Senin, 26 Maret 2018

, ,

Sudah Banyak Politisi Yang Sekongkol Untuk Menyangkal Adanya Korupsi E-KTP

Sudah Banyak Politisi Yang Sekongkol Untuk Menyangkal Adanya Korupsi E-KTP



BERITA HARIAN - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak, angkat bicara soal tudingan Setya Novanto kepada Puan Maharani dan Pramono Anung.

Hal itu ia yang akan sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Sabtu (24/3/2018).

Menurut Dahnil Anzar, korupsi e-KTP sejak awal banyak politisi yang bersekongkol secara kolektif untuk menafikan ada kasus korupsi e-KTP.

Dahnil Anzar bahkan yang akan megatakan jika persekongkolan mereka hingga adanya upaya secara maksimal untuk membentik pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Terlepas dari tudingan Setya Novanto kepada dua politisi PDIP itu.

@Dahnilanzar: Terlepas benar atau tdk kesaksian Setnov, bahwa Puan Maharani dan juga Pramono Anung menerima uang E-KTP,

memang sejak awal bnyk politisi bersekongkol scr kolektif untuk menafikan ada kasus korupsi pd Proyek E-KTP sampai upaya maksimal bentuk pansus KPK.

Lebih lanjut, Dahnil Anzar yang akan memastikan jika korupsi e-KTP ini melibatkan banyak politisi dan partai politik (Parpol).

Oleh karena itu, banyak pihak yang akan berusaha untuk melawan upaya KPK dalam untuk bisa saja yang memberantas korupsi.

@Dahnilanzar: Jadi, dipastikan korupsi E-KTP melibatkan banyak politisi dan parpol,

tidak mungkin hny melibatkan Setnov dan para pengusaha yang sudah ditangkap,

itulah sebabnya ramai2 berusaha melawan upaya KPK.

Pernyataan Dahnil Anzar kemudian untuk yang akan bisa saja yang mendapat beragam komentar dari warganet, termasuk salah satu kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang membenarkan pernyataannya.

Baca juga : Liverpool Yang Didukung Untuk Gombosi Spurs

@ToniPSI11: Betul, semoga e-ktp bisa di tuntaskan oleh KpK. Tindak semua pencuri dan pengibul rakyat.

@silmys_eyelash: kecuali di negri ini pejabatnya cuma setnov ya tum..

@MukomukoRa: logis sekali...

@utomo_y: Konspirasi sdh pasti ada, apa itu baik atau buruk. Tinggal niat apa nggak bongkar abis.

@rihasi: Klo banyak yg terlibat gini susah endingnya bahagia.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan yang digelar pada Kamis (22/3/2018), Setya Novanto dalam kesaksiannya menyebut nama Puan Maharani dan Pramono Anung di sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Menurut Setnov berdasarkan omongan dari Made Oka yang datang ke rumahnya bersama Andi Narogong, Puan dan Pramono dituding menerima uang masing-masing sebesar 500 ribu dollar AS sebagai jatah proyek e-KTP.

Atas tudingan itu, PDIP dan Pramono Anung langsung memberikan bantahan dan siap dikonfontir terkait hal ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90