yang akan bisa saja yang mendapat masukan dari pedagang dan juga yang akan terkait pengelolaan pasar yang ditangani oleh Pemko Medan melalui PD Pasar.

Sutrisno yang akan bisa saja yang menjelaskan tren permasalahan semua pasar tradisional selain keterbatasan lahan, kebersihan dan juga tata kelola.

"Kita bisa saja yang akan melihat kebutuhan pokok yang akan diletakkan di basement, tempat berjualan bergabung dengan parkir kendaraan," katanya.

Ia juga yang akan bisa saja yang menjelaskan, permasalahan sirkulasi udara, penerangan yang tidak memadai menjadi bukti bahwa pasar belum serius yang ditangani.

Lagi pula menirut Sutrisno, Pemko Medan belum saja yang akan bisa saja yang mengelola sistem distribusi dari hulu ke hilir dengan baik. Sistem transportasi logistik juga yang belum ditata rapi.

Terkait solusi menurut Sutrisno, pasangan ini akan bisa saja yang menggunakan politik anggaran dalam "memaksa" pemkab/ pemko untuk serius yang akan isa saja yang menangani pasar.

"Evaluasi APBD Kabupaten/ Kota dijadikan pintu masuk dalam untuk yang akan bisa saja yang memberi "tekanan" untuk pengelolaan pasar dengan serius," ungkapnya.

 Tak hanya itu, pasangan Djarot- Sihar yang akan memaksimalkan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dalam yang akan bisa saja yang memaksimalkan kucuran dana APBN untuk revitalisasi pasar- pasar yang di sumatera utara.

Baca juga : Besok, KPU Sumut Yang Akan Tetapkan Calon Gubernur Dan Juga Wakil Gubernur

"Pasangan ini akan segera yang akan bisa saja yang akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh kabupaten/ kota terkait sistem distribusi dan transportasi logistik," katanya.

Menurut Sutrisno Djarot- Sihat yang akan mengusahakan terbentuknya koperasi- koperasi bagi petani, pedagang dan juga koperasi transportasi, sehingga harga jual petani yang akan semakin tinggi.

"Koperasi akan bisa saja yang memotong mata rantai tengkulak. Kita juga yang akan mendorong pasar-pasar semi modern dan juga yang supermarket milik koperasi petani. Sehingga petani dapat bisa saj yang akan memiliki akses langsung kepada pasar," ungkapnya.

Senin, 05 Februari 2018

Tekanan Psikologis Pilkada 2018 Yang Paling Berat Dirasakan PDI-P

by

Tekanan Psikologis Pilkada 2018 Yang Paling Berat Dirasakan PDI-P



BERITA HARIAN - Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte mengatakan, Pilkada yang akan Serentak 2018 menjadi ajang partai-partai politik yang akan bisa saja yang menguji mesin partai dan juga pola koalisinya yang sebelum Pemilu 2019.

"Penting buat parpol karena yang pilkada ini serentak dan juga yang boleh jadi merupakan semacam miniatur Pemilu 2019, karena yang akan bisa saja yang akan melibatkan sedemikian besar pemilih, dan serentak," kata Philips di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Philips yang akan menuturkan, nampaknya partai yang akan bisa saja yang akan merasakan tekanan psikologis berat di Pilkada ini adalah PDI-P.

Salah satu alasannya ialah perubahan tren dalam kemenangan PDI-P di pilkada-pilkada jelang Pilpres 2014 dengan pilkada-pilkada jelang Pilpres 2019.

"Pilkada-pilkada jelang pilpres 2014 itu yang trennya untuk PDI-P sangat positif," kata Philips.

Padahal saat itu PDI-P sudah yang selama 10 tahun menjadi partai oposisi yang di luar pemerintahan. Namun ternyata saat pilkada 2012 dan 2013, tren positif diperoleh PDI-P.

Pertama, dimulai dari Pilkada DKI, dimana Joko Widodo menang yang bersama Basuki Tjahaja Purnama. Kemudian yang di Jawa Barat, ada pasangan Rieke Diah Pitaloka- Teten Masduki.

Meskipun selama proses kampanye, paslon ini yang selalu menjadi "Underdogs" namun akhirnya keluar sebagai juara kedua.

Baca juga : Mengejutkan, Fahri Hamzah Yang Mengaku Diajak Jokowi Untuk Gabung Golkar

Demikian juga yang di Sumatera Utara, pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi yang meraup suara yang terbanyak kedua.

"Lalu di Jateng, Pak Ganjar menang. Tapi yang akan terjadi sekarang, tren 2017 agak negatif," kata Philips.

Di Jakarta, paslon yang akan diusung PDI-P kalah. Begitu juga dengan petahana yang di Banten, dan beberapa daerah yang lainnya.

"Jadi menurut saya, Pilkada 2018 sangat penting bagi PDI-P agar dia tetap bisa saja yang akan menjaga momentum buat pendukungnya dan mesin partainya," pungkas Philips.

Minggu, 07 Januari 2018

Sudah Resmi, PDI Perjuangan Yang Usung Djarot Dan Sihar Sitorus Untuk Pilgub Sumut

by

Sudah Resmi, PDI Perjuangan Yang Usung Djarot Dan Sihar Sitorus Untuk Pilgub Sumut



BERITA HARIAN - PDI Perjuangan resmi yang akan bisa saja yang mengusung Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur Sumatera Utara.

Djarot yang akan bisa saja yang dipasangkan dengan Sihar Sitorus sebagai calon wakil gubernur Sumatera Utara.

"Saya minta Pak Djarot karena saya sudah putar otak. Dia yang sudah berdedikasi, tapi karena politik, sepertinya jadi sangat tidak yang berguna. Jadi saya putar otak lah, coba kalau Sumut bagaimana ya, karena animo juga besar," kata Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018).

Menurut Mega, pemilihan Djarot yang sebagai calon gubernur Sumatera Utara mendapat respons positif dari berbagai pihak. Mega yang merasa Djarot cukup berprestasi, khususnya setelah memimpin DKI Jakarta.

Sementara itu, Sihar yang akan dinilai cukup memiliki kapabilitas sebagai calon wakil gubernur.

Baca juga : SBY Sampaikan Pidato Politik Yang Pertama Dalam lembaga Negara Netral Dalam Pilkada Atau Pemilu!

Dia merupakan pemilik gelar doktor dari Manchester Bussiness School.

Sejak 2014, Sihar yang akan menjadi simpatisan PDI Perjuangan.

Ia yang kemudian menjadi salah satu juru kampanye dan kemudian tim ahli yang di PDI Perjuangan.

Minggu, 26 November 2017

PDIP Yang Akan Bahas Pencapresan Jokowi Yang Januari Tahun Depan

by

PDIP Yang Akan Bahas Pencapresan Jokowi Yang Januari Tahun Depan



BERITA HARIAN - Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, yang akan bisa saja yang mengakui bahwa kinerja Presiden RI. Joko Widodo sangat baik yang selama ini. Ia yang telah mengaku yakin kader partainya itu yang akan bisa dicalonkan kembali yang sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Kepada wartawan yang di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017), ia yang mengaku yakin masyarakat juga yang akan bisa saja yang mengapresiasi kinerja pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla. Dengan demikian yang akan dibutuhkan partai, adalah yang akan bisa saja yang mempersiapkan bagaimana secara politik, Joko Widodo atau Jokowi yang akan bisa saja yang mendapat dukungan yang layak.

"Nantinya dalam konfigurasi politik yang ke depan itu, betul-betul dapat bisa saja yang akan bisa saja yang menjamin dan juga yang akan bisa saja yang memastikan bapak Jokowi yang akan bisa saja yang mendapat dukungan di parlemen, sehingga konfigurasi politik yang nanti akan semakin menuju dalam sistem politik yang lebih ideal," katanya.

Namun demikian sampai saat ini partai dalam belambang kepala Banteng itu yang belum memutuskan apapun yang akan bisa saja yang terkait pengusungan Jokowi yang di Pilpres 2019. Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu yang dan juga yang baru akan dibahas pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan bisa saja yang digelar pada 10 - 12 Januari 2018 mendatang.

Baca juga : Pimpinan DPR Yang Kutuk Keras Serangan Bom Yang Di Mesir

"Kami mau yang akan bisa saja yang mengadakan rapat kerja nasional tanggal sepuluh januari, sebelas dan juga dua belas, di situ kita akan bahas," ujarnya.

Namun yang mengenai pengumuman ke publik soal siapa yang akan bisa saja yang diusung partai, Hasto Kristiyano tidak menjelaskan. Menurutnya yang akan bisa saja yang pasti Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Sukarnoputri, akan bisa saja yang mengumumkan pencalonan tersebut yang di waktu yang tepat.

"Yang jelas proses demokrasi di PDIP memberikan mandat dari kongres kepada ibu Megawati, untuk di dalam momentum yang tepat mengumumkan siapa calon Presiden dan Wakil Presiden," katanya.

Jumat, 17 November 2017

PDI Perjuangan Yang Akan Gelar Rakor 3 Pilar Ekonomi Gotong Royong

by

PDI Perjuangan Yang Akan Gelar Rakor 3 Pilar Ekonomi Gotong Royong



BERITA HARIAN - Konsistensi Ketua Umum PDI Perjuangan yang akan menyuarakan Pancasila yang sebagai jalan politik dan juga ekonomi, kini yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Anugerah doktor honoris causa yang akan di bidang demokrasi ekonomi dari universitas prestisius, Mokpo National University Korea Selatan, adalah anugerah keenam yang akan diperoleh Presiden RI Ke-5 ini.

Konsistensi Megawati ini juga yang akan mendorong tiga pilar PDI Perjuangan yang akan terdiri dari para kader di legislatif, eksekutif, dan juga yang akan pengurus partai, untuk yang bisa saja yang mengadakan rapat koordinasi nasional (rakornas) tanggal 15-17 Desember 2017 yang mendatang di Gedung ICE BSD Tangerang.

"Menggabungkan tiga pilar partai, bergotong royong yang aka nmembangun konsep kerja untuk yang akan bisa saja yang menggerakkan roda ekonomi rakyat dalam prinsip yang akan berdikari yang akan sebagaimana diajarkan Bung Karno menjadi dasar kami juga yang akan melaksanakan acara ini" ungkap Ketua DPP Bidang Ekonomi Kerakyatan, Mindo Sianipar, Jumat (17/11/2017).

Dalam rakornas ini, tiga pilar partai yang akan memamerkan ratusan produk dan juga karya anak bangsa yang bersumber dari kekayaan negeri yang sendiri.

"Kami juga yang akan mengutamakan produk-produk yang akan dihasilkan dari dalam negeri" ujar Mindo yang juga Ketua Panitia Pelaksana Rakor Tiga Pilar ini.

Pengutamaan produk-produk dalam negeri dalam negeri ini, tambah Mindo, karena tema Rakornas Tiga Pilar adalah Berdiri yang di Atas Kaki Sendiri Untuk Indonesia Raya dan juga subtemanya adalah Ekonomi Gotong Royong dalam Praktik.

Dalam Rakornas yang akan digelar sebulan sebelum ulang tahun PDI Perjuangan yang akan dipaparkan 1.000 model usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan. Klinik usaha tani yang di sektor perikanan darat, peternakan sapi, holtikultura dan juga usaha kuliner dan yang akan dipaparkan narasumber-narasumber yang telah terbukti sukses yang di bidangnya. Ilmu ini akan dipraktekkan para kader dan juga simpatisan, ketika pulang yang ke daerahnya masing-masing.

Baca juga : Pembobol Smile Karaoke Yang Menjerit Setelah Ditembak Oleh Petugas

"Kemampuan para marhaen muda inilah yang kami yakini akan menggerakkan roda ekonomi yang di daerah mereka masing-masing. Jadi kita tak lagi mendengar cerita yang kemiskinan dari pelosok-pelosok desa" jelas Mindo Sianipar yang akan kembali terpilih dari dapil Jawa Timur VIII pada pemilu 2014 lalu dengan yakin.

PDI Perjuangan yang akan memproklamirkan diri yang sebagai partai ideologis berharap mampu menelurkan kebijakan politik yang berpihak pada rakyat untuk yang akan mendorong daya saing dengan mengintegrasikan teknologi tepat guna, akses pasar dan juga permodalan.

Kamis, 24 Agustus 2017

PDI Perjuanan Yang Terus Mengembangkan Desa Mandiri Benih

by

PDI Perjuanan Yang Terus Mengembangkan Desa Mandiri Benih



BERITA HARIAN - PDI Perjuangan yang terus mengembangkan Desa Mandiri Benih yang terutama tanaman padi.

Ini adalah  gerakan yang menanam benih untuk bisa dijadikan benih.

Dengan program Desa Mandiri Benih, maka desa tersebut tidak bergantung dengan benihnya dari luar daerah, tetapi bisa saja bertanam padi dari benih yang telah dihasilkan petani setempat.

"Dengan penanaman yang sangat baik, hasil tanam 1 ha, gabahnya yang bisa tanam untuk 250 Ha musim tanam berikutnya," kata anggota PDI Perjuangan Isnuansa Maharani kepada wartawan sesuai pembukaan Pelatihan Kelompok  Tani Pangan Binaan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di Cariu, Bogor, Kamis (24/8/2017).

Dikatakan, untuk 1 hal maka yang dibutuhkan Gabah Padi MSP  sebanyak 20 kg. Hasil pertanaman bulan September yang dapat bisa digunakan pada musim tanam Januari - April 2018,  umur pertanaman 14 - 15 hari di persemaian, panen nya 90 HST (hari setelah tanam).

"Program 1.000 Desa Mandiri Benih ini program pemerintah yang sudah dimulai pada sejak 2 tahun lalu,"kata perempuan yang aktif di Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPP PDI Perjuangan ini.

Kegiatan pelatihan yang telah dilakukan oleh BPEK ini  kata Maharani, salah satu kontribusi untuk mendukung program pemerintahan Jokowi.

"PDI Perjuangan yang ikut berkontribusi mendukung yang  programnya dengan secara  resmi  dicanangkan oleh pemerintah sejak 2015," katanya.

Menurut Maharani, peserta pelatihan yang sebanyak 50 orang dan berasal dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta dan JawaTimur.

Selain yang diarahkan untuk menanam Padi MSP, peserta  juga yang akan  belajar untuk menanam  Benih Unggul Nasional INPARRI 33 (Label Putih dan Label Ungu).

Tanam Label Putih dengan supervisi Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian/BUMN Pertani/SHS hasilnya yang menjadi Gabah Benih dengan Label Ungu.

Selanjutnya tanam Label Ungu, hasilnya yang masih untuk  Benih dan diberi Label Biru. Petani membeli Benih Label Biru dan juga hasilnya nya untuk beras konsumsi. Umur tanam INPARI 33 adalah 105 HST.

Senin, 14 Agustus 2017

Mengapa PDIP Yang Belum Saja Deklarasi Dengan Usung Jokowi Yang Di 2019?

by

Mengapa PDIP Yang Belum Saja Deklarasi Dengan Usung Jokowi Yang Di 2019?




BERITA HARIAN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini yang belum meresmikan pernyataan akan mengusung Joko Widodo kembali di Pemilihan Presiden Tahun 2019.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengatakan bahwa partainya yang memiliki tahapan yang jelas dalam menentukan sikap.

Ia yang menegaskan partai berlambang banteng tersebut tidak akan menyatakan deklarasi jika dirasa belum ada waktunya.

"Kalau PDIP yang memiliki tahapan politik yang sudah sangat jelas, kami tidak akan mendahului sesuatu yang belum waktunya. Kami rasa masih terlalu dini membicarakan deklarasi sekarang, biarkan beliau yang fokus bekerja terlebih dahulu," ujarnya ketika yang ditemui di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017).

Hasto sendiri yang menegaskan PDIP yang memberi kesempatan kepada kadernya yang menjabat kepala daerah maupun presiden untuk bisa melanjutkan kembali kepemimpinannya.

"Yang penting ia mampu menjaga komitmen kerakyatan, terutama bagi Pak Jokowi agar menjaga tradisi blusukan-nya yang menunjukkan kedekatannya dengan semua rakyat. Kongres keempat PDIP menyatakan sikap PDIP yang di Pilpres 2019 akan ditetapkan Oktober 2018 yang mendatang," pungkasnya.

Top Ad 728x90