Tampilkan postingan dengan label Sadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sadis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2018

Dua Remaja Nekat Merampok Temennya Sendiri, Bacok Dan Buang Korban ke Sungai

by

Dua Remaja Nekat Merampok Temennya Sendiri, Bacok Dan Buang Korban ke Sungai



BERITA HARIAN - Entah apa yang ada dibenak dua pelajar berinisial JMAS (17) warga Jalan Parongil No 53, Desa Palipi, Kecamatan Silima Pungga-pungga, dan RS (17) warga Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi.

Keduanya tega merampok sepeda motor dan dompet beserta uang milik teman satu sekolah mereka berinisial GP (17) warga Panji Bako, Kecamatan Sitinjo, Dairi. Tidak sampai disitu kedua tersangka bersama Indra Cibro (24) warga Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga juga melukai leher dan kepala korban dengan senjata tajam.

"Ya benar, pada 15 September 2018 unit Reskrim Polsek Parongil ada menerima laporan tentang perampokan disertai dengan percobaan pembunuhan. Dua tersangka yang masih berusia pelajar berhasil ditangkap, sedangkan satu lainnya masih dalam pengejaran," kata Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Dolly Nelson Nainggolan, Jumat (28/9/2018).

Dolly menceritakan peristiwa itu berawal ketika kedua tersangka bersama Indra Cibro telah merencanakan untuk melakukan perampokan terhadap korban.

Salah satu tersangka kemudian menghubungi korban dan menyatakan ada memiliki tujuh unit telepon seluler masing-masing seharga Rp 500 ribu. Bujuk rayu pun dilakukan tersangka agar korban datang untuk membeli seluruh barang yang mereka tawarkan.

Akhirnya pada Jumat (15/9/2018) malam, GP pun berangkat dari rumah orang tuanya hendak menuju ke lokasi yang telah disepakati di Kecamatan Silima Pungga-punga dengan mengendarai sepeda motor Supra X 125 BB 2946.

Pukul 22.30 WIB, korban bertemu dengan para tersangka di Dusun Lae Pangaraon, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga tepatnya di atas jembatan dan sempat berkomunikasi. Namun, tanpa diduga korban justru dikeroyok dengan mengunakan senjata tajam.

"Jadi setelah korban bersimbah darah dan mengira GP telah tewas. Para tersangka pun menjatuhkan korban ke dalam sungai, diduga untuk menghilang jejak," ungkap Dolly.

Para tersangka pun melarikan diri dengan membawa sepeda motor dan dompet berisi uang tunai sebesar Rp 250 ribu milik korban.

Dengan sisa tenaga yang dimiliki korban berhasil naik ke atas, kemudian menghubungi teman yang lain dan langsung memberitahukan orang tua GP.

Baca juga : Mendagri Minta Gubernur Sulteng Buat Surat Tanggap Darurat

Begitu tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) orang tuanya menemukan GP telah berlumuran darah.

Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Parongil, tak lama kemudian polisi menangkap JMAS dan RS di kediaman orang tua mereka masing-masing.

"Para tersangka kita ancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo 53 lebih subsider Pasal 365 ayat (2) KUHPidana tentang pembunuhan berencana disertai dengan perampokan," tegas Dolly.

Jumat, 24 November 2017

Sadis, Pengakuan Mahasiswa Yang Membuang Bayi Disaluran Limbah Hotel

by

Sadis, Pengakuan Mahasiswa Yang Membuang Bayi Disaluran Limbah Hotel



BERITA HARIAN
- Rn (21) lebih banyak yang akan tertunduk saat berada yang di Mapolsek Genteng, Surabaya.

Dia yang akan bisa saja yang akan merupakan mahasiswa PTS yang di Surabaya itu yang akan ternyata membuang bayi anaknya sendiri yang di closet kamar mandi Hotel Varna yang Jl Tunjungan Surabaya, 16 November 2017.

Rn dan kekasihnya IS (21) yang tinggal di Surabaya, terpaksa yang menggugurkan bayi dari hasil hubungan gelapnya yang sudah berisia 6 bulan lantaran yang ketakutan diketahui orangtua dan orang lain.

"Saya takut karena pacar hamil, jadi saya yang meminta pacar mengugurkan kandungan," aku Rn, Jumat (24/11/2017).

Sebelum yang menginap di hotel pada 14 November 2017, IS lebih dulu yang mengonsumsi obat penggugur kandungan yang dibeli di Surabaya.

Rn dan IS yang menginap di Hotel Varna selama tiga hari, yakni mulai 14 - 16 November 2017.

Pada tanggal 16, IS yang mengalami pendaran dan diduga kuat keguguran. Bayi yang keguguran itu yang dibuang ke closet kamar hotel yang disewanya.

"Saya dan pacar yang siram air terus ke closet hingga masuk," ucap Rn.

Rn dan IS baru yang berhenti menyiram closet, setelah seonggok bayi hasih hubungan gelap itu yang akan masuk dan terbuang yang ke saluran limbah hotel.

Baca juga : Setya Novanto Saat ini Stres Berat Dan Cepat Merasa Tersinggung

Setelah bayi yang didugurkan itu di buang, keduanya yang memutuskan keluar dari hotel pada 16 November 2017 pukul 01.00 dini hari.

Diberitakan sebelumnya, bayi perempuan pada saat ditemukan masih ada ari-arinya yang menempel.

Jenazah bayi yang ditemukan salah satu karyawan hotel Varna yang sedang saja yang memberihan saluran limbah hotel.

Ketika yang membersihkan pompa, tiba-tiba pompa berhenti dan ternyata ada jenazah bayi yang menyangkut didalam.

Senin, 09 Oktober 2017

Kronologis : Seorang Nenek Tirinya Yang Celupkan Wajah Cucunya Keminyak Panas

by

Kronologis : Seorang Nenek Tirinya Yang Celupkan Wajah Cucunya Keminyak Panas



BERITA HARIAN
- Rachel Herliani, bocah 11 tahun yang anak pasangan Kusdinan (42) dan juga Rohani (30), harus yang akan menjalani perawatan intensif yang di RSHS Bandung karena seluruh wajahnya yang terkena minyak panas.

Menurut Kusdinan (42), peristiwa yang ini akan terjadi di rumah nenek tiri Rachel yang di Kampung/Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (29/9/2017).

Kusdinan yang akan mengatakan, Rachel murid yang kelas lima Sekolah Dasar (SD) itu yang rambutnya dijambak lalu wajahnya yang dicelupkan ke wajan yang berisi minyak panas. Saat itu Rachel yang disuruh menggoreng yang rengginang oleh Kosiah, nenek tirinya.

Namun neneknya yang akan berkata lain dan juga yang akan menyebut apa yang akan dikatakan Rachel tidak benar. Kosiah yang akan mengaku Rachel yang akan terjatuh ketika yang akan mengambil serokan, sehingga wajahnya yang terkena minyak panas yang di lantai.

Begini kronologis yang kejadian mengerikan itu menurut Kusdinan, ayah Rachel :

1. Berawal Yang Ketika Rachel Pulang Sekolah.
Ketika Rachel pulang yang sekolah, Kosiah yang meminta Rachel yang menggoreng rengginang. Namun, ketika sedang yang menggoreng, Rachel yang mengeluh lelah dan juga pusing kepada neneknya.

2. Nenek Kosiah Yang Marah
Setelah Rachel yang mengeluh lelah dan juga pusing sang nenek malah memarahinya.

3. Nenek Kosiah yang akan Menjambak Rambut Rachel
Kosiah kemudian yang menjambak rambut Rachel ketika cucu tirinya itu yang mengeluh kepalanya pusing.
4. Mencelupkan Muka Rachel yang ke Wajan Berisi Minyak Panas.
Kemudian nenek tirinya itu yang mencelupkan wajah Rachel ke wajan yang berisi minyak panas bekas penggorengan rengginang, sehingga wajah Rachel pun yang melepuh dan menghitam.

5. Sempat Yang Dibawa ke Puskesmas
Setelah kejadian yang tersebut, Erlan Suherlan (32), Paman Rachel langsung saja membawa korban yang ke Puskesmas Gununghalu, tetapi pihak Puskesmas yang menyarankan Rachel pulang yang ke rumah karena kondisinya yang dianggap tidak terlalu serius.

6. Ayahnya Yang Menjemput.
Keesokan yang harinya, ayah Rachel, Kusdinan (42) yang akan menjemput yang anaknya untuk dibawa berobat yang di Kota Bandung.

7. Dibawa yang Ke Rumah Sakit Umum Pindad
Setelah tiba yang di Bandung, Kusdinan langsung saja membawa anaknya yang  ke RSU Pindad, namun Rumah Sakit yang tersebut merujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin ( RSHS) Bandung.

8. Dirawat Di RSHS
Ketika tiba yang di RSHS, Rachel langsung saja ditangani oleh dokter yang di IGD dengan yang melakukan pembersihan wajahnya yang telah melepuh.
Setelah satu hari yang menginap di IGD, bocah kelas 5 SD itu yang lalu saja dipindahkan ke Ruang Kemuning lantai dua rumah sakit yang tersebut.

Jumat, 06 Oktober 2017

Sadis!!! Suami Membakar Istri Dan Anaknya, Karena Ia Merasa Tak Dianggap

by

Sadis!!! Suami Membakar Istri Dan Anaknya, Karena Ia Merasa Tak Dianggap



BERITA HARIAN - Seorang lansia Surya Darma (60) yang telah Sadis membakar istri dan juga anaknya karena ia merasa tak dianggap. Kedua korban yang dibakar saat melintas dengan becak barang bermotor Honda Supra Fit X berplat BK 5844 SR yang bermuatan kelapa.

Kabag Humas Polres Binjai, AKP L Tarigan, mengatakan, saat itu, Siti Mariah (54) dan juga anaknya, Syah Suma (25), sedang melintas dengan becak motor yang di Jalan Sudirman, Binjai Timur, Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 02.45 WIB, tepatnya yang di kantor Bank BCA.

Pelaku yang sudah menunggu korban langsung yang menyiramkan bensin ke tubuh keduanya dan juga menyulutnya dengan korek api.

"Api sangat begitu cepat membakar pakaian kedua korban dan (mereka) langsung berteriak minta tolong. Melihat dengan kejadian itu, pelaku langsung melarikan diri yang ke arah pasar kaget dan juga menuju Polres Binjai Binjai untuk menyerahkan diri," ungkap Tarigan, Jumat.

Tarigan yang mengatakan, Surya yang mengaku kilaf karena merasa yang tidak dianggap sebagai kepala keluarga.

Akibat dengan kejadian ini, Siti yang mengalami luka bakar pada bagian wajah, leher dan dada bagian atas, sedangkan Ilham yang mengalami luka bakar pada bagian badan dan lengan sebelah kanan.

"Saat ini mereka yang sudah menjalani perawatan di RS Djoelham," katanya.

Sementara itu, pelaku dan juga barang bukti telah diamankan di Polres Binjai untuk menjalani proses hukum.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sadis : Seorang Ibu Yang Nekat Simpan Bayinya Didalam Freezer Sampai Tewas Membeku

by

Sadis : Seorang Ibu Yang Nekat Simpan Bayinya Didalam Freezer Sampai Tewas Membeku





BERITA HARIAN - Seorang ibu di Tarakan, Kalimantan Utara, yang berinisial SA telah nekat membekukan bayinya yang di freezer lemari pendingin yang selama tiga bulan. Si bayi akhirnya tewas.

Belakangan yang diketahui SA dalam kondisi stres. Yang jadi pemicu, ia tak bisa mengurus administrasi sekolah anaknya yang telah berusia 2,5 tahun karena tidak punya akte kelahiran.

Ketiadaan akte lantaran pernikahannya yang bersama DO dengan berstatus nikah siri.

Makanya, SA yang meminta sang suami mengurus akte kelahiran supaya anaknya yang bisa menimba ilmu di Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD.

Saat itu, suaminya yang bilang gampang dan juga bisa diatur. Namun, ditunggu-tunggu akte itu yang belum juga ada.

"Hal ini yang membuat SA menangis, padahal waktu itu SA yang sedang hamil, sehingga ini membuatnya stres," terang Fanny Sumajaow, psikolog di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sabtu (5/8/2017).

Itu adalah kesimpulan Fany saat melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap SA.

Lantaran stres itulah, lanjut Fanny, SA langsung berpikir bagaimana nanti nasib anak keduanya. Apabila dilahirkan, nasibnya akan sama dengan BC yang tidak memiliki akte kelahiran.

SA pun memiliki keputusan untuk melahirkan seorang diri tanpa dibantu siapapun, termasuk ibunya.

"Dari hasil tes psikotesnya SA ini memiliki kepribadian introvert atau tertutup. Jadi setiap masalah yang dihadapinya tidak pernah mau diceritakan kepada orang, dan dipendam sendiri oleh SA," kata Fanny lagi.
Hal inilah yang justru membuat SA semakin tertekan dan melakukan perbuatan keji ini dengan penuh kesadaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, SA melahirkan bayinya pada 28 Mei 2017 pukul 06.00 Wita di kamar mandi dengan cara water birth atau melahirkan di dalam air.

Ia mengetahui cara ini dengan melihat video water birth melalui YouTube.

Bermodalkan video yang di YouTube ia telah mencoba seorang diri melahirkan tanpa dibantu siapapun.

Saat perutnya mulas hendak melahirkan, ia mengambil baskom bayi milik anak pertamanya berusia 2,5 tahun berinisial BC.

Baskom itu ia isi air, ketika merasakan kesakitan luar biasa, akhirnya ia berusaha melahirkan sendiri.

Menurut Fanny, usai melahirkan dan melihat bayinya tidak bergerak, pikiran SA kalut dan akhirnya SA mengambil plastik hitam dan membungkus bayinya.

Bayi tersebut lalu dimasukkan ke dalam freezer kulkas yang ada di rumahnya.

"Menurutnya kalau dikuburkan takut ketahuan, jadi disimpan di freezer," ujarnya.

Kamis, 15 Juni 2017

Sadis!!! Asworo Habis Calon Istrinya Sendiri

by

Sadis!!! Asworo Habis Calon Istrinya Sendiri



BERITA HARIAN - Pelarian Martinus Asworo yang berakhir di Lampung setelah Tim Rimau Polda Sumsel yang menangkapnya di Lampung, Senin (12/6/2017).

Dari informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, usai yang membunuh calon istrinya, Chatarina Wiedyawati alias Wiwid dan membuang jasadnya di semak-semak yang di Sukarami, Palembang, 7 Mei 2017, Asworo masih bisa berkemas.

Dari sana Asworo yang memacu mobil sewaan ke mesnya di Jalan Bangau No 54 A, Ilir Timur II, 

Palembang, untuk mengambil beberapa barang yang miliknya pada Minggu (7/5/2017).

Mobil yang dikendarai Asworo adalah saksi bisu ia yang menghabisi nyawa Wiwid menggunakan kunci setir. Jejak darah yang di jok mobil itu Asworo cuci.

"Saya ambil kamera dari mes dan langsung kembalikan ke mobil yang sudah dicuci," aku Asworo saat yang dihadirkan dalam ekspose perkara di Polda Sumsel, Palembang, Rabu (14/6/2017).

Di hari yang sama Asworo yang berniat menjual kameranya, Canon 600D seharga Rp 5,5 juta kepada temannya. Lantaran yang belum berminat ia berpesan kepada temannya jika ada yang membeli untuk menghubungi nomor teleponnya.

Tak ingin membuang waktu Asworo tancap gas menuju Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, yang mengendarai motor miliknya Supra X 2011. Di sini ia menjual motornya di dekat SMAN 1 Indralaya.

"Harganya laku Rp 6,5 juta," ungkap Asworo.

Uang penjualan motor ia yang langsung transfer ke rekening Mandiri milik Wiwid yang sudah dikuasainya. Usai membunuhnya, sejumlah barang yang berharga korban Asworo ambil satu di antaranya kartu ATM.

Setelah itu ia yang berangkat ke Lampung menggunakan travel. Asworo yang menyadari polisi memburunya setelah jasad Wiwid dapat teridentifikasi pada 14 Mei.

Tiga hari yang sebelumnya, Kamis (11/5/2017), jasad Wiwid yang ditemukan tanpa identitas di semak belukar yang di lorong Jalan Sungai Sedapat RT 41/8 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang. Polisi yang masih menyebutnya Mrs Y.

"Selama di Lampung, saya pindah-pindah tempat yang sebanyak tiga kali. Menginap di kosan dan sempat juga menginap di hotel," cerita Asworo.


Di hari yang tertangkapnya Asworo di dalam kamar indekos yang di belakang Mal Kartini, Lampung, polisi yang melihat ia bersama wanita diduga pacar barunya.

Kasubdit III AKBP Erwin yang bersama Kanit I Kompol Antoni Adhi memimpin langsung Tim Rimau 

Polda Sumsel, bekerjasama dengan Polda Lampung, menangkap Asworo setelah 11 hari dalam penyidikan.

Asworo yang mulai terendus berkat rekaman kamera pengawas anjungan tunai mandiri tempat ia yang mengambil uang tunai di rekening milik Chatarina yang di Lampung.

Top Ad 728x90