Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2018

Kecelakan Yang Terjadi Oleh Perjalanan Mudik, Satu Keluarga Telah Tewas

by

Kecelakan Yang Terjadi Oleh Perjalanan Mudik, Satu Keluarga Telah Tewas



BERITA HARIAN - Tangis haru pecah saat kerabat dan kelurga korban tewas tiba yang di kamar jenazah RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, tiga orang pemudik asal Cilacap tewas dalam insiden yang kecelakaan maut di Jalan Raya Tajur tepatnya di depan perumahan Royal Residence, Kota Bogor pada Rabu (13/6/2018) pagi.

Korban tewas yang merupakan satu keluarga yakni ayah, ibu dan seorang putrinya.

Identitas korban yang diketahui bernama Rayitno (26) dan istrinya Sumarni (26) serta Rahma yang masih berusia 4 tahun

Jasad korban pun langsung yang dibawa oleh petugas ke RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sejumlah kerabat dan juga kelurga pun yang mendapatkan kabar duka itu langsung yang akan berdatangan ke kamar jenazah RSUD Ciawi.

Pihak keluarga dan juga kerabat yang datang tampak terpukul melihat orang terdekatnya sudah terbungkus kain kafan.

Isak tangis pun pecah yang di kamar jenazah RSUD Ciawi saat salah seorang anggota keluarga ingin melihat lebih dekat kondisi

Menurut salah satu pihak keluarga, Iwan Nuryawan (31) yang mengatakan, ketiga korban tersebut memang merupakan satu keluarga yang hendak mudik ke Cilacap dari Cibinong Bogor.

"Berangkatnya tadi subuh, mau mudik ke Cilacap, yang anak kecil itu putrinya yang masih umur 4 tahun," ujar Iwan, Rabu (13/6/2018).
Iwan melanjutkan, sang istri yang di Cibinong bekerja di garmen dan suaminya bekerja di pabrik percetakan.

"Mareka dari Cibinong, pekerjaannya suaminya yang di pabrik percetakan, istrinya di garmen," tambahnya.

Rencananya, ketiga korban akan yang berlebaran di kampung halamannya di Cilacap.

Iwan Nuryawan melanjutkan, hal itu yang akan merupakan keputusan keluarga karena almarhum memang hendak pulang kampung.

Baca juga : Kebakaran Satu Unit Rumah Semi Permanen Habis Dilalap Api

"Kalau menurut keluarga, mereka kan mau pulang kampung, udah sehidup semati insya Allah akan dimakamkan di kampung kelahiran suaminya di Cilacap," tambahnya.

Kanit Laka Polresta Bogor Kota Iptu Budi Suratman menuturkan, pengendara motor membonceng Sumarni dan anak perempuannya.

Ketika melintas di Jalan Raya Tajur, sambungnya, korban bersenggolan dengan sepeda motor lainnya.

"Iya, sepeda motornya kemudian tertabrak oleh kendaraan Mitsubishi L300 Nopol F 7673 SB yang melaju dari arah berlawanan dari arah Ciawi menuju Sukasari," tandasnya.

Rabu, 11 April 2018

Ari Tewas Dilindas Truk Saat Yang Lagi Perbaiki Jalan, Ini Kata Kerabatnya

by

Ari Tewas Dilindas Truk Saat Yang Lagi Perbaiki Jalan, Ini Kata Kerabatnya



BERITA HARIAN – Kecelakaan yang akan terjadi di Jalan Lintas Berastagi-Medan Rabu (11/4/2018) pagi.

Tiga orang yang meninggal dunia pada kejadian ini.

Bermula dari truk tangki yang diduga mengalami kerusakan pada bagian rem lalu yang melindas para pekerja yang sedang melakukan pekerjaan pelebaran Jalan di Jalan Jamin Ginting Km 46, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Seorang korban, Ari meninggal yang akan sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong.

Dua korban yang akan meninggal lain adalah Toni dan Mamin.

Sedangkan satu lagi mengalami luka-luka dan juga yang masih mendapat perawatan intensif.

Seorang rekan kerja Ari, yang turut yang akan bisa membantu evakuasi mengatakan tidak ada tanda-tanda sebelum yang akan kepergian Ari.

"Ari ini kawan dekat aku, yang ke mana-mana kami sama. Keluarga dia ya seperti keluarga sendiri, Ari meninggalkan dua orang anak yang masih kecil," ujar pria yang menggunakan kemeja hitam di samping kamar jenazah RSUP Adam Malik Medan.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Choky Sentosa Milala yang akan bisa saja yang mengatakan, mobil truk tangki BK 9346 BN melaju dari arah Berastagi menuju Medan.

Baca juga: Mobil Truk Colt Diesel Terbalik di Jalan Tol, Yang Ban Belakang Pecah Sebelah Kiri

Saat itu para pekerja sedang melakukan pemasangan mal untuk pengecoran.

"Truk tiba-tiba kehilangan kendali karena rem blong dan langsung menabrak para pekerja," ujarnya.
Saat kejadian sopir bernama Togi P Sidabutar langsung diamankan oleh petugas Koramil setempat.

Kini warga Huta Batu IV Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun itu sudah diboyong ke Mapolsek Pancurbatu.

"Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi," tambahnya.

Kamis, 28 Desember 2017

Perampok Yang Larikan Diri Usai Rampas Kalung Emas, dan Tewas Menabrak Truk

by

Perampok Yang Larikan Diri Usai Rampas Kalung Emas, dan Tewas Menabrak Truk



BERITA HARIAN - Aksi perampokan yang ada di Jalan Letda Sudjono, tepatnya di Simpang Beo, Kecamatan Percut Seituan yang akan membuat heboh masyarakat. Apalagi, satu dari dua kawanan rampok tewas setelah yang akan menabrak truk yang kebetulan melintas yang akan ada di kawasan padat lalulintas tersebut.

Menurut informasi, adapun pelaku yang akan tewas itu bernama Andi Mayar (22) warga Pasar XII, Kampung Kolam, Tembung. Pelaku yang akan tewas setelah tubuhnya yang telah digilas truk.

"Pelaku yang akan terpental dari motor saat yang dikejar masyarakat. Sementara itu, satu pelaku yang lainnya sekarat yang akan diamuk massa," kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, Rabu (27/12/2017).

Pardamean yang akan bisa saja yang mengatakan, seorang pelaku yang lainnya diketahui bernama Eko Pradana Siregar warga Bandar Setia. Pria yang akan berusia 22 tahun itu yang sekarat yang akan diinjak-injak warga.

Baca juga : Lima Pembobol Rumah Dan Pencuri Motor Yang 25 Kali Beraksi

"Sebelumnya kedua pelaku ini yang merampok kalung emas milik korbannya Ayu (20) di lokasi kejadian. Karena ramai, kedua pelaku yang akan ngebut berusaha yang akan melarikan diri," ungkap Pardamean.

Melihat ada perampok, seorang saksi yang bernama Sugiono melakukan pengejaran. Nahas, kedua pelaku gugup dan juga yang akan menabrak truk yang ada di depannya.

"Jenazah tersangka yang tewas dibawa ke RS Bhayangkara. Begitu juga dengan pelaku yang selamat, dirawat disana," ungkap Pardamean.

Kamis, 16 November 2017

Polisi Yang Selediki Lokasi Kecelakan Lalu Lintas Setya Novanto

by

Polisi Yang Selediki Lokasi Kecelakan Lalu Lintas Setya Novanto



BERITA HARIAN – Polisi yang masih menyelidiki kabar kecelakaan yang akan dialami yang tersangka kasus dugaan korupsi mega proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik, Setya Novanto.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Surasa yang mengatakan, telah menugaskan anak buahnya untuk yang mencari tahu lokasi kecelakaan.

"Saya yang belum dapat info. Tapi yang sudah meminta anak buah mencari info itu. Belum ada laporan masuk, anggota yang masih menelusuri ke lokasi," ujar Edy yang saat dikonfirmasi, Kamis (16/11/2017).

Kapolsek Kebon Jeruk, Komisaris Polisi Marbun juga yang masih mencari info tersebut.

Namun, ia yang akan memastikan, bahwa Setya tengah yang  dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Baca juga : Anggota DPRD Yang Pengerjaan Drainase Lebih Sistematis, Terukur Dan Modern

"Saya yang belum tau pada kecelakaannya bagaimana, tapi saya yang sedang di RS Permata Hijau. Saya belum tahu, tapi positif beliau lagi yang di sini dirawat. Sudah ya nanti saya infokan lagi," ujar Marbun.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Setya yang mengalami kecelakaan saat menumpangi mobil Toyota Fortuner yang di kawasan Permata Hijau.

Kamis, 21 September 2017

Seorang Pria Lolos Dari Mobilnya Setelah Ditabrak Kereta Api

by

Seorang Pria Lolos Dari Mobilnya Setelah Ditabrak Kereta Api



BERITA HARIAN
- Hendro Muryanto (51 yang terus saja mengucap takbir.

Meski syok, dia yang mengaku sangat bersyukur sekali karena lolos dari maut dalam kecelakaan yang nyaris saja merenggut nyawanya sendiri.

Kamis (21/9/2017) adalah hari yang tak akan bisa terlupakan untuk Hendro.

Pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, Hendro yang mengemudikan minibus Xenia bernopol K 9237 GF.

Dengan kecepatan sedang Hendro yang telah melaju dari arah utara menuju selatan hendak melintasi rel kereta api tanpa adanya palang pintu yang di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.

Entah karena kurang konsentrasi atau karena faktor yang lain, minibus warna putih yang hanya saja ditumpangi Hendro sendiri itu yang terempas akibat tertabrak kereta api barang yang melaju dengan kecepatan yang tinggi dari arah Surabaya menuju Semarang.

Minibus itu yang akan terseret belasan meter dan terlempar keluar dari rel jalur KA. Meski bagian depan minibus ringsek, warga Jagalan Utara, Purwodadi, Grobogan itu yang hanya mengalami lecet.

"Saya lihat kanan kiri sepertinya senyap tak ada kereta api?. Namun dengan begitu saya yang akan melintas mendadak saya merasakan hantaman yang sangat keras sekali. Braakkk... saya berteriak Allahu Akbar. Dan dalam hitungan detik saya merasa suara bising itu telah hilang. Saya sudah di luar rel. Alhamdulilah saya selamat," kata Hendro saat yang dimintai keterangan Satuan Lantas Polres Grobogan.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa yang mengatakan, kecelakaan yang tersebut tak sampai menganggu perjalanan KA barang itu.

Sementara minibus yang sangat rusak parah pada bagian depannya itu sudah dipindahkan dari lokasi kejadian.

"Tak ada korban jiwa. KA sempat yang berhenti yang di Stasiun Sedadi dan kemudian melanjutkan perjalanan. Kecelakaan ini murni kelalaian sopir minibus. Dugaan sopir kurang konsentrasi. Saya imbau masyarakat lebih waspada pada saat melintas yang di perlitasan KA tanpa palang pintu. Perhatikan dengan seksama sebelum melintas," kata Panji.(Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho)

Minggu, 10 September 2017

Kecelakaan Maut Terlibat Dua Mobil Dan Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia

by

Kecelakaan Maut Terlibat Dua Mobil Dan Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia



BERITA HARIAN - Kecelakaan maut yang terjadi dalam di persimpangan Jalan Dipenogoro dan Jalan H. Zainul Arifin yang telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia pada Minggu pagi, (10/9/2017).

Kecelakaan yang terjadi antara mobil sedan Honda City bernomor plat Nomor BK 1736 HE dengan mini bus Avanza B 1719 FC .

Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso yang mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

"Benar telah terjadi kecelakaan sekitar pukul 04.30 WIB atau minggu pagi," terangnya, Minggu (10/9/2017) yang di Jl. Dipenogoro Medan.

Pria yang berkemeja putih ini menjelaskan kronologi kejadian, dimana mobil Honda City yang melaju dari Jalan Zainul Arifin dan Avanza yang melaju dari jalan Dipenegoro. Disebabkan karena kondisi trafic light yang berwarna orange yang mengharuskan pengendara berhati-hati.

Raden yang menjelaskan kecepatan mobil mini bus Avanza yang berkecepatan tinggi penyebab terjadinya kecelakaan.

"Jadi mobil Avanza yang berkecepatan tinggi dari arah jalan Zainul Arifin yang menghantam sebelah kiri mobil Honda City,"

Ia menambahkan akibat kecelakaan ini dua orang pengendara Honda City  yang tewas yaitu bernama Norton Girsang dan Briptu Dedi Frangky.

Selasa, 05 September 2017

Kecelakaan Maut Yang Terjadi Di Bengkong Grama Dua Korban Tewas

by

Kecelakaan Maut Yang Terjadi Di Bengkong Grama Dua Korban Tewas 



BERITA HARIAN - Kecelakaan maut yang terjadi di pendakian Bengkong ‎Grama, Batam, Selasa (5/9/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut saksi mata yang di tempat kejadian perkara (TKP) dua orang (sebelumnya disebut suami istri) langsung tewas di tempat setelah yang digilas mobil lori pembawa sembako.

Ipda Sungkono anggota Polsek Batu Ampar yang mengatakan, kedua korban yang berboncengan dengan menggunakan motor Honda Beat.

"Korban yang sekarang ini dibawa ke RS oleh mobil patroli. Yang bawa tadi itu anggota polisi," kata Sungkono.

Informasi yang di lapangan diketahui, pengendara sepeda motor datang dari arah Bengkong Grama hendak berbelok ke ‎kiri arah Simpang Jam.

Namun saat berbelok tiba-tiba datang mobil box yang pembawa sembako. Sepeda motor tertabrak dan masuk ke dalam kolong mobil itu.

Kedua korban yang tergilas mobil dan akhirnya meninggal di tempat.

Sementara itu Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati Sik, Selasa (5/9/2017) siang membantah bahwa korban yang tewas kecelakaan yang di Bengkong Grama adalah suami istri.

‎"Dia itu bukan suami istri. Mereka hanya teman saja. Suami korban perempuan yang saat ini berada di Malaysia," kata Putu saat dikonfirmasi.

Dari tangan korban, polisi yang menemukan paspor korban. Dua orang korban diduga TKI. Paspor tersebut ada kop Malaysia.

"Tadi coba cari identitas korban yang berdasarkan nomor Nikim paspor tapi tidak ditemukan. Biasanya bisa karena kita sudah online," kata seorang petugas Jasa Raharja.

Polisi juga yang sudah menemukan keluarga Tati Suratmi.

Walaupun sang suami bekerja di Malaysia, namun polisi sudah menemukan keluarga korban yang di Tanjungpinang.

Saat ini, keluarga korban sedang dalam perjalanan.

"Keluarganya sudah di jalan datang dari Tanjungpinang," kata dia.

Menurut Putu, sopir mobil box sudah diamankan yang di Polresta Barelang untuk dimintai keterangan.

"Untuk sementara, tersangka mengarah kepada pengendara sepeda motor (Ulum Subari). Ia mengendarai sepeda motornya dengan tidak hati-hati," ujarnya.


Putu berharap, masyarakat mempunyai respon yang cepat untuk menangani masalah ini. ‎Jangan hanya bisa jadi penonton dan mengambil foto untuk kemudian yang di-share ke media sosial.

"Seharusnya bantu petugas untuk menolongnya," jelasnya.

Kamis, 31 Agustus 2017

Sadis : Cerita Awal Kecelakaan Yang Di Bawean Dan Menyebabkan Lima Orang Tewas

by

Sadis : Cerita Awal Kecelakaan Yang Di Bawean Dan Menyebabkan Lima Orang Tewas



BERITA HARIAN - Sri Mulyono (44) anak dari korban kecelakaan karambol yang di Jalan Semarang-Solo, tepatnya yang di depan Pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, Kabupaten Semarang, Zamzirah (72) yang  mengaku telah mengikhlaskan dengan kepergian ibunda yang tercintanya.

"Sebelumnya, tidak ada firasat apa-apa. Kami yang sekeluarga sudah mengikhlaskan dengan kepergian ibu," katanya.

Zamzirah yang telah merupakan warga Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang merupakan satu dari lima korban yang meninggal dunia.

Saat kejadian nahas itu, ibunya yang hendak mengantarkan tamu dan yang telah menyeberang di Jalan Soekarno-Hatta tersebut.

"Saat menyeberang jalan yang terjadi kecelakaan tersebut," sambung Mulyono yang matanya telah berkaca-kaca.

Satpam Apac Inti Corpora, Aji Partono yang mengatakan pada saat kejadian kondisi yang di luar pabrik sebenarnya yang tidak terlalu ramai karena yang merupakan pada jadwal jam kerja.

"Beruntung pada saat itu yang masih jadwal jam kerja, sehingga karyawan yang masih berada di dalam pabrik. Jadi, tidak banyak jatuh korban," ungkapnya.

Menurutnya, di turunan Bawen ini yang sudah beberapa kali telah terjadi kecelakaan.

"Bahkan kalau malam, karena kondisinya sepi, truk-truk dari arah turunan lajunya kencang yang seperti sedang balapan. Tentu, kami yang berharap supaya ada rambu atau marka jalan yang dapat bisa memperlambat laju kendaraan," tandasnya.

PT Jasa Raharja yang telah memberikan santunan kepada korban kecelakaan yang beruntun di Jalan Semarang-Solo tepatnya yang di depan Pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, Kabupaten Semarang.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Tengah, Harwan Muldidarmawan yang mengatakan para ahli waris untuk korban yang meninggal dunia masing-masing mendapatkan Rp 50 juta.

"Ada lima korban yang meninggal dunia saat kecelakaan dan masing-masing ahli waris yang mendapatkan santuna Rp 50 juta," kata Harwan, Rabu (30/8).

Kelima korban yang meninggal dunia tersebut yakni Zamzirah (72), Johan Wijaya (23), Sri Sukhardi (74), Juremi (38), keempatnya warga Kabupaten Semarang, dan Taufik (46) warga Kota Semarang yang telah merupakan pengemudi truk tronton.

Selain yang memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia, Jasa Raharja juga yang memberikan santunan kepada korban luka-luka. Harwan memaparkan ada enam orang yang telah menjadi korban luka dan saat ini telah dirawat di Rumah Sakit Ken Saras.

"Untuk korban luka-luka yang mendapatkan santunan dengan masing-masing Rp 20 juta dan yang digunakan untuk biaya perawatan selama di rumah sakit," tandasnya.

Seperti beritakan, terjadi kecelakaan karambol, berawal dari truk tronton yang telah diduga dengan mengalami rem blong.

Truk tersebut yang menghantam truk pengangkut kayu dan mobil box, hingga akhirnya yang terbalik dan menghantam lima warung.

Rabu, 14 Juni 2017

Mobil Truk Yang Kembali Lagi Makan Korban Di Kota Medan

by

Mobil Truk Yang Kembali Lagi Makan Korban Di Kota Medan



BERITA HARIAN -  Linda Br Sembiring (40) warga Jalan Setia Budi Gang Keluarga, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (13/6/2017) malam yang sekitar pukul 22.00 WIB tewas, setelah sepeda motor yang telah dikendarai anaknya, Reanaldi Steven Sitepu (15) bersenggolan dengan sebuah truk yang bernomor polisi DD 9735 OV di Jalan AH Nasution.

Kejadian yang bermula ketika truk yang dikendarai Sampe Sinurat (55) yang datang dari Asrama Haji menuju Simpang Pos merasakan pada ban yang kiri belakangnya seperti ada benturan.

Tak lama kemudian sejumlah warga yang berteriak bila kendaraan yang dikendarai supir truk menyenggol sepeda motor BK 6030 EW yang ditumpangi oleh seorang ibu dan anak.

"Jadi berdasarkan dengan hasil keterangan sementara, pas berada di depan kantor pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan pemberdayaan masyarakat, dua kendaraan yang berjalan searah ini tiba-tiba ia bersenggolan," kata Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna, Rabu (14/6/2017).

Setelah yang mengetahui truk yang dikendarainya bersenggolan dengan sebuah sepeda motor, maka pengemudinya yang langsung mendatangi kantor Sabhara Polda, Jalan Jamin Ginting untuk melaporkan dengan kejadian.

Sedangkan korbannya yang merupakan seorang ibu rumah tangga, tewas yang di lokasi kejadian dengan kondisi rahang patah serta mata dan juga mulut yang mengeluarkan darah.

Selain itu pada perut kanan korban yang terdapat luka robek akibat ia terlindas oleh ban truk.

"Saat ini kita telah turun ke TKP dan juga mengamankan kedua barang bukti. Kita juga yang masih mencari saksi lainnya yang telah mengetahui peristiwa kecelakaan untuk bisa dimintai keterangan,"kata Wira.

Top Ad 728x90