Tampilkan postingan dengan label Deddy Mizwar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deddy Mizwar. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2018

Deddy Mizwar Jubir Jokowi, Demokrat Yang Mulai Bicara Sanksi Berat

by

Deddy Mizwar Jubir Jokowi, Demokrat Yang Mulai Bicara Sanksi Berat



BERITA HARIAN - Ketua Majelis Pertimbangan DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menjadi juru bicara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. PD yang resmi saja mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mulai bicara sanksi berat yang ke para pembelot partai.

Waketum PD Syarief Hasan yang akan menyebut sanksi untuk Demiz memang belum ditetapkan. Akan tetapi, jika merujuk Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai, para pembelot keputusan partai tergolong yang akan bisa saja yang melakukan pelanggaran berat.

"Ya tentunya kan ada aturan yang baku di partai. Tergantung daripada bobot kesalahannya kalau dianggap salah. (Sanksi) Ya macam-macam. Kalau terlalu berat ya konsekuensinya berat," kata Syarief di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

"Kalau menurut saya berat," sebut Syarief menjawab pertanyaan apakah yang mendukung lawan konstestasi politik merupakan pelanggaran berat.

Syarief berbicara soal sanksi berat bukan hanya yang akan ditujukan ke Demiz. Selain Demiz, Ketua DPD PD Papua Lukas Enembe secara pribadi untuk yang akan menyatakan dukungan ke pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Ada kabar Dewan Kehormatan PD telah dan akan memanggil kader-kader yang membelot dari keputusan partai. Syarief tak bisa memastikannya. Bagi Syarief, adalah tugas Dewan Kehormatan untuk membina kader agar taat putusan partai.

"Memang di Partai Demokrat itu diwajibkan setiap kader harus loyal kepada partai apapun yang diputuskan pimpinan. Memang fatsunnya demikian," jelas anggota Komisi I DPR itu.

Baca juga : Diego Costa Tidak Jadi Untuk Perkuat Timnas Spanyol

Syarief menegaskan seluruh kader Demokrat harus komit dan loyal ke pimpinan serta keputusan partai. Soal sikap Demiz dan Lukas, ia berharap ini hanya miskomunikasi.

"Kita harapkan ini hanya berita yang perlu diklarifikasi. Mungkin tidak sepenuhnya benar," pungkas Syarief.

Sabtu, 06 Januari 2018

Deddy Mizwar Dukungan Pencapresan Jokowi Yang Di Pemilu 2019

by

Deddy Mizwar Dukungan Pencapresan Jokowi Yang Di Pemilu 2019



BERITA HARIAN - Wakil Gubernur Jawa Barat yang sekaligus bakal calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, yang mengaku tak mempermasalahkan amanat Ketua Umum Partai Golkar dalam penyerahan rekomendasi pilkada yang di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Dalam sambutannya, Airlangga yang akan bisa saja yang mengamanatkan kepada seluruh calon kepala daerah yang akan bisa saja yang diusung partainya untuk mendukung pencapresan Presiden Jokowi.

Deddy menegaskan, dirinya adalah kader Partai Demokrat dan yang akan bisa saja yang menjalankan arahan partai berlambang mercy itu.

Ia menilai, amanat Airlangga itu yang akan bisa saja yang ditujukan hanya kepada kader Golkar

"Itu untuk kader Golkar. Ya kan lain, untuk kader Golkar. Saya kader Demokrat saya yang harus dengar arahan dari Demokrat. Kan berbeda kasusnya. Itu kan untuk pilpres, kalau ini beda lagi," kata Deddy di Kantor DPP Partai Golkar.

Ia yang akan mengatakan tak ada masalah semisal Golkar dan Demokrat berbeda dalam koalisi yang di pemilu 2019 nantinya. Karena itu ia yang akan meminta amanat dari Airlangga tersebut tak yang dibesar-besarkan.

Ia pun yang akan melihat amanat dari Airlangga tersebut yang akan sebagai salah satu peluang untuk yang akan  bisa saja yang terbentuknya koalisi di Pemilu 2019.

"Ya siapa tau kan berkoalisi juga. Kita gak tahu ya. Bisa juga yang tidak berkoalisi dalam pembentukan capres. Dan kalau beda koalisi pada pilpres emang kenapa sih? Kayak mau perang aja," lanjut Deddy.

Baca juga : Juventus Yang Persilahkan Sandro Untuk Angkat Kaki

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang meminta calon kepala daerah yang akan diusung partainya turut menyukseskan pencapresan Presiden Jokowi yang di pemilu 2019.

Sebab, kata Airlangga pencapresan Jokowi sudah yang akan bisa saja yang menjadi hasil musyawarah nasional (munas) dan yang akan diteguhkan dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas).

"Kepada saudara kami titipkan yang selain memenangkan pilkada, saudara mengemban amanat munas partai golkar yaitu mengusung presiden untuk periode kedua," kata Airlangga dalam sambutannya saat penyerahan rekomendasi pilkada yang di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (5/1/2018).

Top Ad 728x90