Selasa, 01 Mei 2018

, ,

Kecurangan Pengelola SPBU Yang Terungkap, Pasang Alat Adaptor Dan Remote Dimesin Dispenser

Kecurangan Pengelola SPBU Yang Terungkap, Pasang Alat Adaptor Dan Remote Dimesin Dispenser



BERITA HARIAN - Teknisi, manajer hingga yang akan direktur SPBU diTangerang ditangkap karena terbukti yang akan bisa saja yang melakukan penipuan terhadap pelanggannya.

Mereka yang akan bisa saja yang berkomplot memasang alat khusus pengurang takaran bahan bakar.

"Berawal dari informasi masyarakat yang akan bisa saja yang mengatakan adanya SPBU yang dinilai curang. Pengisian bahan bakar tidak sesuai takaran yang sehingga anggota kami melakukan yang akan bisa saja yang akan penyelidikan dan ditemukan dua SPBU yang nakal," ujar Kabid Humas

Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Argo menyebutkan, SPBU pertama yang akan bisa saja yang terletak di kawasan Kabupaten Tangerang yang terungkap pada 18 April 2018.

"Dari tempat kejadian perkara (TKP) 1 diamankan AIS yang merupakan direktur SPBU, manajer operasionalyang akan  berinisial AR, manajer pengawas berinisial DT, kepala pengawas berinisial TR, dan pengawas SPBU berinisial MS, H, dan T," kata Argo.

Di TKP pertama ini, pihak SPBU memasang alat yang akan bisa saja yang menyerupai adaptor yang dipasang di jaringan listrik dan dikendalikan sakelar.

"Dengan dipasangnya alat ini rata-rata pengurangan BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Solar antara 104 sampai 1.099 mililiter per 20 liter pembelian bahan bakar," katanya.

Argo menambahkan, TKP kedua adalah yang sebuah SPBU di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Baca juga : Prabowo Yang Gunakan Syal Organisasi Buruh di Istora Senayan

Berbeda dengan TKP sebelumnya, di SPBU ini, pengelola menggunakan alat tambahan untuk mengurangi takaran BBM dan dikendalikan dengan remote khusus.

"Pengelola dapat mengendalikan alat itu dari jarak 30 meter dari SPBU. Di SPBU ini pengurangan takaran BBM mencapai 400 hingga 1.245 mililiter setiap pembelian 20 liter BBM," kata Argo.

Di TKP kedua, polisi mengamankan manajer pengawas SPBU berinisial RLN, pengawas SPBU berinisial SHD dan AN, dan pengawas bagian keuangan SPBU berinisial AY.

"Pengontrak SPBU berinisial DS dan teknisi berinisial KML masih dalam pencarian," ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90