Tampilkan postingan dengan label Politisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2018

Politisi Arifin Nainggolan Yang Tidak Hadiri Dalam Pemeriksaan KPK

by

Politisi Arifin Nainggolan Yang Tidak Hadiri Dalam Pemeriksaan KPK



BERITA HARIAN - Selain Mustofawiyah dan Tiaisah Ritonga, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memanggil anggota DPRD Sumut yang dari Fraksi Demokrat lainnya untuk diperiksa hari ini.

Dia adalah Arifin Nainggolan, satu dari 38 mantan yang maupun anggota DPRD Sumut yang jadi tersangka baru kasus suap Gatot Pujo Nugroho.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Arifin tidak yang memenuhi panggilan dengan alasan sakit.

"Tadi KPK menerima surat yang akan menyampaikan informasi yang bersangkutan sakit," kata Febri melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (11/7/2018).

Meski tidak datang hari ini, KPK tidak akan yang mengendorkan pemanggilan terhadap Arifin. Kata Febri, KPK akan memanggil ulang Arifin.

"Kami akan yang lakukan pemanggilan kembali. Waktunya akan disampaikan menyusul," kata Febri.

KPK kembali yang akan menangkap tersangka kasus suap DPRD Sumut. Kali ini, giliran Mustofawiyah dan Tiaisah Ritonga yang akan mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta.

Baca juga : SBY Yang Tentukan pilihan Capres Dalam 4 Minggu Lagi

Hingga saat ini, KPK telah menahan sembilan dari 38 tersangka baru kasus suap DPRD Sumut.

Mereka adalah Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, Rinawati Sianturi, Sonny Firdaus, Muslim Simbolon, Helmiati, Mustofawiyah dan Tiaisah.

Rabu, 06 Juni 2018

Politisi Senior Golkar Leo Nababan Yang Dukung Djarot Sihar

by

Politisi  Senior Golkar Leo Nababan Yang Dukung Djarot Sihar



BERITA HARIAN - Bak sejoli yang telah lama tak yang bertemu, Politisi Senior Golkar Leo Nababan langsung menjabat tangan serta merangkul Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat.

Pertemuan tersebut yang terjadi di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.

Kala itu Djarot sedang yang menunggu sang istri tercinta dan ketiga putrinya.

Secara spontan, Leo yang menjelaskan ke awak media perihal alasannya mendukung Djarot.

"Beliau ini sangat yang menguasai tata laksana kenegaraan, tata laksana pemerintahan," ujarnya, Rabu (6/6/2018).

Lagipula, bagi Leo, Djarot yang sudah memiliki rekam jejak yang sangat bagus.

"Beliau pasti telah yang akan memahami pelaporan keuangan pemerintah, pengaturan birokrasi yang baik," katanya.

Leo menegaskan terkai intergritas Djarot. Baginya, mantan Wali Kota Blitar itu, tidak ada kemungkinan untuk korupsi.

"Menurut saya ini pasangan ideal, sang cawagub juga pengusaha besar, tak akan mungkin mencuri karena uangnya sudah banyak," ujarnya berseloroh.

Leo berharap Djarot dapat mengubah Sumut lebih baik, karena hal tersebut, menurutnya keinginan setiap insan do Sumut.

Baca juga : Soksi Ingin Membangun Optimisme Ekonomi di Negara Indonesia

Keduanya berbincang hangat sambil sesekali tertawa ria.

"Kalian tulis ya, mainkan. Buat aja sejelas-jelasnya," katanya sambil tersenyum.
Padahal di Pilgub Sumut, Golkar mendukung pasangan Edy-Ijeck alias Eramas.

Rabu, 18 April 2018

Politisi PDIP Ini Yang Tidak Merasa Partainya Disebut Dengan Amien Rais

by

Politisi PDIP Ini Yang Tidak Merasa Partainya Disebut Dengan Amien Rais



BERITA HARIAN - Pernyataan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) terkait adanya 'partai setan' dan 'partai Allah', ternyata masih menjadi pembahasan dikalangan pengamat dan politisi tanah air.

Seperti yang akan disampaikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira.

Ia yang akan menilai apa yang disampaikan Amien merupakan masalah 'tokoh nasional itu dengan dirinya sendiri'.

Andreas pun yang tidak merasa bahwa Amien menyebut partai dalam berlambang kepala banteng itu dalam isi ceramahnya.

"Pak Amien Rais tidak yang akan menyebut PDIP, itu masalah dengan dirinya sendiri," ujar Andreas, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Ia pun enggan yang akan menanggapi lebih lanjut pernyataan kontroversial mantan Ketua MPR RI itu.

Andreas yang akan bisa saja yanga menegaskan partainya tidak memiliki urusan dengan pernyataan Amien, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Kami nggak ada urusan dengan itu," tegas Andreas.

Sebelumnya, pernyataan Amien Rais itu yang akan disampaikan dalam sebuah ceramah beberapa waktu lalu.

Ia mendikotomikan adanya 'Partai Setan' dan 'Partai Allah'.

Baca juga : Juve Dan Napoli Yang Tertarik Dengan Sime Vrsaljko

Pada awalnya ia mengajak seluruh pihak, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN) berjuang membela agama, bersama umat Islam.

Kemudian ia menyebutkan pula ada partai besar yang bergabung dengan partai setan.

Saat ditanya terkait partai apa yang dimaksud, Amien pun enggan menjawab.

Selasa, 06 Maret 2018

Wakil Ketua DPR Yang Akan Siapkan Berkas Untuk Laporkan Presiden PKS Sohibul Iman

by

Wakil Ketua DPR Yang Akan Siapkan Berkas Untuk Laporkan Presiden PKS Sohibul Iman



BERITA HARIAN - Politisi PKS Fahri Hamzah akan melaporkan Ketua Umum PKS Sohibul Iman ke polisi atas tuduhan dugaan penyebaran fitnah, permufakatan jahat, dan pemalsuan dokumen terkait pemecatannya di partai yang berimbas pada posisinya di DPR.

Saat ini Fahri  yang tengah saja yang akan menyiapkan berkas untuk yang akan bisa saja yang akan melaporkan Sohibul ke polisi atas sejumlah tuduhan tersebut.

"Pertama-tama yang pemalsuan ya. Jadi artinya dia yang akan bisa saja yang mengumumkan kepada kader itu berita palsu.

Dan bagian dari pemalsuan ini kan dia (Sohibul) perintahkan kepada Ketua MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) waktu itu, sampai kemudian digantikan (Ketua) MKD-nya," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Di samping itu, lanjut Fahri, Sohibul juga diduga menyebarkan berita bohong soal pemecatannya dari partai dan kenggotaannya di DPR.

Padahal, menurut dia, putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta telah memenangkan Fahri sehingga ia menilai tidak bisa dipecat dari partai dan DPR.

Fahri mengatakan, apa yang dilakukan Sohibul telah merusak sistem partai yang semestinya mengedepankan putusan hukum dalam menghadapi sengketa ini.

"Jadi pimpinan PKS ini sama sekali tidak menghormati hukum, tidak menghormati aturan dalam kelembagaan negara dan tidak menghormati pengadilan, ya, menurut saya ini menghancurkan partai," ujar Fahri.

Baca juga : Foto Anggota DPRD Yang Pamer Uang Dollar Saat Berpose Didepan Casino Singapura

"Sudah jelas lah kehancuran partai. Jadi saya akan terpaksa menggunakan apa namanya, kembali media pengadilan, untuk tuntutan pidana. Kalau kemarin kan tuntutan perdata," lanjut Fahri.

Sebelumnya Sohibul sempat mengungkapkan Fahri sedianya bersedia meninggalkan posisinya sebagai Wakil Ketua DPR.

Namun, menurut Sohibul Fahri pada akhirnya tidak memenuhi janji itu.

Sohibul lantas menuding Fahri pembohong. "Begitu masuk Desember (2015), enggak mau (mundur). Apa itu bukan bohong? Bohong itu namanya dan membangkang itu namanya," kata Sohibul saat ditemui di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Top Ad 728x90