Tampilkan postingan dengan label Tewas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tewas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2018

Ditemukan Bocah Meninggal Dunia, Usai Takut Disuntik Lompat Dari Sepeda Motor

by

Ditemukan Bocah Meninggal Dunia, Usai Takut Disuntik Lompat Dari Sepeda Motor



BERITA HARIAN - Sungguh malang nasib AWK (10) yang akan ditemukan mulai membusuk di sebuah ladang yang beralamat di Jalan Veteran Pasar VI, Tanah Garapan Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, dalam keadaan yang telungkup.

Informasi yang dihimpun sebelumnya, pada Minggu (16/9/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, korban yang dalam kondisi sakit deman bersama kedua orang tuanya pergi keladang yang beralamat di Jalan Veteran, Pasar VI Tanah Garapan, Gang Surabaya, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Sesampainya mereka yang di ladang tiba-tiba AWK (korban) mengalami demam tinggi. Melihat hal tersebut kedua orang tuanya yang langsung membawa korban ke Klinik terdekat yang berada di Jalan Veteran Pasar VI Desa Manunggal dengan yang mengendarai sepeda motor.

Di tengah perjalanan menuju klinik tiba-tiba korban yang sedang dibonceng oleh kedua orang tuanya melompat dari sepeda motor dan dikarenakan ia yang takut disuntik.

Pelarian korban yang nekat melompat dari sepeda motor membuat kedua orang tuannya panik dan berusaha mencari korban. Tetapi pencarian kedua orang tuannya tidak berhasil selama dua hari.

Hal tersebut membuat kedua orang tuannya menjadi panik serta meminta bantuan kepada sanak saudaranya untuk mencari korban yang sudah dua hari tidak ditemukan.

Pencarian kembali yang dilakukan keluarga AWK, pada Rabu (19/9/2018) sekitar pukul 21.30 WIB, korban berhasil ditemukan di sebuah ladang, Jalan Veteran Pasar VI Tanah Garapan Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli, dalam keadaan telungkup dan membusuk.

Melihat Hal tersebut kedua orang tuanya dan keluarga terkejut lalu mencoba menghubungi pihak kepolisian Polsek Medan Labuhan.

Kanit Reskrim, Iptu Bonar H Pohan, mengatakan, begitu mendapat informasi tersebut, langsung menuju ke TKP.

Baca juga : Hadiri Deklarasi Kampanye Pemilu Damai Para Caleg Komitmen Untuk Yang Hindari Hoaks

"Sesampainya di lokasi, korban mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak perlu dilakukan otopsi. Pihak keluarganya juga menerima dengan ikhlas peristiwa tersebut," ujarnya, Jumat (21/9/2018).

"Kami juga membantu membawa keluarga beserta korban ke rumah duka dengan mobil ambulans menuju ke kediamannya Jalan Alumunium III Lingkungan12, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, untuk proses pemakaman," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan.

Jumat, 24 Agustus 2018

Seorang Kakek Warga Mahoni Dihebohkan Tewas Gantung Diri

by

Seorang Kakek Warga Mahoni Dihebohkan Tewas Gantung Diri



BERITA HARIAN - Warga padat penduduk Jalan Mahoni, Kecamatan Medan Timur, dihebohkan dari salah rumah salah seorang yang di simpang jalan Gaharu.

Pasalnya, kakek berumur 68 tahun diduga bunuh diri yang di dalam rumahnya.

dari warga sekitar, Wangsit (46) mengatakan, beliau (Tukimin) meninggal gantung diri yang di pinggir kolam yang terdapat di dalam rumah.

"Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya informasi dari warga ia yang sedang membetulkan tali yang kusut sekitar pukul 10.00 WIB. Namun kami tak menyangka bahwa tali tersebut ia gunakan untuk gantung diri," kata pria berkulit sawo matang, untuk di lokasi kejadian, Kamis (23/8/2018).

Tukimin (68) atau yang akrab disapa tok Ando warga Jalan Denai, dikenal warga yang akan sebagai sosok yang baik, dan rajin beribadah.

Ia tidak pernah yang bermasalah dengan warga sekitar, kurang lebih ia sudah yang tinggal di sini selama enam tahun.

"Ini rumah seperti punya perusahaan, tapi tidak tau bergerak yang di bidang apa. Beberapa warga atau orang kantornya yang di sini menjadi tempat parkir mobil," kata Wangsit.

Ditempat ia menggantungkan diri, di sebuah kayu yang di pinggir kolam. Kondisi Tukimin separuh lutut yang di dalam air.

Baca juga : PJ gubernur Eko Subowo Yang Harapkan Jabatan Baru Ciptakan Pemerintah Yang Bersih

"Ya kalau saya dengan bapak ini, cuma sekedar jalan bersama ke mesjid depan, ia ramah, saya tidak menyangka kalau dirinya seperti ini. Kalau untuk penyebab pasti saya kurang tau, karena ia pernah bercerita dengan saya bahwa istrinya sakit, mungkin ia memiliki beban pikiran," sambung Wangsit.

Sementara di lokasi kejadian, hingga berita ini diturunkan, warga masih yang memadati lokasi kejadian.

Rabu, 11 Juli 2018

Ditemukan Seekor Jasad Anak Orangutan di Bukit Lawang

by

Ditemukan Seekor Jasad Anak Orangutan di Bukit Lawang



BERITA HARIAN - Seekor Orangutan Sumatera Pongo Abelii, yang ditemukan mati di wilayah Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Adhi Nurul Hadi yang mengatakan temuan jasad anak orangutan, ditemukan pada (30/6/2018) lalu.

Saat yang ditemukan, posisi jasad anak orangutan tengah dibawa oleh sang induk.

"Orangutan yang sudah mati, ditemukan oleh seorang pemandu dari HPI di Bukit Lawang," kata Adhi di Kantor BBTNGL di Jalan Selamat No. 137, Sitirejo III, Medan Amplas, Kota Medan, Rabu (11/7/2018)

"Posisi jasad orangutan yang ditemukan, saat dibawa induknya yang kebetulan yang bernama Jeki. Individu anak orangutan ini diperkirakan umur 3 tahun dengan jenis kelamin jantan," sambungnya.

Masih kata Adhi, ia tidak mengetahui persis kapan satwa langka yang dilindungi itu mati, sebab pada saat ditemukan anak orangutan tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Pada saat mendapat laporan dari seorang pemandu soal temuan jasad anak orangutan, petugas langsung bergerak untuk melakukan evakuasi," katanya.

Adhi menjelaskan bahwa esok harinya petugas segera ke lokasi untuk mengecek keberadaan orangutan tersebut. Kebetulan untuk orangutan ini, banyak mitra dengan NGO di Bukit Lawang untuk mengevakuasi dan melakukan tindakan lanjutan terhadap anak orangutan itu.

"Pada (1/7/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, orangutan itu bisa kita amankan dari induknya. Lalu otopsi yang dikoordinir oleh dokter hewan," ujarnya.

Baca juga : Ahok Yang Akan Resmi Bisa Bebas Dari Penjara Dibulan Depan

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha TNGL, Joko Iswanto menyebut tidak ditemukan adanya luka tembak karena perburuan, dan suatu penyakit di tubuh jasad anak orangutan itu.

"Hanya ditemukan lebam di beberapa titik pada bagian tubuh anak orangutan nahas tersebut. Bisa dikatakan itu murni kecelakaan karena memang secara alami anak orangutan itu masih dipeluk terus oleh induknya," katanya.

"Di sana populasi juga ada orangutan jantan yang memang lagi birahi. Lalu mungkin dalam berhubungan itu sedikit menyakiti si anak sehingga menyebabkan cedera di tubuh jasad orangutan," jelasnya.

Kamis, 05 Juli 2018

Pengendara Motor Laga Kambing Ninja VS Jupiter, Aldo Rasyid Tewas

by

Pengendara Motor Laga Kambing Ninja VS Jupiter, Aldo Rasyid Tewas



BERITA HARIAN - Hendrik (26) pengendara Ninja warga Jalan Dusun IX Banten gang Amal, Desa Helvetia yang bertabrakan dengan Jupiter MX yang telah dikendarai Aldo Rasyid (16) dan Adamsyah (19). Tabrakan tersebut yang terjadi di Jalan Veteran Pasar VII Desa Manunggal, Labuhan Deli, Minggu (1/7/2018) lalu.

Akibat peristiwa tersebut Aldo dan juga Adam kini masih mendapat perawatan di RSU Eshmun, namun Hendrik harus dirujuk ke RSU Sembiring Delitua.

Kepada Kanit lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution membenarkan peristiwa tersebut.

"Benar ada kejadian tabrakan di Jalan Veteran Pasar VII pada Minggu (1/7/2018) kemarin. Ke tiganya sudah dirawat di salah satu rumah sakit yang tidak jauh dari lokasi kejadian," ujarnya, Selasa (3/7/2018).

Katanya kecelakaan terjadi saat sepeda motor Yamaha Jupiter MX tanpa nomor polisi datang dari arah Medan menuju Marelan yang dikendarai oleh Aldo Rasyid.

Sesampainya di lokasi kejadian, Jupiter MX tersebut berjalan terlalu kekanan sehingga menabrak Sepeda motor Kawasaki Ninja dengan nomor polisi BK 5610 AFA, dikendarai oleh Hendrik, yang datang dari arah Marelan menuju Medan.

"Jadi karena Hendrik mengalami luka berat, dirujuk ke RSU Sinar Husni, namun kembali dirujuk ke RSU Sembiring Delitua. Sedangkan Aldo Rasyid mengalami luka berat dan di rawat di RSU Eshmun," sambung Iptu AW Nasution.

Namun saat mendapat perawatan, Aldo Rasyid dikabarkan meninggal dunia. Sedangkan Adamsyah masih mendapat perawatan di RSU Eshmun.

Aldo mengalami luka patah tulang pada tangan kiri, paha kaki kiri patah , luka robek pada lutut kiri, ibu jari kaki kiri robek, keluar darah dari hidung dan mulut.

Adamsyah mengalami luka robek pada kelopak mata kiri, luka robek dipipi kiri, luka lecet di kaki kanan, keluar darah dari hidung dan telinga kanan.

Baca juga : Syaiful Kesal Melihat Anggotanya Yang Ditangkap Kasus Narkoba

Sementara Hendrik Mengalami luka robek pada bibir atas, patah pada tulang rahang, luka robek pada kaki kanan dan tangan kanan, kesadaran menurun dirujuk ke RS Sembiring.

Dari peristiwa tersebut, polisi mengamankan satu motor Yamaha Jupiter MX tanpa nomor polisi dan sepeda motor Kawasaki Ninja dengan nomor polisi 5610 AFA.

"Kami sudah mengamankan kedua unit sepeda motor tersebut dan diboyong ke Mako unit lantas Titipapan," tutup Kanit Lantas, Iptu AW Nasution.

Jumat, 29 Juni 2018

Dua Orang Tewas Yang Tersengat Petir Sedang Duduk di Warung

by

Dua Orang Tewas Yang Tersengat Petir Sedang Duduk di Warung



BERITA HARIAN - Dua orang warga tewas yang Tersengat petir disaat sedang duduk-duduk yang di warung Romo dusun I Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang.

Keduanya itu yakni Andi Pratama alias Fauzi (34) warga Lubukpakam dan Bobby Hartanto (22) warga Pantai Labu.

Fauzi sendiri yang merupakan tenaga honorer di Dinas Perizinan Kabupaten Deliserdang.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, (28/6/2018).

Kedua korban datang yang ke warung dekat pinggir aliran sungai ular itu yang bersama temannya masing-masing dan sedang duduk-duduk. Sebelum petir menyambar kedua korban, terlebih dahulu di sekitar lokasi sedang turun hujan lebat.

Suasana duka tampak terlihat yang di kediaman Fauzi di Jl Masjid Desa Sekip Jumat, (29/6/2018).

Sejak pagi hari warga dan juga keluarganya pun berdatangan memberikan ucapan duka dan doa.

Tampak kalau saat itu istrinya tampak begitu sedih. Hal ini lantaran sang suami yang meninggalkan dua orang anak laki-laki yang masih kecil-kecil.

Baca juga : Djoss Yang Peroleh Sura Tertinggi di Lapas Dan Rutan Se-Sumut

Jasad Fauzi pun yang disalatkan di masjid Al Huda samping rumahnya usai pelaksanaan ibadah salat Jumat. Istrinya yang tampak menangis begitu jenazah korban yang di masukkan ke dalam mobil ambulans untuk yang dimakamkan di pemakaman muslim di Desa Sekip.

Kapolsek Beringin, AKP Sony yang telah dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Disebut kalau jasad korban sudah disemayamkan yang di kediaman masing-masing.

" Ia dua yang tewas. Saat itu mereka sama-sama sedang di warung itu. Kita juga sudah ambil keterangan saksi-saksi,"kata Sony.

Sabtu, 16 Juni 2018

Kecelakan Yang Terjadi Oleh Perjalanan Mudik, Satu Keluarga Telah Tewas

by

Kecelakan Yang Terjadi Oleh Perjalanan Mudik, Satu Keluarga Telah Tewas



BERITA HARIAN - Tangis haru pecah saat kerabat dan kelurga korban tewas tiba yang di kamar jenazah RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, tiga orang pemudik asal Cilacap tewas dalam insiden yang kecelakaan maut di Jalan Raya Tajur tepatnya di depan perumahan Royal Residence, Kota Bogor pada Rabu (13/6/2018) pagi.

Korban tewas yang merupakan satu keluarga yakni ayah, ibu dan seorang putrinya.

Identitas korban yang diketahui bernama Rayitno (26) dan istrinya Sumarni (26) serta Rahma yang masih berusia 4 tahun

Jasad korban pun langsung yang dibawa oleh petugas ke RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sejumlah kerabat dan juga kelurga pun yang mendapatkan kabar duka itu langsung yang akan berdatangan ke kamar jenazah RSUD Ciawi.

Pihak keluarga dan juga kerabat yang datang tampak terpukul melihat orang terdekatnya sudah terbungkus kain kafan.

Isak tangis pun pecah yang di kamar jenazah RSUD Ciawi saat salah seorang anggota keluarga ingin melihat lebih dekat kondisi

Menurut salah satu pihak keluarga, Iwan Nuryawan (31) yang mengatakan, ketiga korban tersebut memang merupakan satu keluarga yang hendak mudik ke Cilacap dari Cibinong Bogor.

"Berangkatnya tadi subuh, mau mudik ke Cilacap, yang anak kecil itu putrinya yang masih umur 4 tahun," ujar Iwan, Rabu (13/6/2018).
Iwan melanjutkan, sang istri yang di Cibinong bekerja di garmen dan suaminya bekerja di pabrik percetakan.

"Mareka dari Cibinong, pekerjaannya suaminya yang di pabrik percetakan, istrinya di garmen," tambahnya.

Rencananya, ketiga korban akan yang berlebaran di kampung halamannya di Cilacap.

Iwan Nuryawan melanjutkan, hal itu yang akan merupakan keputusan keluarga karena almarhum memang hendak pulang kampung.

Baca juga : Kebakaran Satu Unit Rumah Semi Permanen Habis Dilalap Api

"Kalau menurut keluarga, mereka kan mau pulang kampung, udah sehidup semati insya Allah akan dimakamkan di kampung kelahiran suaminya di Cilacap," tambahnya.

Kanit Laka Polresta Bogor Kota Iptu Budi Suratman menuturkan, pengendara motor membonceng Sumarni dan anak perempuannya.

Ketika melintas di Jalan Raya Tajur, sambungnya, korban bersenggolan dengan sepeda motor lainnya.

"Iya, sepeda motornya kemudian tertabrak oleh kendaraan Mitsubishi L300 Nopol F 7673 SB yang melaju dari arah berlawanan dari arah Ciawi menuju Sukasari," tandasnya.

Jumat, 15 Juni 2018

Seorang Supir Grab Ditemukan Tewas Mengerikan Tanpa Pakaian

by

Seorang Supir Grab Ditemukan Tewas Mengerikan Tanpa Pakaian



BERITA HARIAN - M Aji Saputra (26), sopir taksi online Grab yang akan ditemukan tewas mengenaskan tergantung yang di Jembatan Beruge, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Kamis (14/6/2018) dini hari.

Adik korban Aidil (22), usai yang akan bisa saja yang melapor di Polda Sumsel mengatakan, setelah berkomunikasi dengan pihak Grab, keluarga yang mengetahui bahwa Aji menerima orderan dari seorang pemesan bernama Gusti Randan.

Diketahui yang pemesanan dilakukan di JM Sukarame Jalan Kol H Burlian menuju Jalan Suka Bangun II, Lorong Sukapandai, Rabu (13/6/018) sekitar pukul 21.25.

Pada pukul 21.40 korban yang  tidak dapat dihubungi lagi.

"Komunikasi dengan kakak saya memang jarang. Tapi kemarin saya tidak tahu ada firasat apa malah telepon video call dengan dia. Dia sudah yang berkeluarga dan memiliki dua anak yang masih kecil-kecil semua. Istrinya yang terakhir berkomunikasi dengan kakak saya pada malam kemarin sekitar pukul 19.20," ujarnya.

Lalu keluarga yang mendapat kabar dari Polsek Babat Tomat bahwa korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan tanpa pakaian.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang akan bisa saja yang mengatakan, pihaknya prihatin atas kejadian perampokan terhadap sopir taksi online yang sudah ke empat kalinya.

"Akan kami cari para pelaku dimana pun yang  keberadaan mereka"

Baca juga : Doni Siregar Yang Akan Berlebaran di Sel Tahanan Hendak Simpan Sabu sabu

"Saya barusan bertemu dengan adik korban, tentu akan kami selidiki akan kami tangkap para pelakunya sampai dimana pun tapi yang kadang-kadang pelaku kejahatan adakala gampang kami ungkap dan adakala sulit di ungkap kecuali mereka menyerahkan diri. Insyaallah dengan doa akan yang bisa aja yang dimudahkan dibantukan dengan doa-doa keluarga agar cepat terungkap," katanya

Dari itulah, Irjen Agung tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pelaku.

Tembak ditempat, jadi alternatif terhadap pelaku perampokaaan sadis seperti kasus-kasus ini.

Selasa, 12 Juni 2018

Supir Travel Tewas di Dalam Mobilnya, Dan Sempat Diantar ke Rumah Sakit

by

Supir Travel Tewas di Dalam Mobilnya, Dan Sempat Diantar  ke Rumah Sakit



BERITA HARIAN - Rahimun Munthe (51) warga Jalan Kutacane Lama, Kelurahan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara yang akan ditemukan meninggal oleh sekuriti perumahan di Jalan Jamin Ginting, Pasar Tiga, Padang Bulan. Korban yang ditemukan warga di dalam mobil Toyota Innova dengan plat BK 1806 AJ, Senin, (11/6/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

Fadli, Saksi yang berkerja sebagai Sekuriti  menemukan korban di dalam mobil Toyota Innova warna silver. Dalam keterangannya, ia mengatakan korban ingin diantar ke rumah sakit terdekat karena mengalami rasa sakit di perutnya.

"Semalam, dia kan datang ke parkiran, terus dia bilang sama ku, mau diantar ke rumah sakit, aku bilang enggak bisa. Namun, saya berinisiatif memanggil taksi untuk mengantarkan dia ke rumah sakit," ucapnya.

Sewaktu menunggu taksi tersebut, korban yang telah saja yang akan diketahui sopir travel ini tidak mau diantar menggunakan taksi.

"Ku panggil taksi aja pak, tapi dia enggak mau. Malah dia bilang sama ku 'tolong telfon teman saya bernama Teger'. Setelah itu kuhubungilah temannya itu, dan akhirnya datang'," ungkapnya.

Sembari menunggu teman korban, Fadli yang kembali ke tempat kerjanya dengan duduk di depan teras bank tersebut. Sekitar 10 menit kemudian, teman korban bernama Teger akhirnya datang ke lokasi dan sudah menemukan Rahimun Munthe tak bernyawa yang di dalam mobilnya tersebut.

Baca juga : Mulai Besok, Untuk Jembatan Kalikuto Jawa Tengah Sudah Bisa Dilewatinya

Sedangkan, menurut keterangan Kasi Humas Polsek Medan Baru, Aipda Ayatullah mengatakan petugas sudah memanggil Inafis, yang kemudian membawa mayat korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Menurut keterangan keluarga korban, bahwa korban mengalami sakit asam lambung dan tensi tinggi, serta keluarga korban menyatakan tidak ingin dilakukan outopsi. Dan rencananya, korban ingin dibawa ke rumah duka di Kutacane," ucapnya.

Jumat, 18 Mei 2018

Pembunuhan Sadis, Seorang Suami Tega Habisi Sang Istrinya Sendiri

by

Pembunuhan Sadis, Seorang Suami Tega Habisi Sang Istrinya Sendiri 



BERITA HARIAN - Bustomi (24), warga Desa Keban II, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan yang nekat menghabisi nyawa Anggita Efrianti (20) yang tak lain istrinya sendiri.

Perbuatan yang begitu sadis itu dilakukan Bustomi lantaran berebut hak asuh anak dengan korban Anggita.

Bustomi dan Anggita mulanya pisah ranjang yang sejak tiga bulan terakhir. Mereka kemudian yang akan memutuskan untuk bercerai.

Namun sebelum sidang perceraian yang dilanjutkan ke pengadilan, Bustomi meminta agar hak asuk anak mereka diberikan kepadanya.

Anggita yang tak terima, mengajak kakak dan juga ibunya mencoba menjemput sang anak yang di rumah mertuanya, Rabu (16/5/2018), di Desa Keban II, Kecamatan Sanga, Desa Muba.

“Namun, saat korban hendak pulang dan juga menggendong anaknya, pelaku datang yang ke rumah memakai sepeda motor dan juga menusuk korban satu kali,” Kapolsek Sanga Desa, Iptu Mukhlis, Jumat (18/5/2018).

Akibat tusukan itu, Anggita yang dilarikan ke puskesmas. Nahas, nyawa korban tak tertolong.

“Pelaku sempat melarikan diri. Setelah kita cari, pelaku bersama yang keluarga dan kepala desa setempat menyerahkan diri ke Polsek. Motif pelaku yang mengahbisi nyawa istrinya karena rebutan hak asuh anak mereka,” jelas Mukhlis.

Baca juga : Seorang Pemuda Yang Sering Transaksi Narkoba Yang di Pohon Pisang 

Atas perbuatannya, Bustomi yang terancam tak bisa mengasuh anaknya hingga dewasa.

Sebab ia yang terancam dikenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana serta UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Rabu, 09 Mei 2018

Teman Satu Kontrakan Kaget Saat Lihat Vorlyndan LB Tobing Tewas Gantung Diri

by

Teman Satu Kontrakan Kaget Saat Lihat Vorlyndan LB Tobing Tewas Gantung Diri



BERITA HARIAN - Jalan Selamat No 166, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas yang dikagetkan dengan adanya orang yang gantung diri.

Ia adalah Vorlyndan LB Tobing (23) warga Desa Disaring Pagaran Lambung I Adian Koting, Tapanuli Utara.

Menurut informasi yang diterima dari Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin, Vorlyndan nekat bunuh diri yang karena diduga mengalami stres.

Kali pertama yang menemukan Vorlyndan dalam posisi menggantung adalah Kencana Hutabarat (22) yang merupakan teman kontrakan Vorlyndan.

Saat itu, tepatnya pada Selasa (8/5/2018) malam Kencana baru pulang dari kampus
Saat itu, kata Yaqin, Kencana hendak  yang masuk ke dalam kamar, namun pintu kamar terkunci dari dalam.

Kencana merasakan kalau pintu kamar terkunci dalam merupakan hal yang tidak biasa. Merasa heran, Kencana berusaha yang memanggil Vorlyndan sembari menggedor pintu kamar.

"Namun tetap tidak ada sambutan dari Vorlyndan. Panik, Kencana langsung menghubungi teman kontrakan lainnya yang diketahui bernama Lasman Napitupulu,"katanya.
Kemudian, sambung Yaqin, mereka berdua yang memutuskan untuk memanggil Kepala Lingkungan (Kepling) agar menyaksikan mereka untuk mendobrak pintu kamar milik Vorlyndan.

"Saat pintu terbuka karena didobrak, kedua teman Vorlyndan kaget karena melihat temannya sudah tidak bernyawa dengan posisi leher tergantung yang di tali,"ujar Yaqin.

Setelah itu, sambung Yaqin, kedua temannya yang mendatangi Polsek Patumbak untuk membuat laporan bersama dengan Kepling.

Baca juga : Salah Satu Anggota DPRRI Divonis 6 Tahun Penjara, Istri Aditua Moha Menangis

Mendapat laporan itu, petugas Polsek Patumbak langsung turun yang mengamankan area TKP serta
memanggil ambulance dan tim inafis.

"Kita membawa jasad Vorlyndan ke Rumah Sakit Bhayangkara,"ujar Yaqin.

Dikatakan orang nomor satu yang di Reskrim Polsek Patumbak ini, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Vorlyndan. "Di rumah sakit tim inafis langsung memeriksa korban dan ternyata ini murni bunuh diri. Karena tidak ada tanda kekerasan yang di tubuh korban,"katanya seraya menyatakan diduga korban gantung diri karena yang mengalami stres.

Sabtu, 05 Mei 2018

Seorang Pria Pengendara Motor Tewas di Jalan RE Martadinata Ditabrak Truk

by

Seorang Pria Pengendara Motor Tewas di Jalan RE Martadinata Ditabrak Truk



BERITA HARIAN - Seorang pengendara motor yang terlibat tabrakan dengan sebuah truk di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (5/5/2018) pagi.

Pengendara motor yang akan diketahui bernama Ariesta Kristanto (22) meninggal di tempat, sedangkan penumpang yang memboceng yang di belakangnya, Mulyadi (27), terluka.

Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Utara AKP Sigit Purwanto yang akan menjelaskan awalnya motor Kawasaki Ninja nomor polisi T 2477 AB yang Ariesta kendarai melaju dari arah barat yang menuju timur.

"Awalnya sepeda motor Kawasaki Ninja T 2477 AB yang telah dikendarai saudara Ariesta Kristanto melaju dari arah barat yang ke timur di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tepatnya yang di depan pertigaan Jalan Inggom, lalu yang akan menabrak truk nomor daerah. Belum yang akan bisa saja yang diketahui yang melaju searah di depannya," ujar Sigit.

Baca juga : Seorang Napi Yang Ditemukan Mati Gantung Diri di Lapas Tanjung Gusta Medan

Akibat kecelakaan yang tersebut motor Ariesta rusak parah.

"Setelah kejadian sopir truk tidak yang akan diketahui dan meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara)," sambung dia.

Kamis, 03 Mei 2018

Seorang Pria Yang Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Saat Jatuh Dari Sepeda Motor

by

Seorang Pria Yang Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Saat Jatuh Dari Sepeda Motor



BERITA HARIAN - Warga Jalan besar Medan-Batangkuis Dusun XIII Desa Bandar Klippah, Percut Sei Tuan yang akan dikejutkan saat seorang pria jatuh dari sepeda motor dan meninggal yang di tempat.

Kejadian yang terjadi Kamis (3/5/2018) pukil 07.45 WIB, di kawasan Batangkuis. Erson Siagian (50) yang akan ditemukan warga dengan posisi telungkup yang di tepi jalan.

Warga yang mulai curiga kepada pria yang jatuh namun yang tidak bergerak. Warga sekitar beramai-ramai yang membalikkan posisi pria tersebut dan mengecek keadaannya.

Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, korban yang memiliki riwayat sakit jantung. Hal tersebut yang dibenarkan oleh sang istri.

"Kami sudah melakukan penyelidikan, namun tidak yang ditemukan adanya kekerasan terhadap jenazah. Erson Siagian (50) yang dinyatakan meninggal karena serangan jantung," ujarnya, Kamis (3/5/2018).

Warga langsung yang memberikan informasi ke Kapos Pol Sub Sektor Bandar Klippa Polsek Percutseituan. Kemudian anggota kepolisian, Aiptu Asnol Ain, langsung yang menuju lokasi kejadian.

Melihat identitas Erson, pihak kepolisian yang langsung menghubungi istri korban yang bernama Rosdiana Girsang dan ia pun yang langsung menuju ke lokasi.

Setelah sang istri bercerita, ternyata sang suami memiliki riwayat sakit jantung.

Pihak kepolisian langsung yang akan menghubungi Inafis dan juga yang akan dilakukan pemeriksaaan.

Baca juga : Sambil Terisak Fredy Yang Minta UUMD3 Untuk Dibatalkan

Istri korban membuat yang permohonan untuk tidak dilakukan otopsi terhadap suaminya dan dianggap meninggal dunia dalam keadaan wajar, karena sakit.

Dibantu warga, sang istri yang membawa pulang jenazah suaminya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan barang bukti, satu buah dompet berisi SIM, STNK, dan uang tunai Rp 355 ribu. Kemudian pihak kepolisian mengembalikan barang bukti tersebut ke pihak keluarga.

Rabu, 02 Mei 2018

Seorang Nenek Tewas Yang Terlindas Oleh Truk Tangki

by

Seorang Nenek Tewas Yang Terlindas Oleh Truk Tangki



BERITA HARIAN - Seorang nenek yang tertabrak truk tangki minyak yang di Jalan Ringroad/lampu merah Ngumban Surbakti Kota Medan, Senin (30/4/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut pengakuan warga yang melihat kejadian yang bernama Alia, mengatakan bahwa seorang nenek yang diduga bernama Warni tersebut yang ditabrak truk tangki minyak karena ingin menyeberang Jalan.

"Tadi setahu aku, nenek itu mau nyebrang, memang masih merah tapi, saat nenek-nenek itu nyebrang dia enggak lihat truk tangki sedang melintas. Kalau enggak salah namanya itu Warni, sekitar 60-an gitulah umurnya. Adeknya yang di sana ada usaha

Salon. Pokoknya sering yang dipanggil mamak Warnilah," ungkap ibu berbaju daster warna merah bunga tersebut.

Sedangkan, warga yang lainnya bernama Sasha mengatakan nenek yang diduga bernama Warni tersebut yang terseret ban truk tangki minyak karena tidak melihat lampu merah yang di perempatan tersebut sudah berwarna hijau.

"Tadi udah hijau memang, tapi nenek itu enggak lihat mungkin. Dan langsung ditabraklah, dan juga sempat terseret sejauh 10 meter," ucap ibu yang sedang menggendong anaknya tersebut.

Akibat kecelakaan lalulintas tersebut, warga setempat sempat yang mengerumuni dan mengabadikan dengan foto nenek yang terlindas truk tersebut.

Nenek yang telah diduga bernama Warni tersebut, terlindas truk, hingga perut korban mengeluarkan bagian dalam perut.

Baca juga : Fahri Hamzah Yang Katakan Saat Buruh Wajib Berpolitik

Rendra, saksi mata yang melihat kejadian tersebut, membenarkan bahwa nenek yang terlindas truk tersebut yang mengeluarkan bagian dalam perut.

"Aku lihat tadi kejadiannya, bagian dalam perutnya keluar, kakinya patah, kerena terseret mungkin sejauh 10 atau 15 meter," ucap pria yang memakai batik biru tersebut.

Ia juga menambahkan sopir tangki yang melindas nenek tersebut melarikan diri.
"Tadi kulihat dia ke kedai sana, siap itu, enggak kulihat lagi, mungkin lari," ucapnya lagi.

Minggu, 15 April 2018

Akibat Hilang Kendali, Seorang Pelajat Tewas di Lindas Truk di Depok

by

Akibat Hilang Kendali, Seorang Pelajat Tewas di Lindas Truk di Depok



BERITA HARIAN - Muhammad Reza Firdaus (18) siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kota Depok tewas dengan luka berat di kepala, setelah sepeda motor yang dikendarainya terjatuh karena terserempet truk pasir B 9933 KYV, yang di Jalan Raya Cipayung, Depok, Jumat (14/4/2018) malam, sekira pukul 19.30 WIB.

Akibatnya tubuh Reza yang sempat masuk yang ke kolong truk dan kepalanya terlindas. Warga Jalan H Nurdin RW 1, Kelurahan/Kecamatan Cipayung itu yang meningggal dunia di lokasi kejadian.

Saat kejadian Reza melaju dari arah utara yang ke selatan atau dari arah Jembatan Serong ke Citayam di Jalan Cipayung.

Di dekat Pondok Pesantren Qotrun Nada, Reza yang akan mencoba menyalip truk pasir di depannya.

Saat akan menyalip, yang akan di arah berlawanan melintas kendaraan lain. Ia mencoba menghindar dari kendaraan tersebut. Akibatnya motor yang akan bisa saja yang dikendarai Reza terserempet truk dan akhirnya ia terjatuh.

Tubuhnya sempat saja yang akan masuk ke kolong truk serta kepalanya terlindas. Reza meninggal dunia yang di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui kejadian itu sempat marah dan langsung menangkap sopir serta kernet truk, yakni Syahman (28) dan Dede (18).

Kedua warga Karawang, Jawa Barat tersebut nyaris menjadi sasaran kemarahan warga.

Baca juga : Riza Shahab Yang Berhasil Ditangkap Polisi, Melakukan Pengedar Sabu

Beruntung aparat dari Polsek Pancoran Mas, cukup cepat datang ke lokasi kejadian dan langsung mengamankan Syahman dan Dede.
Keduanya digelandang ke Mapolsek Pancoran Mas, Depok.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Wowor, menuturkan sopir dan kernet truk sudah diserahkan ke Unit Laka Satlantas Polresta Depok, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sesaat setelah kejadian kata Roni, sopir dan kernet tidak berani kabur. Namun mereka takut menjadi bulan-bulanan massa.

"Mereka mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini keduanya sudah diserahkan ke Unit Laka Satlantas Depok," kata Roni, Minggu (15/4/2018).

Sementara itu jenasah korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum disemayamkan di rumahnya, Sabtu (14/4/2018).

Jenasah Reza dimakamkan di TPU di Cipayung, Sabtu pagi.

Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo menuturkan selain mengamankan sopir dan kernet truk, pihaknya juga menyita truk serta sepeda motor korban, sementara waktu sebagai barang bukti.

Sabtu, 14 April 2018

Satu Pasangan Bakar Diri, Robi Yang Akhirnya Meninggal Dunia

by

Satu Pasangan Bakar Diri, Robi Yang Akhirnya Meninggal Dunia



BERITA HARIAN - Robi pria yang akan membakar diri untuk bunuh diri yang bersama pasangannya Eni di Kos Babatan Wiyung Gang 1, Kota Surabaya yang akan dinyatakan meninggal dunia pukul 05.50 pagi tadi, Sabtu (14/4/2018).

Humas dan Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Pesta Parulian Muarif Edward SpAn, saat yang akan dikonfirmasi membenarkan pasangan bakar diri yang laki-laki bernama Robi yang akan dinyatakan meninggal dunia.

Pesta mengatakan bahwa Robi telah yang mengalami perburukan organ tubuh, atau istilah medisnya Sepsis.

"Robi mengalami Sepsis pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Kami telah yang akan berusaha semaksimal mungkin dengan memberikan alat bantu. Hingga pukul 05.50 WIB yang akan dinyatakan meninggal dunia," terang Pesta.

Pesta melanjutkan, selain yang mengalami luka bakar 82% di sekujur tubuhnya, Paru-paru Robi mengalami luka bakar. Karena Ia yang akan menghirup asap panas saat membakar diri.

Baca juga : Suara Dari PDI Perjuangan Soal Prabowo Cawapres Jokowi

"Padahal semua organ vitalnya sudah kita beri alat bantu. Namun, nyawa Robi tetap tidak tertolong karena luka bakar yang di derita cukup parah," imbuhnya.

Sedangkan pasangan Robi, Eni Sri Lestari (40) kondisinya yang semakin membaik. Eni yang sebelumnya dirawat di ruang intensif telah yang dipindahkan ke ruang Burn (ruang perawatan luka bakar level rendah).

"Kondisi pasien perempuan telah yang menunjukkan peningkatan penyembuhan. Sudah sadar dan bisa berkomunikasi," pungkas Pesta. (Danendra Kusumawardana)

Rabu, 11 April 2018

Ari Tewas Dilindas Truk Saat Yang Lagi Perbaiki Jalan, Ini Kata Kerabatnya

by

Ari Tewas Dilindas Truk Saat Yang Lagi Perbaiki Jalan, Ini Kata Kerabatnya



BERITA HARIAN – Kecelakaan yang akan terjadi di Jalan Lintas Berastagi-Medan Rabu (11/4/2018) pagi.

Tiga orang yang meninggal dunia pada kejadian ini.

Bermula dari truk tangki yang diduga mengalami kerusakan pada bagian rem lalu yang melindas para pekerja yang sedang melakukan pekerjaan pelebaran Jalan di Jalan Jamin Ginting Km 46, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Seorang korban, Ari meninggal yang akan sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong.

Dua korban yang akan meninggal lain adalah Toni dan Mamin.

Sedangkan satu lagi mengalami luka-luka dan juga yang masih mendapat perawatan intensif.

Seorang rekan kerja Ari, yang turut yang akan bisa membantu evakuasi mengatakan tidak ada tanda-tanda sebelum yang akan kepergian Ari.

"Ari ini kawan dekat aku, yang ke mana-mana kami sama. Keluarga dia ya seperti keluarga sendiri, Ari meninggalkan dua orang anak yang masih kecil," ujar pria yang menggunakan kemeja hitam di samping kamar jenazah RSUP Adam Malik Medan.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Choky Sentosa Milala yang akan bisa saja yang mengatakan, mobil truk tangki BK 9346 BN melaju dari arah Berastagi menuju Medan.

Baca juga: Mobil Truk Colt Diesel Terbalik di Jalan Tol, Yang Ban Belakang Pecah Sebelah Kiri

Saat itu para pekerja sedang melakukan pemasangan mal untuk pengecoran.

"Truk tiba-tiba kehilangan kendali karena rem blong dan langsung menabrak para pekerja," ujarnya.
Saat kejadian sopir bernama Togi P Sidabutar langsung diamankan oleh petugas Koramil setempat.

Kini warga Huta Batu IV Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun itu sudah diboyong ke Mapolsek Pancurbatu.

"Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi," tambahnya.

Jumat, 23 Maret 2018

Pria Penjaga Kebun Binatang Tewas Diterkam Singa, Yang Lupa Mengunci Kandangnya

by

Pria Penjaga Kebun Binatang Tewas Diterkam Singa, Yang Lupa Mengunci Kandangnya



BERITA HARIAN - Seorang petugas kebun binatang di Meksiko, Gustavo Serrano Carabajal, tewas diserang singa setelah lupa mengunci kandang kucing yang besar itu.

Singa tersebut yang akan bisa saja yang menerkam bagian leher petugas berusia 28 tahun itu.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (19/3/2018), Carabajal yang telah tewas secara tragis saat sedang yang membersihkan kandang singa namun lupa mengunci pintu dengan benar.

Singa itu kemudian yang membuka gerbang, menerkam Carabajal, dan yang mengoyak lehernya, seperti yang dilansir dari The Sun.

Mayatnya yang kemudian ditemukan di dekat kandang Kimba, singa yang ada di Kebun Binatang Nicolas Bravo, Meksiko.

Carabajal sudah meninggal saat ambulan tiba yang di kebun binatang.

Namun, pejabat setempat, Fernandez Perez Romero yang mengungkapkan bahwa singa itu tidak akan bisa saja yang dibunuh meski menimbulkan tragedi.

Romero mengatakan pihak berwenang akan bekerja keras untuk bisa saja yang akan memperkuat keselamatan orang yang bekerja di penangkaran hewan.

Pemerintah juga akan bisa saja yang memberi dukungan dan bantuan untuk keluarga korban.

Menurut Romero, kebun binatang tersebut baru saja untuk bisa saja yang akan memperbaiki standar keselamatan mereka.

Baca juga : Jawaban Cerdas Jokowi Oleh Orang Yang Suka Sekali Nyinyir Dan Kritik Pemerintah

Perbaikan tersebut antara lain merombak kandang untuk para kucing besar itu dan juga yang akan membangun pagar pengaman baru.

Keluarga korban belum saja yang akan memberi komentar terkait kecelakaan itu.

Pada tahun 2016, kejadian serupa yang akan pernah terjadi.

Seorang penjaga kebun binatang yang dibunuh oleh seekor harimau di kebun binatang, Florida saat ia memasuki kandang kucing besar itu.

Selasa, 20 Maret 2018

Kisah Pilu Anak TKI Yang Tewas Disiksa Yang Di Arab Saudi

by

Kisah Pilu Anak TKI Yang Tewas Disiksa Yang Di Arab Saudi



BERITA HARIAN - Tangisan pilu cucu yang pertama almarhum Mochammad Zaini (47), Sabtu (17/3/2018) malam ternyata yang akan bisa saja yang akan menjadi pertanda akan bisa saja yang akan dilaksanakan eksekusi terhadap TKI Arab Saudi asal Desa Kebun, Kecamatan Kamal itu.

Hal itu yang akan bisa saja yang akan bisa saja yang disampaikan putra sulung almarhum, Syaiful Thoriq (26) ketika ditemui Surya yang di kediamannya.

"Anak saya yang akan bisa saja yang menangis terus, diberi susu tetap saja tidak mau saja yang berhenti menangis," ungkap Thoriq.

Ia baru menerima kabar ayahnya telah saja yang akan bisa saja yang meninggal usai pemerintah Arab Saudi yang akan bisa saja yang akan melaksanakan eksekusi mati pada Minggu (18/3/2018) malam.

"Saya dan adik baru tahu kalau bapak telah tiada. Paman, Hidir Syahyanto menelpon dari Arab Saudi," ujarnya.

Hidir Syahyanto merupakan satu-satunya keluarga terakhir yang berkomunikasi melalui telpon dengan Zaini sebelum eksekusi mati dilaksanakan.

Bahkan istri almarhum yang juga TKW Arab Saudi, Ny Naimah (44) tidak tahu atas eksekusi mati terhadap suaminya.

Padahal, Ny Naimah pulang tiga bulan lalu dan kembali ke Arab Saudi pada Sabtu (17/3/2018).

Thoriq mengatakan, almarhum berpesan yang akan bisa saja yang melalui Hidir Syahyanto agar dirinya dan Mustofa yang akan bisa saja yang mengikhlaskan kepergiannya dan berharap keduanya menjadi pekerja keras, penuh perhatian kepada keluarga.

"Abah (almarhum) juga berpesan agar menjaga dan memperhatikan umi ketika datang dari Arab," pungkas Thoriq yang saat ini bekerja sebagai tenaga pemasaran air mineral.

Baca juga : Tusuk Satpam ALS Sampai Mati, Hercules Yang Terancam Hukuman Mati

Putra bungsu, Mustofa (18) belum mengetahui rencana selanjutnya sepeninggal Zaini.

Namun pemuda tamatan jurusan mesin SMKN Bangkalan itu mengaku ingin mengembangkan keahliannya kelak.

"Saya dan kakak hanya bisa menangis saat mendengar abah telah tiada," singkatnya.

Selasa, 06 Februari 2018

Puncak Bogor Ditutup Hari Ini, Daftar Nama Korban Tewas Tertimbun Oleh Longsor

by

Puncak Bogor Ditutup Hari Ini, Daftar Nama Korban Tewas Tertimbun Oleh Longsor



BERITA HARIAN - Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama yang akan bisa saja yang akan mengatakan bahwa mengingat yang masih rawan, Jalan Raya Puncak kawasan Riung Gunung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang ditutup 24 jam.

Lokasi longsor yang akan membuat Jalur Puncak lumpuh tersebut menurutnya masih rawan terjadinya longsor susulan.

"Kemungkinan Jalur Puncak kami tutup sampai besok siang (Selasa 6/2/2018)," ungkap Hasby yang di lokasi longsor Riung Gunung, Senin (5/2/2018).

Ia juga yang akan mengatakan bahwa lokasi longsor akan yang dikaji oleh Dinas PU dan BPBD Kabupapaten Bogor yang sebelum diperbolehkan digunakan.

Maka dari itu ia yang akan menyarankan kepada pengendara yang hendak ke Puncak dan Cianjur dari arah Jakarta untuk yang akan menggunakan jalur alternatif via Sukabumi atau Jonggol.

"Tapi kalau yang hanya sekedar pergi yang ke Cisarua atau Megamendung masih bisa dilalui karena yang ditutup yang di jalur atas saja," katanya.

Sejak pukul 20.00 WIB, Satlantas Polres Bogor sudah saja yang akan menutup jalur tersebut di Simpang Gunung Mas serta beberapa petugas lain pun juga yang akan berjaga di Simpang Taman Safari Indonesia (TSI).

Sementarana, Longsor yang akan terjadi di Jalan Raya Puncak yang di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor berjumlah lima orang.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky, mengatakan bahwa jumlah korban tewas pada bencana tersebut yang berjumlah satu orang.

"Ada kesalahan data awal, korban yang meninggal dunia diralat ternyata satu yang meninggal dan satu kritis," ujar Dicky kepada wartawan, Senin (5/2/2018).

Dari para korban yang sudah yang didata tersebut Dicky yang mengatakan bahwa para korban berasal dari warga yang saat kejadian ada di sekitaran Mesjid Attaawun.

Baca juga : Komisi C DPRD Medan Yang Sepakat Untuk Revitalisasi Pasar Timah

Dimana korban yang mengalami luka ringan yang diantaranya, Eneng (5), Fajril (3), Suhendar (30) dan Fitiria (38) kritis dimana semua yang dirawat di RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur.

"Korban meninggal dunia atas nama Lilis (40), asal Kampung Cigagak, Desa Baranang Siang, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat," katanya.

Sementara itu, pada pukul 18.00 WIB petugas yang sudah berhasil membersihkan material longsoran yang disekitaran Riung Gunung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Minggu, 14 Januari 2018

Gara-gara Knalpot Berisik, Diki Tewas Dihajar 6 Orang

by

Gara-gara Knalpot Berisik, Diki Tewas Dihajar 6 Orang



BERITA HARIAN - Akibat yang mengendarai motor yang berknalpot bising, Diki Rahman (18) harus kehilangan nyawanya yang setelah dianiaya di Jalan Sukamulya, Gang Madesa, Kelurahan Kopo Kecamatan Bojong Loa Kaler, Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo yang akan menyebutkan, peristiwa  tersebut yang akan berawal saat korban yang telah merupakan warga Cililin ini menggunakan motornya melewati Jalan Sukamulya Gang Madesa Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, pada Sabtu (6/1/2018), sekitar pukul 19.30 WIB.

Para pelaku yang telah merupakan warga sekitar yang merasa terganggu dengan suara knalpot korban.  Sebelumnya, korban dan juga para pelaku juga pernah yang berselisih saat perayaan tahun baru.

"Saat melewati Jalan Mahesa, motor korban bising dan sempat saja yang menyenggol pelaku, pelaku yang merasa terganggu sehingga dendam. Malam itu juga saat korban lewat yang ditanya hingga terjadi perselisihan dan juga pengeroyokan," ucap dia yang di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Minggu (14/1/2018).

Korban yang tidak sadarkan diri ini yang mengalami luka berat pada bagian kepala dan juga mulut sehingga langsung dilarikan ke RS Sartika Asih hari itu juga.

Korban sempat yang dirujuk dan dirawat ke RS Hasan Sadikin pada Minggu (7/1/2017) hingga akhirnya yang dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (11/1/2018) sekitar pukul 23.40 WIB.
"Korban meninggal lima hari kemudian," sebut dia.

Polsek Bojong Loa Kaler yang telah mendapatkan laporan, langsung mengamankan tujuh pelaku enam jam setelah kejadian pengeroyokan tersebut. Adapun pelaku yang berinisial IL alias Aug (22), MI alias Ucok (24), US alias Odat (24), RH (17), IH (15), SS (15), dan JM (17).

"Pelaku yang ditangkap setelah teridentifikasi identitas dan juga lokasinya," katanya.

Baca juga : Ridho Tewas Ditembak Polisi, Kasus Penggelapan Uang 6 Miliar Keluarga Minta Keadilan

Penganiayaan tersebut yang akan dilakukan para pelaku dalam kondisi pengaruh minuman beralkohol. Enam pelaku yang melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong, sedang salah satu pelaku US yang memukul kepala korban dengan alat berupa helm.

"Alat yang digunakan hanya helm, sedang pelaku yang lainnya menggunakan tangan kosong," jelasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku ini yang telah dijerat dengan pasal 170 ayat (2)huruf 3e KUHPidana karena yang melakukan tindak pidana dengan tenaga bersama yang menggunakan kekerasan terhadap orang dan juga yang menyebabkan kematian. "Ancaman hukumannya yang diatas 9 tahun penjara," katanya.

Top Ad 728x90