Tampilkan postingan dengan label Pilpres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilpres. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 September 2018

Presiden Jokowi Sarankan Warga Untuk Tidak Terpengaruh Dengan Politikus di Pilpres 2019

by

Presiden Jokowi Sarankan Warga Untuk Tidak Terpengaruh Dengan Politikus di Pilpres 2019



BERITA HARIAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengingatkan warga masyarakat agar tak terpecah saat Pilpres hingga Pilkada. Jokowi yang meminta masyarakat agar tidak terpengaruh trik politikus yang sengaja membawa isu Pilpres hingga Pilkada dalam waktu yang lama.

"Ini negara yang besar. Jangan lupakan itu. Jangan sampai karena pemilihan bupati, pemilihan gubernur dan pilpres kita jadi terpecah. Rugi besar. Sudahlah kalau ada Pilkada, wali kota, bupati, gubernur, lihat yang paling baik coblos. Pilpres yang paling baik coblos. Tapi rukun kembali," kata Jokowi saat yang membuka kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

Menurut Jokowi, kondisi yang terjadi belakangan ini, masih ada pihak-pihak yang akan membawa soal Pilpres 2014 lalu hingga saat ini. Begitupun dengan isu Pilkada baik pemilihan wali kota hingga gubernur. Hal itu tidak baik bagi persatuan bangsa.

"Jangan yang dibawa-bawa tiga tahun, empat tahun masih dibawa urusan pilpres, pilkada. Pintarnya politikus di situ yang mempengaruhi tapi jangan kita terpengaruh dalam waktu cukup lama karena berbahaya bagi negara ini," ujar Jokowi.

Baca juga : KPU Deliserdang Yang Temukan Ratusan DPT Ganda Untuk Pemilu 2019

Jokowi menjelaskan, jika masyarakat mau bersatu meski banyaknya perbedaan dapat membuat kemajuan bagi bangsa.

"Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan, nggak ada yang lain. Sekali lagi berbeda agama, adat, tradisi, suku, bahasa itu kelihatan kalau pas saya 17 Agustus perayaan HUT Kemerdekaan, saya undang ke Istana wajib pakai pakaian daerah baru kelihatan betapa beratus-ratus perbedaan pakaian adat masing-masing yang sangat kontras. Baru kerasa langit Indonesia beda-beda. Ini jdi kekuatan kalau kita bersatu, rukun," jelasnya.

Minggu, 19 Agustus 2018

Purnawirawan TNI Deklarasi Untuk Dukung Jokowi 2 Periode

by

Purnawirawan TNI Deklarasi Untuk Dukung Jokowi 2 Periode



BERITA HARIAN - Belasan purnawirawan TNI mendeklarasikan diri untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan yang kepemimpinannya selama 2 periode. Mereka yakin Jokowi mampu memimpin Indonesia yang akan kembali dengan baik.

Deklarasi digelar oleh Pondok Rejo Bravo 5 yang berisikan pada purnawirawan TNI, termasuk dengan Jenderal (Purn) Fachrul Razi. Ketua Tim Relawan Pondok Rejo Bravo 5 Tovi Singgih yang akan bisa saja yang mengatakan total ada 15 jenderal purnawirawan yang mendeklarasikan dukungan ke Jokowi.

"Ada Jenderal Purnawirawan Fachrul Razi, Jenderal Purnawirawan Suaidi Marabessy, dan datang ada 15 jenderal purnawirawan TNI," kata Tovi ketika yang akan ditemui di lokasi acara di Puncak, Bogor, Minggu (19/8/2018).

Sosok Jokowi yang sederhana dan tidak korup disebutnya sebagai salah satu pertimbangan dukungan. Selain itu, mereka ingin Jokowi dijadikan sebagai teladan bagi anak muda.

Baca juga : Pemain Arsenal Tetap Berjuang Keras Untuk Demi Emery

"Pak Jokowi adalah sosok yang sederhana, keluarganya tidak ikut-ikutan bisnis, dan sampai saat ini tidak ada korupsi, dan beliau adalah Islam yang taat," kata Tovi.

"Kita ingin 41 persen milenial anak-anak muda jangan terpengaruh berita bohong, yang benar ya benar, yang salah ya salah, jangan ditambah dengan hoax, jangan pakai antiagama, agar orang bisa berpikir jernih," imbuhnya.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Peran Santri Pada Pilpres 2019 Menurut Forumu Kiyai Muda Sumut

by

Peran Santri Pada Pilpres 2019 Menurut Forumu Kiyai Muda Sumut



BERITA HARIAN - Sekretaris Umum Forum Kyai Muda Sumut Akhmad Khambali yang mengatakan isu santri yang dibawa oleh sekelompok orang ke dalam pilpres harus yang dikawal dengan cara yang tepat.

Akhmad berharap tensi politik yang demikian tinggi menuju pilpres, tidak yang menjadikan sebagian pihak menghapus makna santri yang sebenarnya.

"Saat ini kita sudah yang akan memiliki Bakal Calon Presiden dan Bakal Calon Wakil Presiden RI, suka atau tidak suka kita yang dihadapkan suasana politik yang panas, seperti pengalaman Pilpres tahun 2014," ujarnya, Jumat (17/8/2018).

Akhmad yang telah saja menjelaskan, santri merupakan sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren yang biasanya mondok hingga pendidikannya selesai.

"Pentingnya peran santri itu karena dia mencakup hampir semua lapisan masyarakat, ada tiga hal yang mesti dipunyai oleh seorang santri yaitu iman, Islam dan ihsan," katanya.

Semua ilmu tentang iman, Islam dan ihsan, kata Akhmad dipelajari di pesantren. Ketiganya merupakan cara menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam, serta dapat berbuat ihsan (terbaik) kepada sesama.

Oleh karenanya menurut Akhmad, hanya ada dua pilihan bagi santri di Tahun 2019 dalam menghadapi pemilihan Presiden yakni menjadi pendukung salah satu capres atau bersikap netral.

"Untuk itu peran santri dalam perhelatan pesta demokrasi 2019 sangat penting adanya, jika santri mendukung capres tertentu maka dia harus bisa menjelaskan kepada masyarakat alasan-alasan yang logis dan tidak memaksakan kehendaknya serta mengetahui pasti rekam jejak Bakal Calon (Balon) Presiden dan;Wapresnya," ujarnya.

Akhmad menuturkan, sikap santun harus menjadi tolok ukur dan pembeda bagi para santri dalam mengkampanyekan Balon Presiden dan Wapresnya.


"Semuanya digunakan baik dalam kampanye, kehidupan sehari-hari maupun di dalam ruang-ruang media sosial," katanya.

Menurutnya, media sosial acapkali dipenuhi oleh ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa. Untuk itu, kata Akhmad santri memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberagaman dan keberlangsungan bangsa dan negara.

Tak sampai di situ, Akhmad menuturkan, sikap santri juga akan mencerminkan kepada tradisi keilmuan yang didapat di pesantren, yakni sikap hormat kepada yang lebih tua dan sikap menghargai kepada yang lebih muda.

"Tutur kata yang lembut, pemikiran yang cerdas, gagasan yang konstruktif untuk membangun bangsa dan punya nilai integritas tinggi pada diri santri," katanya.

Semua itu menurut Akhmad agar masyarakat dapat melihat bahwa ada sesuatu yang ditampilkan lebih dari para santri.

" Ini juga sekalian mempromosikan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, khususnya dari dunia pesantren. Jika para santri dalam mengkampanyekan balon capres dan balon cawapresnya menggunakan cara-cara yang tidak lazim, maka efeknya juga sangat besar bagi ‘image’ santri itu sendiri," katanya.

Dengan kata lain, ujar Akhmad upaya politik itu akan merugikan santri secara keseluruhan dan dunia pesantren pada khususnya.

Ahmad menuturkan, bagi para santri yang tidak memihak ke salah satu balon presiden dan balon wapres, maka peran yang diambil adalah berdiri tegak di tengah kedua belah pihak.

Hal tersebut bertujuan untuk membawa suasana sejuk dan dituntut mampu aktif, merespon, sekaligus mengikuti perkembangan masyarakat yang diaktualisasikan dalam bentuk sikap dan perilaku yang bijak.

Baca juga : Sarri Akui Untuk Tidak Mudah Tangani Chelsea

Akhmad berharap para santri diharapkan mampu memberikan penjelasan secara terbuka (dakwah) kepada masyarakat akan suatu perubahan yang positif sesuai dengan yang diharapkan Islam.

"Kontribusi santri sangat penting hadir di tengah pendukung kedua belah pihak untuk menyampaikan, walau ada perbedaan haruslah saling menghargai," katanya.

Dengan begitu, ujar Akhmad, semua pihak dapat menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Jumat, 10 Agustus 2018

Jokowi Sungkem Kepada Sang Bunda Saat Jelang Pendaftaran Pilpres 2019

by

Jokowi Sungkem Kepada Sang Bunda Saat Jelang Pendaftaran Pilpres 2019



BERITA HARIAN - Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengunggah foto dirinya yang tengah sungkem kepada sang ibunda.

Hal tersebut tampak dari laman Twitter@jokowi yang diunggah pada Jumat (10/8/2018).

Dari foto yang diposting, tampak Jokowi yang memakai baju putih dan celana hitam berlutut di dahadapan ibunya.

Semenatra sang ibu yang duduk mencium kepala Jokowi sembari memeluknya.
Menurut Jokowi, doa dan restu sang ibu selalu memayungi dan memberikan kesejukan dalam setiap langkahnya.

@jokowi: Doa restu Ibunda yang selalu memayungi langkah kaki dan memberikan kesejukan hati di sepanjang perjalanan hidup.

dua pasangan calon capres dan cawapres akan mendaftarkan diri pada hari terkahir, yakni 10 Agustus 2018.

Pasangan Jokowi dan Maruf Amin rencananya mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pukul 09.00 WIB.

Jokowi meminta kepada para pendukung yang berencana hadir agak tidak membuat kehebohan yang berlebihan karena saat ini Indonesia sedang berduka akibat gempa Lombok.

Setelah mendaftar di KPU, Jokowi direncanakan bertolak ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk menemui para korban gempa bumi.

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan mendaftarkan diri setelah salat Jumat.

Deklarasi ini diumumkan resmi oleh Prabowo Subianto di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) malam.

"Pada saat ini baru saja pimpinan dari tiga partai politik yaitu, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Gerakan Indonesia Raya telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya Prabowo Subianto dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno untuk maju sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa bakti 2019-2024," ungkap Prabowo Subianto, Kamis (9/8/2018) malam.

Prabowo mengatakan jika proses penentuan capres dan cawapres tidaklah mudah.

Dikatakannya, jika PKS dan PAN sebelumnya telah terbentuk koalisi secara de facto.

"Proses ini tidak mudah, proses ini melelahkan. Saya pun berunding terus dengan tokoh-tokoh politik dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, juga dengan Partai Demokrat, memang membangun suatu koalisi tidak mudah," kata Prabowo.

Baca juga : Chelsea Akan Diyakini Untuk Lepas Dua Pemain Lagi

Menurutnya, Sandiaga Uno merupakan pilihan yang terbaik.

"Sandiaga Uno merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada. Beliau juga berkorban beliau bersedia mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur yang telah dengan susah payah beliau rebut selama bertahun-tahun kampanye. Beliau bersedia berhenti demi mengabdi kepada negara dan bangsa," tegas Prabowo.

Sementara itu, Sandiaga Uno berjanji akan menghadirkan pemerintahan yang bersih.

"Kami mohon doa restu untuk bisa menghadirkan pemerintahan yang kuat, dan fokus di kemandirian bangsa membangun ekonomi kita, untuk membuka lapangan kerja, untuk memastikan harga-harga terjangkau, untuk memastikan stablitias bahan pangan dan menghadirkan percepatan pembangunan dengan pemerintahan yang bersih," urai Sandiaga.

Minggu, 08 Juli 2018

4 Penantang Kelas Berat Jokowi Yang di Pilpres 2019

by

4 Penantang Kelas Berat Jokowi Yang di Pilpres 2019



BERITA HARIAN - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berpendapat penantang Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (pilpres) 2019 yang mendatang bukan hanya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saja.

“Lawan tanding ( Jokowi) belakangan ini yang bertambah banyak, bukan hanya Prabowo, 4 atau 5 nama lawan tanding Jokowi," kata Syamsuddin yang saat ditemui di kantor PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

"Yang pertama Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto), Anies (Gubernur DKI Jakarta), Gatot (Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo), Rizieq Shihab dan sulit yang diduga pak JK (Jusuf Kalla),” lanjutnya.

Meski sudah yang berulang kali menyatakan ingin yang beristirahat, Syamsuddin menuturkan, peluang Jusuf Kalla bisa muncul sebagai lawan tanding yang menentukan bagi Jokowi.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Menurut survei Saiful Majani Research and Consulting (SMRC), Gatot ada di menempati rangking atas dalam pilihan publik umum sebagai capres atau cawapres.

Baca juga : Aktivis 98 Deklarasi Yang Telah Dukung Jokowi di Periode 2

Namun demikian, kata dia, Gatot butuh kendaraan politik untuk bisa maju dalam Pilpres 2019

“Siapa yang mau usung? Sia tak punya parpol, tipe jual mahal, tidak mau komunikasi intensif dengan parpol. Kalau ingin maju, mestinya lobi intensif dilakukan, tidak mungkin maju tanpa dukungan parpol,” kata dia.

Sabtu, 07 Juli 2018

Aktivis 98 Deklarasi Yang Telah Dukung Jokowi di Periode 2

by

Aktivis 98 Deklarasi Yang Telah Dukung Jokowi di Periode 2



BERITA HARIAN - Aktivis '98, Wahab Tolehu, yang akan membacakan poin-poin hasil rembuk nasional aktivis 1998. Dalam poin-poin itu tercetus dalam dukungan aktivis 1998 agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju ke periode kedua.

"Rembuk nasional aktivis 1998 pada 7 Juli 2018 menjadi awal yang akan membangun konsolidasi dengan aktivis 1998. Sebuah ikatan kuat mendasar dan juga rasional dalam menjaga serta menuntaskan cita bersama. Rembuk Nasional Aktivis '98 menjadi ruang yang tepat untuk yang akan membangun kesepakatan terhadap komitmen ikatan kebangsaan," kata Wahab di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018).

Berdasarkan itu, pada Rembuk Nasional 1998 terdapat poin sebagai berikut:

1. Tetap menjaga RI dari ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme, dan menolak penggunaan isu SARA dalam praktik politik Indonesia;

2. Melanjutkan perjuangan reformasi '98 untuk melawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam sendi kehidupan bernegara;

3. Menjaga demokrasi yang sudah terbuka saat ini yang merupakan buah perjuangan reformasi 1998 dari setiap ancaman otoritarianisme dan militerisme. Serta terus mendorong demokrasi politik dan demokrasi ekonomi agar menghasilkan masyarakat yang adil dan makmur;

4. Terus memperjuangkan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM dan mengusulkan penetapan aktivis mahasiswa yang menjadi korban peristiwa Semanggi, Trisakti, dan lain-lain sebagai pahlawan nasional;

5. Mengusulkan kepada pemerintah menetapkan 7 Juli sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika;

6. Mendukung penuh Ir Joko Widodo sebagai calon presiden periode 2019-2024. Karena kita semua yakin bahwa Jokowi memiliki kemampuan untuk mewujudkan cita-cita reformasi 1998. Kenapa, karena Jokowi tidak punya kejahatan ekonomi, tidak punya kejahatan politik, dan tidak punya kejahatan kemanusiaan;

7. Terkait hal-hal itu dan sebagai pertanggungjawaban negara, maka kami aktivis '98 menyatakan siap untuk turut serta memimpin dan mengemban tugas negara bersama Pak Jokowi.

"Hidup '98, hidup rakyat, hidup Jokowi," kata Wahab menutup deklarasi.

Baca juga : Belgia Telah Singkirkan Brasil Tim Terbaik Piala Dunia 2018

Akan tetapi, sebelum menutup deklarasi itu, Wahab bertanya kepada massa yang hadir terkait periode kepemimpinan Jokowi yang diinginkan.

"Berapa periode?" ujar Wahab.

"Dua," sambut massa.

Melihat hal tersebut, Jokowi yang hadir di lokasi ikut tersenyum. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga ikut tersenyum.

Sabtu, 23 Juni 2018

Penjelasan Kekuatan Jokowi Pada Pilpres Tahun 2014 di Sumatera Utara

by

Penjelasan Kekuatan Jokowi Pada Pilpres Tahun 2014 di Sumatera Utara



BERITA HARIAN - Elektabilitas capres dari PDIP Joko Widodo yang di Sumatera Utara untuk yang mengungguli pesaingnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam pemaparan survei teranyar Indo Barometer pada 26 Mei - 2 Juni 2018, nama calon presiden yang banyak yang dipilih di Provinsi Sumatera Utara adalah Joko Widodo (53,9%). Kemudian Prabowo Subianto (16,5%).

Melihat hasil yang tersebut, sejak Pilpres 2014 silam, Sumatera Utara yang akan bisa saja yang menjadi basis kemenangan Jokowi saat dipasangkan dengan Jusuf Kalla.

Dengan raihan suara sah 3.494.835 Jokowi-JK unggul yang akan dibanding Prabowo-Hatta yang mendapat suara 2.831.514, jumlah suara sah dalam pilpres yang di Sumut mencapai 6.326.349 suara.

Dilansir dari website resmi KPU RI, suara Jokowi-JK yang akan berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara unggul di 20 kabupaten/kota dari 33 kabupaten/kota di Sumut.
20 daerah itu adalah Kabupaten Batubara dengan perolehan suara Jokowi-JK 93.483 suara
(Prabowo-Hatta 81.404), Asahan Jokowi-JK 177.331 suara (Prabowo-Hatta 154.937 suara), dan
Labuhan Batu Utara 94.247 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 73.485 ).

Kemudian, Kabupaten Labuhan Batu Selatan 73.580 Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 66.898 suara), Nias 55.301 suara Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 6.661), Nias Utara 45.305 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 7.283), dan Nias Barat 32.202 suara Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 6.152).

Dilanjutkan dengan, Kabupaten Tapanuli Tengah 95.001 Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 37.093 suara), Tapanuli Utara 120.744 Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 11.615), Toba Samosir 79.525 suara Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 8.154), dan Humbang Hasundutan 77.704 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 8.284).

Kabupaten Samosir 57.030 Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 3.346 suara), Simalungun 276.389 suara Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 144.362), Karo 143.746 suara Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 25.462), Dairi 109.732 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 22.125), Pakpak Bharat 12.075 untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 6.681), dan Nias Selatan 171.401 suara Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 26.064 suara).

Adapun, di Kota Pematang Siantar 83.287 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 40.124 suara), Gunung Sitoli 48.491 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 9.585 suara), dan Sibolga 22.573 suara untuk Jokowi-JK (Prabowo-Hatta 14.682 suara).

Sementara itu, pasangan Prabowo-Hatta unggul di 13 daerah ini, Kota Medan dengan 530.243 suara (Jokowi-JK 486.395 suara), Padang Sidempuan 71.847 suara (Jokowi-JK 23.423 suara), Binjai 77.888 suara (Jokowi-JK 45.463 suara), Tebing Tinggi 41592 suara (Jokowi-JK 35.498 suara), dan Tanjung Balai 34.519 suara untuk Prabowo-Hatta (Jokowi-JK 28.611 suara).

Baca juga :  Jokowi, DNA Kami Adalah Seni Dan Juga Budaya

Kemudian, Kabupaten Deliserdang Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 424.682 (Jokowi-JK 373.760 suara), Serdang Bedagai 150.267 suara (Jokowi-JK 149.761 suara), Labuhan Batu 106.571 suara untuk Prabowo-Hatta (Jokowi-JK 91.901 suara), dan Padang Lawas 76.763 suara untuk Prabowo-Hatta (Jokowi-JK 28.789 suara).

Disusul, Kabupaten Padang Lawas Utara pasangan Prabowo-Hatta meraih 82.604 suara (Jokowi-JK 35.786 suara), Tapanuli Selatan 82.611 suara Prabowo-Hatta (Jokowi-JK 50.633 suara), Mandailing Natal 150.048 suara (Jokowi-JK 47.046 suara), serta Langkat 247.482 suara untuk Prabowo-Hatta (Jokowi-JK 228.622 suara).

Jumat, 18 Mei 2018

PAN Bantah Telah Beri Sinyal Dukung Untuk Prabwo di Pilpres 2019

by

PAN Bantah Telah Beri Sinyal Dukung Untuk Prabwo di Pilpres 2019



BERITA HARIAN - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno yang mengatakan, PAN belum saja yang memutuskan apakah akan mendukung Presiden Joko Widodo atau juga berkoalisi dengan Partai Gerindra yang mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto.

"Kami masih saja yang menunggu rakernas (rapat kerja nasional). Itu adalah forum resmi dalam untuk yang akan mengambil keputusan kami terkait arah politik 2019," kata Eddy di Gedung DPP PAN, Jumat (18/5/2018).

Selain itu, Eddy juga membantah bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah saja yang memberikan sinyal bahwa partainya bergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) yang dibangun Partai Gerindra dan PKS.

Meski begitu, Eddy enggan yang akan bisa asja yang mengatakan ke mana arah dukungan PAN dalam pilpres mendatang.

"Apa pun yang saya katakan sekarang sifatnya hanya asumsi saja, tunggu sampai ada juga yang keputusan definitif," ujar Eddy.

Lebih lanjut, saat yang akan ditanya mengenai kemungkinan terbentuknya poros ketiga dalam Pilpres 2019, Eddy hanya menjawab secara normatif.

"Ini politik, Bung. Politik adalah seni dari segala yang kemungkinan," kata Eddy.

Eddy kembali mengatakan, sikap PAN yang akan terkait dukungan pada Pilpres 2019 baru akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (rakernas) pada Mei mendatang.

Saat ini ada lima partai politik di parlemen yang telah menyatakan dukungan ke Presiden Jokowi, yakni PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, dan Partai Hanura.

Baca juga : Sandiaga Yang Tugaskan Koko Cici Jakarta Untuk Dampingi Investor Tiongkok

Sedangkan PKB, PAN, dan Partai Demokrat belum menyatakan dukungan.

Adapun, Partai Gerindra dan PKS meskipun kemungkinan akan kembali berkoalisi, namun belum mendeklarasikan dukungan untuk mengusung Prabowo sebagai capres.

PAN pada Pilpres 2014 lalu bergabung dengan koalisi Partai Gerindra, PKS, Partai Golkar, PAN, PPP yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Tiga partai terakhir kemudian beralih dan menjadi partai pendukung pemerintah Presiden Jokowi.

Selasa, 10 April 2018

Menuju Pilpres 2019, Cak Imin Yang Akan Resmikan Pokso Join

by

Menuju Pilpres 2019, Cak Imin Yang Akan Resmikan Pokso Join




BERITA HARIAN - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar, terus memupuk optimisme.

Salah satunya adalah dengan meresmikan sejumlah posko yang akan dibentuk oleh para relawan dan simpatisan pria yang akrab disapa Cak Imin ini yang di sejumlah daerah.

Hari ini, Selasa 10 April 2018, Cak Imin yang akan bisa saja yang dijadwalkan meresmikan Posko JOIN, akronim dari Joko Widodo – Muhaimin, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI ini telah tiga kali yang akan meresmikan posko dalam kurun waktu kurang dari 7 hari.

Dua Posko sebelumnya bernama Posko Cinta yang ia resmikan di Ciputat, Tangerang Selatan, serta di gunungsugih, Lampung Tengah.

Cak Imin yang akan mengaku optimis dirinya bakal duet bersama Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Saat memberikan orasi politik di depan kiai dan ulama se-Provinsi Lampung, Cak Imin berujar JOIN akan melanggeng mulus ke Istana pada 2019 nanti

Baca juga : Tanpa Ramos, Varane Siap Untuk Pimpin Belakang Madrid

“Jika aspirasi bawah yang akan mendorong pasangan Jokowi-Muhaimin (JOIN) jadi terlaksana pada Pilpres mendatang, saya yakin tidak akan terbendung,” kata Cak Imin di Pondok Pesantren Tribakti Al Ikhlas yang di Lampung Tengah, Senin 9 April 2018 kemarin.

Sementara, didirikannya Posko JOIN dan juga Cinta tersebut ia yang akan bisa harapkan dapat dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat bawah.

Dengan adanya posko tersebut, Cak Imin yakin tak ada lagi persoalan di tengah-tengah masyarakat yang luput dari perhatian pemerintah.

Sabtu, 07 April 2018

Mahfud MD Yang Akan Bicara Soal Pilpres 2019 Saat Yang Bertemu TGB di NTB

by

Mahfud MD Yang Akan Bicara Soal Pilpres 2019 Saat Yang Bertemu TGB di NTB



BERITA HARIAN - Mahfud MD bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB )Zainul Majdi, Sabtu (7/4/2018) sore.

Pertemuan dilakukan yang akan berlangsung di Pendopo Gubernur NTB.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut yang akan mengatakan bila TGB adalah sahabatnya sekaligus seorang pemimpin, tokoh politik, tokoh agama yang sangat baik.

"Mumpung saya ke sini, saya mampir tadi ngobrol banyak hal, begitu saja," kata Mahfud sebelum yang mengisi talk show di Lapangan Atletik Universitas Mataram (Unram), Sabtu malam.

Dalam pertemuan tersebut, Mahfud mengaku juga yang akan membahas soal pemilu presiden 2019.

"Ya pasti, sudah pasti bicara soal itu," kata Mahfud yang masuk dalam bursa cawapres Joko Widodo itu.

Namun, Mahfud menolak yang akan membeberkan apa yang dibicarakan.

Baca juga : Pemain Chelsea Yang Memang Ingin Conte Segera Dipecat

"Tadi disepakat rahasia," kata mantan Menteri Pertahanan yang tersebut.

Mahfud mengaku mendukung jika TGB mencalonkan diri yang akan sebagai presiden.

"Bagus, bagus, pastilah orang yang sebaik dia pantaslah didukung menduduki posisi penting di negara ini," ujarnya sebelum mengisi talk show bersama Rosiana Silalahi, dengan tema besar Pancasila Zamanku, Sabtu malam yang di Lapangan Atletik Universitas Mataram (Unram)

Kamis, 08 Maret 2018

Statemen Dengan Agus Yudhoyono Soal Koalisi Politik Menjelang Pilpres 2019

by

Statemen Dengan Agus Yudhoyono Soal Koalisi Politik Menjelang Pilpres 2019



BERITA HARIAN - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan bisa saja yang mengatakan Partai Demokrat belum bisa saja yang akan bisa menentukan kemana arah koalisi dalam perhelatan Pilpres 2019 yang mendatang.

Putra Sulung SBY ini yang akan bisa saja yang menyatakan pembentukan koalisi itu masih saja yang terlalu dini bagi Partai Demokrat.

"Saya belum bisa saja yang akan mengatakan hari ini, terlalu dini, karena yang masih akan terjadi banyak momentum dan juga komunikasi yang di antara elite dan kader-kader partai yang ada atau peserta pemilu mendatang," terang AHY yang di kantor Kemenko Polhukam, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2018).

Namun, kata Agus, semua yang akan kemungkinan masih terbuka dan Partai Demokrat kini tengah mempersiapkan dengan yang akan bisa saja yang berbagai skenario.

"Tetapi semua masih mungkin dan bagi saya adalah kami juga yang demokrat akan terus mempersiapkan diri dengan berbagai skenario," jelas Agus.

"Saya tidak bisa saja yang akan mengatakan ada poros ketiga atau berapapun poros yang akan ada di pemilu 2019 sekali lagi, saya yang akan bisa saja yang melihat disemua partai politik akan melakukan kerja mencoba membangun koalisi," sambung Agus.

Ia beralasan ketika tidak ada satu partai pun yang memiliki cukup tiket untuk mengusung capres atau cawapres nya sendiri di tahun 2019 nanti, koalisi menjadi keharusan.

"Politik hari ini dan ke depan dan itu penting. Dalam politik anything is possible, politik cair oleh karena itu dibangun oleh komunikasi sebaik-baiknya ke semua arah. Trust building itu adalah sebuah proses, kemudian chemistry akan terjadi jika kita lebih sering bertemu siapapun yang kita anggap menjadi teman diskusi dan juga untuk membahas isu negeri ini," jelas AHY.

Baca juga : Valverde Yang Akan Resiko Mainkan Dengan Gerard Pique

Saat ini, telah ada poros-poros koalisi Pilpres 2019 yakni Poros yang pasti adalah pendukung Joko Widodo dengan lima partai pengusung.

Kemudian, Gerindra yang bakal kembali mengusung Prabowo Subianto.

Sementara, muncul pula wacana poros partai Islam yang diwacanakan oleh PKB.

Minggu, 15 Oktober 2017

Gerindra Yang Optimistis Untuk Bisa Menangi Pilpres Dan Pileg Tahun 2019

by

Gerindra Yang Optimistis Untuk Bisa Menangi Pilpres Dan Pileg Tahun 2019



BERITA HARIAN - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani yang akan yakin partainya yang akan bisa saja untuk yang akan bisa saja yang akan memenangi pemilihan legislatif dan juga yang akan bisa saja pemilihan presiden pada tahun 2019.

"Tahun ini kami yang akan bisa saja menargetkan menang pada pemilihan legislatif dan juga pada pemilihan presiden. Kami yang akan bisa saja merasa lebih siap dan juga pengalaman yang sangat jauh lebih baik, serta kami yang akan bisa saja memiliki sumber daya yang baik," kata Muzani yang sudah ada di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).

Ahmad Muzani yang akan bisa saja yang mengatakan, dengan kesiapan yang sudah lebih matang, Partai Gerindra yang dapat bisa menang yang di dua Pemilihan Umum yang akan di Tahun 2019.

"Sehingga kami yang akan merasa target kami yang menang pileg dan pilpres adalah yang Insya Allah bukan target yang akan bertepuk sebelah tangan," ujar Ahmad.

Menurutnya, di tahun pada pemilihan lalu yakni 2014 Partai Gerindra yang akan bernomor delapan dan yang akan mendapat 20 kursi.

"Waktu itu kita yang akan bertekad untuk bisa saja memenangi pada pemilihan umum dan yang akan bisa saja untuk mencalonkan Prabowo Subianto yang menjadi calon presiden. Ternyata, target itu tercapai dan menempatkan Gerindra pada posisi nomor 3 besar dalam fraksi DPR RI dan juga Alhamdulillah bisa saja mencalonkan Prabowo untuk menjadi presiden di tahun 2014," ujar Muzani.

Top Ad 728x90